alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Jelang Nataru Stok Beras Aman

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), kebutuhan pangan biasanya bakal meningkat. Namun, ketersediaan beras di Jember dipastikan masih aman. Stok beras dari Bulog Sub Divre Jember hingga sekarang masih mencukupi.

Kepala Bulog Sub Divre Jember Jamaludin mengatakan, stok beras di Bulog Jember masih mencapai 58 ribu ton. Bahkan hingga panen selanjutnya masih cukup aman. Terlebih saat ini, pihaknya juga menjalankan program dari pemerintah pusat, yaitu Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) untuk beras medium.

“Kami terus memasok komoditas pangan, khususnya beras medium melalui distributor, agen-agen, warung, bahkan kerjasama dengan BUMN. Sebanyak mungkin kami menggelontorkan beras medium ke pasaran,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, sejauh ini Bulog belum ada permintaan lebih dari mitra-mitra yang ada. Meskipun, kata Jamaludin, dari sisi distributor dan suplier jumlahnya cukup banyak yang mencapai 500 toko. Ratusan toko ini rutin menerima distribusi beras dari Bulog. “Kami juga turun langsung ke pasar atau toko,” terangnya.

Jamaludin menyebut, target pendistribusian beras ke masyarakat per tahunnya mencapai 22 ribu ton. Sedangkan per bulannya mencapai angka 1.800 ton. Sementara secara nasional, targetnya dapat menembus pada angka 15-20 ribu ton per bulan. “Permintaan terbanyak beras mulai akhir Oktober kemarin hingga November ini. Prediksinya permintaan beras yang tinggi bisa pada Februari mendatang. Karena Maret baru memasuki masa panen,” katanya.

Tingginya permintaan beras tersebut tak hanya untuk yang medium saja, tapi juga kualitas yang lain. Sebab, selera masyarakat berbeda-beda. Meski begitu, pihaknya memastikan beras medium tetap tersedia di pasaran. “Untuk Nataru nanti, bulan ini sudah terlihat peningkatannya. Tapi masyarakat tidak perlu khawatir, stok di Bulog sangat aman. Jadi tidak ada kata kerawanan beras. Karena stoknya memang cukup banyak,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bulog Jember tak hanya melayani kebutuhan pangan di Jember saja. Menurut Jamaludin, pihaknya juga memasok kebutuhan daerah lain. “Kalau ada permintaan kantor pusat untuk menyalurkan ke kota lainnya, seperti di Kalimantan ya kami kirimkan,” beber dia.

Lalu bagaimana soal harga beras, apakah bakal stabil? Menjawab pertanyaan itu Jamaludin menyatakan, untuk stabilisasi harga beras pihaknya telah membentuk Tim Ketersediaan Pasokan Stabilisasi Harga (KPSH) yang bertugas menyetabilkan harga. Bahkan Tim KPSH memiliki jadwal rutin memantau harga di pasar-pasar.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), kebutuhan pangan biasanya bakal meningkat. Namun, ketersediaan beras di Jember dipastikan masih aman. Stok beras dari Bulog Sub Divre Jember hingga sekarang masih mencukupi.

Kepala Bulog Sub Divre Jember Jamaludin mengatakan, stok beras di Bulog Jember masih mencapai 58 ribu ton. Bahkan hingga panen selanjutnya masih cukup aman. Terlebih saat ini, pihaknya juga menjalankan program dari pemerintah pusat, yaitu Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) untuk beras medium.

“Kami terus memasok komoditas pangan, khususnya beras medium melalui distributor, agen-agen, warung, bahkan kerjasama dengan BUMN. Sebanyak mungkin kami menggelontorkan beras medium ke pasaran,” ucapnya.

Namun, sejauh ini Bulog belum ada permintaan lebih dari mitra-mitra yang ada. Meskipun, kata Jamaludin, dari sisi distributor dan suplier jumlahnya cukup banyak yang mencapai 500 toko. Ratusan toko ini rutin menerima distribusi beras dari Bulog. “Kami juga turun langsung ke pasar atau toko,” terangnya.

Jamaludin menyebut, target pendistribusian beras ke masyarakat per tahunnya mencapai 22 ribu ton. Sedangkan per bulannya mencapai angka 1.800 ton. Sementara secara nasional, targetnya dapat menembus pada angka 15-20 ribu ton per bulan. “Permintaan terbanyak beras mulai akhir Oktober kemarin hingga November ini. Prediksinya permintaan beras yang tinggi bisa pada Februari mendatang. Karena Maret baru memasuki masa panen,” katanya.

Tingginya permintaan beras tersebut tak hanya untuk yang medium saja, tapi juga kualitas yang lain. Sebab, selera masyarakat berbeda-beda. Meski begitu, pihaknya memastikan beras medium tetap tersedia di pasaran. “Untuk Nataru nanti, bulan ini sudah terlihat peningkatannya. Tapi masyarakat tidak perlu khawatir, stok di Bulog sangat aman. Jadi tidak ada kata kerawanan beras. Karena stoknya memang cukup banyak,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bulog Jember tak hanya melayani kebutuhan pangan di Jember saja. Menurut Jamaludin, pihaknya juga memasok kebutuhan daerah lain. “Kalau ada permintaan kantor pusat untuk menyalurkan ke kota lainnya, seperti di Kalimantan ya kami kirimkan,” beber dia.

Lalu bagaimana soal harga beras, apakah bakal stabil? Menjawab pertanyaan itu Jamaludin menyatakan, untuk stabilisasi harga beras pihaknya telah membentuk Tim Ketersediaan Pasokan Stabilisasi Harga (KPSH) yang bertugas menyetabilkan harga. Bahkan Tim KPSH memiliki jadwal rutin memantau harga di pasar-pasar.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), kebutuhan pangan biasanya bakal meningkat. Namun, ketersediaan beras di Jember dipastikan masih aman. Stok beras dari Bulog Sub Divre Jember hingga sekarang masih mencukupi.

Kepala Bulog Sub Divre Jember Jamaludin mengatakan, stok beras di Bulog Jember masih mencapai 58 ribu ton. Bahkan hingga panen selanjutnya masih cukup aman. Terlebih saat ini, pihaknya juga menjalankan program dari pemerintah pusat, yaitu Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) untuk beras medium.

“Kami terus memasok komoditas pangan, khususnya beras medium melalui distributor, agen-agen, warung, bahkan kerjasama dengan BUMN. Sebanyak mungkin kami menggelontorkan beras medium ke pasaran,” ucapnya.

Namun, sejauh ini Bulog belum ada permintaan lebih dari mitra-mitra yang ada. Meskipun, kata Jamaludin, dari sisi distributor dan suplier jumlahnya cukup banyak yang mencapai 500 toko. Ratusan toko ini rutin menerima distribusi beras dari Bulog. “Kami juga turun langsung ke pasar atau toko,” terangnya.

Jamaludin menyebut, target pendistribusian beras ke masyarakat per tahunnya mencapai 22 ribu ton. Sedangkan per bulannya mencapai angka 1.800 ton. Sementara secara nasional, targetnya dapat menembus pada angka 15-20 ribu ton per bulan. “Permintaan terbanyak beras mulai akhir Oktober kemarin hingga November ini. Prediksinya permintaan beras yang tinggi bisa pada Februari mendatang. Karena Maret baru memasuki masa panen,” katanya.

Tingginya permintaan beras tersebut tak hanya untuk yang medium saja, tapi juga kualitas yang lain. Sebab, selera masyarakat berbeda-beda. Meski begitu, pihaknya memastikan beras medium tetap tersedia di pasaran. “Untuk Nataru nanti, bulan ini sudah terlihat peningkatannya. Tapi masyarakat tidak perlu khawatir, stok di Bulog sangat aman. Jadi tidak ada kata kerawanan beras. Karena stoknya memang cukup banyak,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bulog Jember tak hanya melayani kebutuhan pangan di Jember saja. Menurut Jamaludin, pihaknya juga memasok kebutuhan daerah lain. “Kalau ada permintaan kantor pusat untuk menyalurkan ke kota lainnya, seperti di Kalimantan ya kami kirimkan,” beber dia.

Lalu bagaimana soal harga beras, apakah bakal stabil? Menjawab pertanyaan itu Jamaludin menyatakan, untuk stabilisasi harga beras pihaknya telah membentuk Tim Ketersediaan Pasokan Stabilisasi Harga (KPSH) yang bertugas menyetabilkan harga. Bahkan Tim KPSH memiliki jadwal rutin memantau harga di pasar-pasar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/