alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Jatah Urea Subsidi Kian Tipis

Tahun Ini Berkurang 8,2 Ribu Ton

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lagi-lagi, kebijakan penetapan kuota pupuk bersubsidi merugikan petani. Sebab, pemerintah kembali mengurangi jatah urea bersubsidi tersebut. Bahkan untuk Jember, kuotanya berkurang mencapai angka 8,2 ribu ton. Diprediksi, kondisi ini akan membuat petani semakin kelimpungan.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Asisten Account Executive PT Pupuk Kaltim di Jember Nursalim mengatakan, alokasi pupuk urea subsidi di Jember tahun 2021 ini memang lebih rendah bila dibandingkan tahun sebelumnya. Setidaknya, terdapat selisih 8,2 ribu ton. “Tahun ini ada 52.651 ton urea subsidi. Sementara, tahun 2020 lalu ada 60.868 ton,” jelasnya.

Sementara itu, kata Nursalim, alokasi pupuk subsidi di Jember selain urea ada SP-36 dengan alokasi 3.300 ton, pupuk ZA 18.494 ton, NPK 24.041 ton, pupuk organik 7.041 ton, dan pupuk cair 13.463 liter. Sedangkan, perbandingan alokasi pupuk subsidi tahun 2020 lalu, untuk SP 36 ada 2.996 ton, ZA sebesar 29.103 ton, pupuk NPK 34.774 ton, dan pupuk organik 14.604 ton.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, jumlah Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang diajukan Pemkab Jember juga selisih dengan kuota yang dikeluarkan Kementerian Pertanian. Yakni, urea 52.720 ton, SP-36 4.905 ton, ZA 36.896 ton, dan NPK sebanyak 64.378 ton. Sedangkan pupuk organik sebanyak 27.955 ton.

Agar tidak terjadi kekhawatiran kelangkaan pupuk di tingkat petani, pria asal Umbulsari ini mengungkapkan, pihaknya menyediakan stok pupuk urea nonsubsidi di setiap kios. “Dengan terbatasnya alokasi pupuk subsidi di Jember, pihak produsen menyediakan pupuk nonsubsidi di lini empat. Ini untuk menyediakan bagi petani yang tidak masuk dalam e-RDKK dan yang mau menambah pupuk,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lagi-lagi, kebijakan penetapan kuota pupuk bersubsidi merugikan petani. Sebab, pemerintah kembali mengurangi jatah urea bersubsidi tersebut. Bahkan untuk Jember, kuotanya berkurang mencapai angka 8,2 ribu ton. Diprediksi, kondisi ini akan membuat petani semakin kelimpungan.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Asisten Account Executive PT Pupuk Kaltim di Jember Nursalim mengatakan, alokasi pupuk urea subsidi di Jember tahun 2021 ini memang lebih rendah bila dibandingkan tahun sebelumnya. Setidaknya, terdapat selisih 8,2 ribu ton. “Tahun ini ada 52.651 ton urea subsidi. Sementara, tahun 2020 lalu ada 60.868 ton,” jelasnya.

Sementara itu, kata Nursalim, alokasi pupuk subsidi di Jember selain urea ada SP-36 dengan alokasi 3.300 ton, pupuk ZA 18.494 ton, NPK 24.041 ton, pupuk organik 7.041 ton, dan pupuk cair 13.463 liter. Sedangkan, perbandingan alokasi pupuk subsidi tahun 2020 lalu, untuk SP 36 ada 2.996 ton, ZA sebesar 29.103 ton, pupuk NPK 34.774 ton, dan pupuk organik 14.604 ton.

Menurutnya, jumlah Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang diajukan Pemkab Jember juga selisih dengan kuota yang dikeluarkan Kementerian Pertanian. Yakni, urea 52.720 ton, SP-36 4.905 ton, ZA 36.896 ton, dan NPK sebanyak 64.378 ton. Sedangkan pupuk organik sebanyak 27.955 ton.

Agar tidak terjadi kekhawatiran kelangkaan pupuk di tingkat petani, pria asal Umbulsari ini mengungkapkan, pihaknya menyediakan stok pupuk urea nonsubsidi di setiap kios. “Dengan terbatasnya alokasi pupuk subsidi di Jember, pihak produsen menyediakan pupuk nonsubsidi di lini empat. Ini untuk menyediakan bagi petani yang tidak masuk dalam e-RDKK dan yang mau menambah pupuk,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lagi-lagi, kebijakan penetapan kuota pupuk bersubsidi merugikan petani. Sebab, pemerintah kembali mengurangi jatah urea bersubsidi tersebut. Bahkan untuk Jember, kuotanya berkurang mencapai angka 8,2 ribu ton. Diprediksi, kondisi ini akan membuat petani semakin kelimpungan.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Asisten Account Executive PT Pupuk Kaltim di Jember Nursalim mengatakan, alokasi pupuk urea subsidi di Jember tahun 2021 ini memang lebih rendah bila dibandingkan tahun sebelumnya. Setidaknya, terdapat selisih 8,2 ribu ton. “Tahun ini ada 52.651 ton urea subsidi. Sementara, tahun 2020 lalu ada 60.868 ton,” jelasnya.

Sementara itu, kata Nursalim, alokasi pupuk subsidi di Jember selain urea ada SP-36 dengan alokasi 3.300 ton, pupuk ZA 18.494 ton, NPK 24.041 ton, pupuk organik 7.041 ton, dan pupuk cair 13.463 liter. Sedangkan, perbandingan alokasi pupuk subsidi tahun 2020 lalu, untuk SP 36 ada 2.996 ton, ZA sebesar 29.103 ton, pupuk NPK 34.774 ton, dan pupuk organik 14.604 ton.

Menurutnya, jumlah Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang diajukan Pemkab Jember juga selisih dengan kuota yang dikeluarkan Kementerian Pertanian. Yakni, urea 52.720 ton, SP-36 4.905 ton, ZA 36.896 ton, dan NPK sebanyak 64.378 ton. Sedangkan pupuk organik sebanyak 27.955 ton.

Agar tidak terjadi kekhawatiran kelangkaan pupuk di tingkat petani, pria asal Umbulsari ini mengungkapkan, pihaknya menyediakan stok pupuk urea nonsubsidi di setiap kios. “Dengan terbatasnya alokasi pupuk subsidi di Jember, pihak produsen menyediakan pupuk nonsubsidi di lini empat. Ini untuk menyediakan bagi petani yang tidak masuk dalam e-RDKK dan yang mau menambah pupuk,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/