alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Nggak Mudik, Bisnis Daring Saja

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang berbuka puasa, Sofiatul Annisa tampak sibuk mengutak-atik beberapa barang yang dia kemas rapi, kemarin (5/5) sore. Tak jarang, sesekali wajahnya tampak semringah, lantaran berkah Ramadan yang dia terima dalam meluangkan waktu sambil berdagang itu.

Dia menjelaskan bahwa peluang dagang menjelang Lebaran ini sangat menghasilkan keuntungan. “Bayangkan saja, sebelum Ramadan, penjualan bisa mencapai 100 item per bulan,” ungkap warga Perumahan Bernady Land, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, tersebut. Bahkan, penjualan meningkat sebesar 50 persen selama Ramadan.

Wanita berusia 25 tahun itu menyatakan bahwa penjualannya sudah mencapai 150 item hingga kemarin. “Padahal, Lebaran masih tersisa delapan hari lagi,” candanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sofi memaparkan bahwa pihaknya hanya berperan sebagai reseller alias menjual kembali dagangan orang. Menurut dia, beberapa barang menjadi laris terjual mendekati Lebaran ini. “Terutama mukena, baju koko, dan pakaian wanita,” ujar ibu satu anak itu.

Ya, di masa pandemi ini, dia tak segan-segan membuka lapak dagangan produk apa pun. “Pokoknya apa saja tak jual. Termasuk kurma sama kue kering. Kan mumpung Ramadan,” ungkapnya. Tidak hanya itu, dagangan produk elektroniknya juga meningkat dan mulai merambah ke konter-konter.

Menurut dia, aktivitas berdagang secara daring itu bisa dimanfaatkan untuk orang-orang yang berhalangan mudik karena adanya pembatasan. Meski tak semua orang memiliki bakat bisnis, dia mengimbau masyarakat untuk bersakit-sakit dahulu, lalu bersenang-senang kemudian. Artinya, dengan menunda mudik dulu supaya pandemi segera berakhir. “Biar kita juga bisa segera bersenang-senang bertemu dengan keluarga tanpa ada penghalang alias korona,” ucapnya.

Ongkos mudik yang tak sedikit itu, kata dia, bisa digunakan untuk modal berbisnis. “Lagi pula, sekarang bisa video call untuk mengobati kerinduan dengan keluarga di kampung halaman,” katanya. Memang rasanya berbeda jika dibandingkan bertemu secara langsung. Tetapi, hal itu lebih baik demi kebaikan bersama.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang berbuka puasa, Sofiatul Annisa tampak sibuk mengutak-atik beberapa barang yang dia kemas rapi, kemarin (5/5) sore. Tak jarang, sesekali wajahnya tampak semringah, lantaran berkah Ramadan yang dia terima dalam meluangkan waktu sambil berdagang itu.

Dia menjelaskan bahwa peluang dagang menjelang Lebaran ini sangat menghasilkan keuntungan. “Bayangkan saja, sebelum Ramadan, penjualan bisa mencapai 100 item per bulan,” ungkap warga Perumahan Bernady Land, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, tersebut. Bahkan, penjualan meningkat sebesar 50 persen selama Ramadan.

Wanita berusia 25 tahun itu menyatakan bahwa penjualannya sudah mencapai 150 item hingga kemarin. “Padahal, Lebaran masih tersisa delapan hari lagi,” candanya.

Sofi memaparkan bahwa pihaknya hanya berperan sebagai reseller alias menjual kembali dagangan orang. Menurut dia, beberapa barang menjadi laris terjual mendekati Lebaran ini. “Terutama mukena, baju koko, dan pakaian wanita,” ujar ibu satu anak itu.

Ya, di masa pandemi ini, dia tak segan-segan membuka lapak dagangan produk apa pun. “Pokoknya apa saja tak jual. Termasuk kurma sama kue kering. Kan mumpung Ramadan,” ungkapnya. Tidak hanya itu, dagangan produk elektroniknya juga meningkat dan mulai merambah ke konter-konter.

Menurut dia, aktivitas berdagang secara daring itu bisa dimanfaatkan untuk orang-orang yang berhalangan mudik karena adanya pembatasan. Meski tak semua orang memiliki bakat bisnis, dia mengimbau masyarakat untuk bersakit-sakit dahulu, lalu bersenang-senang kemudian. Artinya, dengan menunda mudik dulu supaya pandemi segera berakhir. “Biar kita juga bisa segera bersenang-senang bertemu dengan keluarga tanpa ada penghalang alias korona,” ucapnya.

Ongkos mudik yang tak sedikit itu, kata dia, bisa digunakan untuk modal berbisnis. “Lagi pula, sekarang bisa video call untuk mengobati kerinduan dengan keluarga di kampung halaman,” katanya. Memang rasanya berbeda jika dibandingkan bertemu secara langsung. Tetapi, hal itu lebih baik demi kebaikan bersama.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang berbuka puasa, Sofiatul Annisa tampak sibuk mengutak-atik beberapa barang yang dia kemas rapi, kemarin (5/5) sore. Tak jarang, sesekali wajahnya tampak semringah, lantaran berkah Ramadan yang dia terima dalam meluangkan waktu sambil berdagang itu.

Dia menjelaskan bahwa peluang dagang menjelang Lebaran ini sangat menghasilkan keuntungan. “Bayangkan saja, sebelum Ramadan, penjualan bisa mencapai 100 item per bulan,” ungkap warga Perumahan Bernady Land, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, tersebut. Bahkan, penjualan meningkat sebesar 50 persen selama Ramadan.

Wanita berusia 25 tahun itu menyatakan bahwa penjualannya sudah mencapai 150 item hingga kemarin. “Padahal, Lebaran masih tersisa delapan hari lagi,” candanya.

Sofi memaparkan bahwa pihaknya hanya berperan sebagai reseller alias menjual kembali dagangan orang. Menurut dia, beberapa barang menjadi laris terjual mendekati Lebaran ini. “Terutama mukena, baju koko, dan pakaian wanita,” ujar ibu satu anak itu.

Ya, di masa pandemi ini, dia tak segan-segan membuka lapak dagangan produk apa pun. “Pokoknya apa saja tak jual. Termasuk kurma sama kue kering. Kan mumpung Ramadan,” ungkapnya. Tidak hanya itu, dagangan produk elektroniknya juga meningkat dan mulai merambah ke konter-konter.

Menurut dia, aktivitas berdagang secara daring itu bisa dimanfaatkan untuk orang-orang yang berhalangan mudik karena adanya pembatasan. Meski tak semua orang memiliki bakat bisnis, dia mengimbau masyarakat untuk bersakit-sakit dahulu, lalu bersenang-senang kemudian. Artinya, dengan menunda mudik dulu supaya pandemi segera berakhir. “Biar kita juga bisa segera bersenang-senang bertemu dengan keluarga tanpa ada penghalang alias korona,” ucapnya.

Ongkos mudik yang tak sedikit itu, kata dia, bisa digunakan untuk modal berbisnis. “Lagi pula, sekarang bisa video call untuk mengobati kerinduan dengan keluarga di kampung halaman,” katanya. Memang rasanya berbeda jika dibandingkan bertemu secara langsung. Tetapi, hal itu lebih baik demi kebaikan bersama.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/