alexametrics
28.3 C
Jember
Saturday, 22 January 2022

Update Perkembangan Desain Rumah

Mobile_AP_Rectangle 1

EKONOMI Jember mulai tergerak ke arah positif setelah diterpa badai pandemi Covid-19. Walau belum normal seratus persen, tapi kondisi perekonomian yang berangsur membaik ini telah dirasakan oleh perajin gipsum. Salah satunya adalah Abdul Jalil.

Pria 51 tahun yang memiliki dua tempat usaha gipsum di Wirolegi dan Baratan tersebut, mengaku telah bernapas lega. Kini, karyawannya terus mencetak gipsum yang akan dipakai untuk lis langit-langit rumah. “Kalau gipsum ya sama, terdampak juga. Pembelian merosot,” paparnya.

Menurut dia, karena pandemi, banyak orang yang ingin menghemat pengeluaran. Rumah yang direncanakan direnovasi, pada akhirnya ditunda dan berdampak tidak ada pembelian gipsum. Walau begitu, Jalil tidak patah semangat. Dia tetap memproduksi meski tidak sebanyak sebelumnya.

- Advertisement -

EKONOMI Jember mulai tergerak ke arah positif setelah diterpa badai pandemi Covid-19. Walau belum normal seratus persen, tapi kondisi perekonomian yang berangsur membaik ini telah dirasakan oleh perajin gipsum. Salah satunya adalah Abdul Jalil.

Pria 51 tahun yang memiliki dua tempat usaha gipsum di Wirolegi dan Baratan tersebut, mengaku telah bernapas lega. Kini, karyawannya terus mencetak gipsum yang akan dipakai untuk lis langit-langit rumah. “Kalau gipsum ya sama, terdampak juga. Pembelian merosot,” paparnya.

Menurut dia, karena pandemi, banyak orang yang ingin menghemat pengeluaran. Rumah yang direncanakan direnovasi, pada akhirnya ditunda dan berdampak tidak ada pembelian gipsum. Walau begitu, Jalil tidak patah semangat. Dia tetap memproduksi meski tidak sebanyak sebelumnya.

EKONOMI Jember mulai tergerak ke arah positif setelah diterpa badai pandemi Covid-19. Walau belum normal seratus persen, tapi kondisi perekonomian yang berangsur membaik ini telah dirasakan oleh perajin gipsum. Salah satunya adalah Abdul Jalil.

Pria 51 tahun yang memiliki dua tempat usaha gipsum di Wirolegi dan Baratan tersebut, mengaku telah bernapas lega. Kini, karyawannya terus mencetak gipsum yang akan dipakai untuk lis langit-langit rumah. “Kalau gipsum ya sama, terdampak juga. Pembelian merosot,” paparnya.

Menurut dia, karena pandemi, banyak orang yang ingin menghemat pengeluaran. Rumah yang direncanakan direnovasi, pada akhirnya ditunda dan berdampak tidak ada pembelian gipsum. Walau begitu, Jalil tidak patah semangat. Dia tetap memproduksi meski tidak sebanyak sebelumnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca