alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Maksimalkan Bambu jadi Kerajinan

Mobile_AP_Rectangle 1

GLAGAHWERO, Radar Jember – Kerajinan tangan perajin lokal patut mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Sebab, mereka adalah aset yang berpotensi bagi kemajuan ekonomi daerah. Seperti kerajinan lampu hias yang ada di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat. Anyaman bambu yang estetis mampu memberikan nilai seni pada bentuk kerajinan tersebut.

BACA JUGA : Usaha Pembakaran Batu Gamping Terancam Tutup

Sebagai usaha yang dikerjakan dari rumah, Rizal membuat kerajinan anyaman bambu dengan suka cita. Dia anggap pekerjaanya itu adalah hobinya.  “Saya mulai senang dengan kerajinan itu sejak tahun 1998. Awalnya melihat keluarga yang sedang membuat anyaman, akhirnya saya belajar,” kata Fauzi Rizal kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia membentuk anyaman bambu menjadi berbagai macam model lampu. Di antaranya lampu tidur, lampu belajar, dan lampu ruang tamu. Semua bentukan lampu tersebut berasal dari bambu.

Rizal membuat kerajinan lampu yang terbuat dari bambu tersebut setiap hari, dengan berbagai model. Ada model untuk ditempel di tembok, model duduk di atas meja, serta model gantung di ruang tamu. “Lampunya bisa sesuai selera masing-masing, Saya hanya menyiapkan saluran kelistrikan yang menghidupkan lampu,” terangnya.

- Advertisement -

GLAGAHWERO, Radar Jember – Kerajinan tangan perajin lokal patut mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Sebab, mereka adalah aset yang berpotensi bagi kemajuan ekonomi daerah. Seperti kerajinan lampu hias yang ada di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat. Anyaman bambu yang estetis mampu memberikan nilai seni pada bentuk kerajinan tersebut.

BACA JUGA : Usaha Pembakaran Batu Gamping Terancam Tutup

Sebagai usaha yang dikerjakan dari rumah, Rizal membuat kerajinan anyaman bambu dengan suka cita. Dia anggap pekerjaanya itu adalah hobinya.  “Saya mulai senang dengan kerajinan itu sejak tahun 1998. Awalnya melihat keluarga yang sedang membuat anyaman, akhirnya saya belajar,” kata Fauzi Rizal kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dia membentuk anyaman bambu menjadi berbagai macam model lampu. Di antaranya lampu tidur, lampu belajar, dan lampu ruang tamu. Semua bentukan lampu tersebut berasal dari bambu.

Rizal membuat kerajinan lampu yang terbuat dari bambu tersebut setiap hari, dengan berbagai model. Ada model untuk ditempel di tembok, model duduk di atas meja, serta model gantung di ruang tamu. “Lampunya bisa sesuai selera masing-masing, Saya hanya menyiapkan saluran kelistrikan yang menghidupkan lampu,” terangnya.

GLAGAHWERO, Radar Jember – Kerajinan tangan perajin lokal patut mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Sebab, mereka adalah aset yang berpotensi bagi kemajuan ekonomi daerah. Seperti kerajinan lampu hias yang ada di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat. Anyaman bambu yang estetis mampu memberikan nilai seni pada bentuk kerajinan tersebut.

BACA JUGA : Usaha Pembakaran Batu Gamping Terancam Tutup

Sebagai usaha yang dikerjakan dari rumah, Rizal membuat kerajinan anyaman bambu dengan suka cita. Dia anggap pekerjaanya itu adalah hobinya.  “Saya mulai senang dengan kerajinan itu sejak tahun 1998. Awalnya melihat keluarga yang sedang membuat anyaman, akhirnya saya belajar,” kata Fauzi Rizal kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dia membentuk anyaman bambu menjadi berbagai macam model lampu. Di antaranya lampu tidur, lampu belajar, dan lampu ruang tamu. Semua bentukan lampu tersebut berasal dari bambu.

Rizal membuat kerajinan lampu yang terbuat dari bambu tersebut setiap hari, dengan berbagai model. Ada model untuk ditempel di tembok, model duduk di atas meja, serta model gantung di ruang tamu. “Lampunya bisa sesuai selera masing-masing, Saya hanya menyiapkan saluran kelistrikan yang menghidupkan lampu,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/