alexametrics
21.9 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Satu Ekor Sapi Tembus Rp 22 Juta

Mobile_AP_Rectangle 1

JOGJA, RADARJEMBER.ID – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), berdampak pada harga jual ternak di Kabupaten Bantul, Jogjakarta. Bahkan untuk harga sapi, tembus Rp 22 juta per ekor. Padahal sebelum itu, satu ekor sapi dibanderol seharga Rp 18 juta.

BACA JUGA : Gara-gara Es Teh Tumpah Tega Bunuh Bocah

Joko Waluyo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mengatakan, kenaikan harga ternak terjadi seiring tingginya permintaan hewan ternak. Baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun menjelang Idul Adha.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tidak hanya pada sapi, kenaikan harga juga terjadi pada kambing. Kisaran Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta. Jika harga normal satu ekor kambing Rp 3 juta, kini mampu tembus Rp 4 juta.Bisa dipastikan, harga tersebut bisa terus berlanjut hingga mendekati Idul Adha mendatang.

Joko mengimbau, agar masyarakat tidak lagi panik. Meski temuan kasus PMK di Bantul mencapai 272 ternak, DKPP telah melakukan upaya antisipasi untuk menekan penyebaran. Dengan membatasi hewan ternak dari luar daerah. Sera desinfeksi dan pengobatan ternak.

- Advertisement -

JOGJA, RADARJEMBER.ID – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), berdampak pada harga jual ternak di Kabupaten Bantul, Jogjakarta. Bahkan untuk harga sapi, tembus Rp 22 juta per ekor. Padahal sebelum itu, satu ekor sapi dibanderol seharga Rp 18 juta.

BACA JUGA : Gara-gara Es Teh Tumpah Tega Bunuh Bocah

Joko Waluyo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mengatakan, kenaikan harga ternak terjadi seiring tingginya permintaan hewan ternak. Baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun menjelang Idul Adha.

Tidak hanya pada sapi, kenaikan harga juga terjadi pada kambing. Kisaran Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta. Jika harga normal satu ekor kambing Rp 3 juta, kini mampu tembus Rp 4 juta.Bisa dipastikan, harga tersebut bisa terus berlanjut hingga mendekati Idul Adha mendatang.

Joko mengimbau, agar masyarakat tidak lagi panik. Meski temuan kasus PMK di Bantul mencapai 272 ternak, DKPP telah melakukan upaya antisipasi untuk menekan penyebaran. Dengan membatasi hewan ternak dari luar daerah. Sera desinfeksi dan pengobatan ternak.

JOGJA, RADARJEMBER.ID – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), berdampak pada harga jual ternak di Kabupaten Bantul, Jogjakarta. Bahkan untuk harga sapi, tembus Rp 22 juta per ekor. Padahal sebelum itu, satu ekor sapi dibanderol seharga Rp 18 juta.

BACA JUGA : Gara-gara Es Teh Tumpah Tega Bunuh Bocah

Joko Waluyo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mengatakan, kenaikan harga ternak terjadi seiring tingginya permintaan hewan ternak. Baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun menjelang Idul Adha.

Tidak hanya pada sapi, kenaikan harga juga terjadi pada kambing. Kisaran Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta. Jika harga normal satu ekor kambing Rp 3 juta, kini mampu tembus Rp 4 juta.Bisa dipastikan, harga tersebut bisa terus berlanjut hingga mendekati Idul Adha mendatang.

Joko mengimbau, agar masyarakat tidak lagi panik. Meski temuan kasus PMK di Bantul mencapai 272 ternak, DKPP telah melakukan upaya antisipasi untuk menekan penyebaran. Dengan membatasi hewan ternak dari luar daerah. Sera desinfeksi dan pengobatan ternak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/