alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Potensi Cuan Udang Vaname, 100 Hari Hasilkan Satu Ton

Udang jenis vaname banyak dibudidayakan oleh masyarakat di pesisir selatan Jember. Salah satunya di Dusun Kalimalang, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas. Meskipun budi daya tambak warga itu tergolong konvensional, namun hasilnya lumayan menggiurkan.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kondisi pandemi yang mulai melandai harus diimbangi dengan pemulihan perekonomian level bawah, khususnya di masyarakat. Hal inilah yang diyakini sejumlah warga di Dusun Kalimalang, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas. Di sana ada beberapa warga yang memutar mata pencariannya sebagai pembudi daya udang jenis vaname.

Baca Juga : Cegah Dampak Inflasi Pangan, Intensifkan Program Perlindungan Sosial

Model budi dayanya sepintas mirip seperti budi daya tambak kebanyakan. Namun, warga tidak melakukannya di dekat pesisir pantai, melainkan di wilayah air payau, yang memiliki jarak sekitar dua kilometer dari bibir pantai.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut salah seorang petambak udang vaname, Miskan, awalnya lahan tidur yang tidak digunakan milik mereka itu disulap menjadi ladang penghasil cuan dengan adanya budi daya vaname.

Dari hasil budi daya tersebut, dalam satu kali panen selama kurun waktu tiga bulan, pembudi daya mampu menghasilkan udang hingga satu ton dari tambak seluas 15 meter persegi. “Ada belasan warga yang menjadi pembudi daya tambak vaname di sini,” aku Miskan saat ditemui awak media.

Pria 35 tahun ini mengatakan, warga yang dulunya petani kini sebagian beralih menjadi pembudi daya udang berkat peluang dan potensi budi daya udang vaname yang menggiurkan tersebut. Miskan sendiri mengaku, di tanahnya seluas satu hektare itu dirinya membuat enam kotak kolam budi daya udang vaname dengan ukuran 15 meter persegi.

Untuk merawat budi daya tambak yang dikelolanya itu, kata dia, memang dibutuhkan air asin sebagai kebutuhan dasar tambak udang. “Untuk mencari air asin, kami melakukan pengeboran dasar hingga keluar air asinnya,” ujarnya .

Sementara itu, mengenai peralatan yang digunakan, tambak udang rakyat itu cukup sederhana. Beberapa dibuat dari bahan bekas seperti terpal bekas untuk kotak kolam.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kondisi pandemi yang mulai melandai harus diimbangi dengan pemulihan perekonomian level bawah, khususnya di masyarakat. Hal inilah yang diyakini sejumlah warga di Dusun Kalimalang, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas. Di sana ada beberapa warga yang memutar mata pencariannya sebagai pembudi daya udang jenis vaname.

Baca Juga : Cegah Dampak Inflasi Pangan, Intensifkan Program Perlindungan Sosial

Model budi dayanya sepintas mirip seperti budi daya tambak kebanyakan. Namun, warga tidak melakukannya di dekat pesisir pantai, melainkan di wilayah air payau, yang memiliki jarak sekitar dua kilometer dari bibir pantai.

Menurut salah seorang petambak udang vaname, Miskan, awalnya lahan tidur yang tidak digunakan milik mereka itu disulap menjadi ladang penghasil cuan dengan adanya budi daya vaname.

Dari hasil budi daya tersebut, dalam satu kali panen selama kurun waktu tiga bulan, pembudi daya mampu menghasilkan udang hingga satu ton dari tambak seluas 15 meter persegi. “Ada belasan warga yang menjadi pembudi daya tambak vaname di sini,” aku Miskan saat ditemui awak media.

Pria 35 tahun ini mengatakan, warga yang dulunya petani kini sebagian beralih menjadi pembudi daya udang berkat peluang dan potensi budi daya udang vaname yang menggiurkan tersebut. Miskan sendiri mengaku, di tanahnya seluas satu hektare itu dirinya membuat enam kotak kolam budi daya udang vaname dengan ukuran 15 meter persegi.

Untuk merawat budi daya tambak yang dikelolanya itu, kata dia, memang dibutuhkan air asin sebagai kebutuhan dasar tambak udang. “Untuk mencari air asin, kami melakukan pengeboran dasar hingga keluar air asinnya,” ujarnya .

Sementara itu, mengenai peralatan yang digunakan, tambak udang rakyat itu cukup sederhana. Beberapa dibuat dari bahan bekas seperti terpal bekas untuk kotak kolam.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kondisi pandemi yang mulai melandai harus diimbangi dengan pemulihan perekonomian level bawah, khususnya di masyarakat. Hal inilah yang diyakini sejumlah warga di Dusun Kalimalang, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas. Di sana ada beberapa warga yang memutar mata pencariannya sebagai pembudi daya udang jenis vaname.

Baca Juga : Cegah Dampak Inflasi Pangan, Intensifkan Program Perlindungan Sosial

Model budi dayanya sepintas mirip seperti budi daya tambak kebanyakan. Namun, warga tidak melakukannya di dekat pesisir pantai, melainkan di wilayah air payau, yang memiliki jarak sekitar dua kilometer dari bibir pantai.

Menurut salah seorang petambak udang vaname, Miskan, awalnya lahan tidur yang tidak digunakan milik mereka itu disulap menjadi ladang penghasil cuan dengan adanya budi daya vaname.

Dari hasil budi daya tersebut, dalam satu kali panen selama kurun waktu tiga bulan, pembudi daya mampu menghasilkan udang hingga satu ton dari tambak seluas 15 meter persegi. “Ada belasan warga yang menjadi pembudi daya tambak vaname di sini,” aku Miskan saat ditemui awak media.

Pria 35 tahun ini mengatakan, warga yang dulunya petani kini sebagian beralih menjadi pembudi daya udang berkat peluang dan potensi budi daya udang vaname yang menggiurkan tersebut. Miskan sendiri mengaku, di tanahnya seluas satu hektare itu dirinya membuat enam kotak kolam budi daya udang vaname dengan ukuran 15 meter persegi.

Untuk merawat budi daya tambak yang dikelolanya itu, kata dia, memang dibutuhkan air asin sebagai kebutuhan dasar tambak udang. “Untuk mencari air asin, kami melakukan pengeboran dasar hingga keluar air asinnya,” ujarnya .

Sementara itu, mengenai peralatan yang digunakan, tambak udang rakyat itu cukup sederhana. Beberapa dibuat dari bahan bekas seperti terpal bekas untuk kotak kolam.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/