alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Minyak Goreng Nonkemasan Tetap Jadi Pilihan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harga minyak goreng kemasan terbilang memberatkan banyak orang. Pasalnya, banyak masyarakat yang tetap memilih minyak goreng (migor) curah sebagai alternatif. Harga minyak kemasan dengan minyak curah memang terpaut cukup jauh untuk setiap liternya, yaitu bisa mencapai Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu.

Baca Juga : Minyak Curah Langka, Harga di Atas HET

Seperti diketahui, harga minyak goreng kemasan saat ini berada pada kisaran harga Rp 20 ribu sampai 24 ribu. Sementara, minyak goreng curah ada pada kisaran harga Rp 15.500 per liter.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pedagang di pasar Mumbulsari, Jiani, mengatakan, saat ini penjualan migor curah jauh lebih meningkat daripada sebelumnya. Hal itu karena subsidi migor kemasan dicabut. Ditambah dengan pemberlakuan harga eceran tertinggi (HET) pada minyak goreng curah satu harga. “Dalam sehari, 1 kuintal minyak pasti habis,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa (5/4).

Jiani juga menjelaskan, bukan hanya ibu rumah tangga yang banyak beralih ke minyak goreng curah. Pedagang gorengan pun demikian. Hal itu karena harga yang lebih murah. “Sekali belanja minyak curah, mereka langsung beli banyak. Katanya untuk jualan gorengan di rumahnya. Tapi, saya batasi maksimal 3 liter per hari. Supaya yang lain juga kebagian,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Sumiah, salah seorang konsumen, mengatakan bahwa dirinya menyesuaikan dengan kondisi perekonomian keluarganya dalam berbelanja bahan pokok seperti migor. Dirinya mengaku akan memburu harga yang lebih murah. Asalkan barangnya masih layak untuk dikonsumsi serta tidak berbahaya untuk kesehatan. “Termasuk minyak curah ini,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harga minyak goreng kemasan terbilang memberatkan banyak orang. Pasalnya, banyak masyarakat yang tetap memilih minyak goreng (migor) curah sebagai alternatif. Harga minyak kemasan dengan minyak curah memang terpaut cukup jauh untuk setiap liternya, yaitu bisa mencapai Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu.

Baca Juga : Minyak Curah Langka, Harga di Atas HET

Seperti diketahui, harga minyak goreng kemasan saat ini berada pada kisaran harga Rp 20 ribu sampai 24 ribu. Sementara, minyak goreng curah ada pada kisaran harga Rp 15.500 per liter.

Pedagang di pasar Mumbulsari, Jiani, mengatakan, saat ini penjualan migor curah jauh lebih meningkat daripada sebelumnya. Hal itu karena subsidi migor kemasan dicabut. Ditambah dengan pemberlakuan harga eceran tertinggi (HET) pada minyak goreng curah satu harga. “Dalam sehari, 1 kuintal minyak pasti habis,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa (5/4).

Jiani juga menjelaskan, bukan hanya ibu rumah tangga yang banyak beralih ke minyak goreng curah. Pedagang gorengan pun demikian. Hal itu karena harga yang lebih murah. “Sekali belanja minyak curah, mereka langsung beli banyak. Katanya untuk jualan gorengan di rumahnya. Tapi, saya batasi maksimal 3 liter per hari. Supaya yang lain juga kebagian,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Sumiah, salah seorang konsumen, mengatakan bahwa dirinya menyesuaikan dengan kondisi perekonomian keluarganya dalam berbelanja bahan pokok seperti migor. Dirinya mengaku akan memburu harga yang lebih murah. Asalkan barangnya masih layak untuk dikonsumsi serta tidak berbahaya untuk kesehatan. “Termasuk minyak curah ini,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harga minyak goreng kemasan terbilang memberatkan banyak orang. Pasalnya, banyak masyarakat yang tetap memilih minyak goreng (migor) curah sebagai alternatif. Harga minyak kemasan dengan minyak curah memang terpaut cukup jauh untuk setiap liternya, yaitu bisa mencapai Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu.

Baca Juga : Minyak Curah Langka, Harga di Atas HET

Seperti diketahui, harga minyak goreng kemasan saat ini berada pada kisaran harga Rp 20 ribu sampai 24 ribu. Sementara, minyak goreng curah ada pada kisaran harga Rp 15.500 per liter.

Pedagang di pasar Mumbulsari, Jiani, mengatakan, saat ini penjualan migor curah jauh lebih meningkat daripada sebelumnya. Hal itu karena subsidi migor kemasan dicabut. Ditambah dengan pemberlakuan harga eceran tertinggi (HET) pada minyak goreng curah satu harga. “Dalam sehari, 1 kuintal minyak pasti habis,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa (5/4).

Jiani juga menjelaskan, bukan hanya ibu rumah tangga yang banyak beralih ke minyak goreng curah. Pedagang gorengan pun demikian. Hal itu karena harga yang lebih murah. “Sekali belanja minyak curah, mereka langsung beli banyak. Katanya untuk jualan gorengan di rumahnya. Tapi, saya batasi maksimal 3 liter per hari. Supaya yang lain juga kebagian,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Sumiah, salah seorang konsumen, mengatakan bahwa dirinya menyesuaikan dengan kondisi perekonomian keluarganya dalam berbelanja bahan pokok seperti migor. Dirinya mengaku akan memburu harga yang lebih murah. Asalkan barangnya masih layak untuk dikonsumsi serta tidak berbahaya untuk kesehatan. “Termasuk minyak curah ini,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/