23.7 C
Jember
Saturday, 4 February 2023

Imbas Harga Sayur yang Anjlok, Lebih Baik Didiamkan sampai Busuk

Mobile_AP_Rectangle 1

Tak hanya dirinya, bahkan situasi tersebut juga dialami oleh sejumlah petani sayur lainnya. Dengan kondisi harga yang demikian, para petani memilih untuk memberikan gratis hasil sayur mereka. “Kami serahkan saja gratis kepada tetangga dan pesantren-pesantren terdekat. Ada juga yang dibiarkan membusuk di pohonnya,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Petani Jember Jumantoro mengatakan, jika harga terus-menerus terjun bebas seperti saat ini, sangat kecil kemungkinan generasi muda akan tertarik di dunia pertanian. Sebab, situasi saat ini seolah tidak memberikan harapan kesejahteraan bagi petani. “Harga tomat, kubis, terong, dan sayur lainnya malah lebih mahal masuk ke toilet dan bayar parkir. Terus, kapan petani di negeri agraris ini akan sejahtera?” pungkasnya. (Mun/c2/dwi)

- Advertisement -

Tak hanya dirinya, bahkan situasi tersebut juga dialami oleh sejumlah petani sayur lainnya. Dengan kondisi harga yang demikian, para petani memilih untuk memberikan gratis hasil sayur mereka. “Kami serahkan saja gratis kepada tetangga dan pesantren-pesantren terdekat. Ada juga yang dibiarkan membusuk di pohonnya,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Petani Jember Jumantoro mengatakan, jika harga terus-menerus terjun bebas seperti saat ini, sangat kecil kemungkinan generasi muda akan tertarik di dunia pertanian. Sebab, situasi saat ini seolah tidak memberikan harapan kesejahteraan bagi petani. “Harga tomat, kubis, terong, dan sayur lainnya malah lebih mahal masuk ke toilet dan bayar parkir. Terus, kapan petani di negeri agraris ini akan sejahtera?” pungkasnya. (Mun/c2/dwi)

Tak hanya dirinya, bahkan situasi tersebut juga dialami oleh sejumlah petani sayur lainnya. Dengan kondisi harga yang demikian, para petani memilih untuk memberikan gratis hasil sayur mereka. “Kami serahkan saja gratis kepada tetangga dan pesantren-pesantren terdekat. Ada juga yang dibiarkan membusuk di pohonnya,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Petani Jember Jumantoro mengatakan, jika harga terus-menerus terjun bebas seperti saat ini, sangat kecil kemungkinan generasi muda akan tertarik di dunia pertanian. Sebab, situasi saat ini seolah tidak memberikan harapan kesejahteraan bagi petani. “Harga tomat, kubis, terong, dan sayur lainnya malah lebih mahal masuk ke toilet dan bayar parkir. Terus, kapan petani di negeri agraris ini akan sejahtera?” pungkasnya. (Mun/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca