alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Potensi Uang Palsu Juga Ada di ATM

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, Radar Jember – Bank Indonesia terus melakukan upaya pencegahan dalam menanggulangi peredaran uang palsu. Masyarakat juga diminta tetap waspada, termasuk pada momen mudik Lebaran. Bahkan, potensi uang palsu tak hanya ada di kegiatan jual beli, tapi juga ada di mesin ATM.

Saat Lebaran tentunya mobilitas transaksi masyarakat akan terus meningkat. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember Yukon Afrinaldo mengungkapkan, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan peredaran uang palsu. Utamanya dengan giat sosialisasi ke masyarakat dengan istilah Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah atau bisa disingkat CBP. “Kalau dulu kan istilahnya 3D, dilihat, diraba, dan diterawang, sekarang istilahnya ganti ke CBP,” terangnya

Dia melanjutkan, istilah Cinta Rupiah ditunjukkan dengan mengenali, merawat, dan menjaga rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI. Dengan menjaga dan merawat rupiah, ciri keaslian rupiah menjadi mudah dikenali dan menghindari peredaran uang palsu dan tidak layak edar. Kemudian, Bangga Rupiah, ditunjukkan dengan menggunakan rupiah pada setiap transaksi. “Dengan menggunakan rupiah pada setiap transaksi, maka kita sudah ikut membantu menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan membangun kepercayaan dunia pada rupiah” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara, Paham Rupiah ditunjukkan dengan memahami fungsi rupiah sebagai nilai tukar dan cara mengelolanya. Misalnya dengan bertransaksi dan berbelanja dengan bijak, berhemat, dan berinvestasi. “Kami banyak bekerja sama dengan berbagai pihak, untuk mengajari bagaimana sebenarnya keaslian uang rupiah kita itu,” paparnya.

- Advertisement -

KALIWATES, Radar Jember – Bank Indonesia terus melakukan upaya pencegahan dalam menanggulangi peredaran uang palsu. Masyarakat juga diminta tetap waspada, termasuk pada momen mudik Lebaran. Bahkan, potensi uang palsu tak hanya ada di kegiatan jual beli, tapi juga ada di mesin ATM.

Saat Lebaran tentunya mobilitas transaksi masyarakat akan terus meningkat. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember Yukon Afrinaldo mengungkapkan, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan peredaran uang palsu. Utamanya dengan giat sosialisasi ke masyarakat dengan istilah Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah atau bisa disingkat CBP. “Kalau dulu kan istilahnya 3D, dilihat, diraba, dan diterawang, sekarang istilahnya ganti ke CBP,” terangnya

Dia melanjutkan, istilah Cinta Rupiah ditunjukkan dengan mengenali, merawat, dan menjaga rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI. Dengan menjaga dan merawat rupiah, ciri keaslian rupiah menjadi mudah dikenali dan menghindari peredaran uang palsu dan tidak layak edar. Kemudian, Bangga Rupiah, ditunjukkan dengan menggunakan rupiah pada setiap transaksi. “Dengan menggunakan rupiah pada setiap transaksi, maka kita sudah ikut membantu menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan membangun kepercayaan dunia pada rupiah” jelasnya.

Sementara, Paham Rupiah ditunjukkan dengan memahami fungsi rupiah sebagai nilai tukar dan cara mengelolanya. Misalnya dengan bertransaksi dan berbelanja dengan bijak, berhemat, dan berinvestasi. “Kami banyak bekerja sama dengan berbagai pihak, untuk mengajari bagaimana sebenarnya keaslian uang rupiah kita itu,” paparnya.

KALIWATES, Radar Jember – Bank Indonesia terus melakukan upaya pencegahan dalam menanggulangi peredaran uang palsu. Masyarakat juga diminta tetap waspada, termasuk pada momen mudik Lebaran. Bahkan, potensi uang palsu tak hanya ada di kegiatan jual beli, tapi juga ada di mesin ATM.

Saat Lebaran tentunya mobilitas transaksi masyarakat akan terus meningkat. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember Yukon Afrinaldo mengungkapkan, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan peredaran uang palsu. Utamanya dengan giat sosialisasi ke masyarakat dengan istilah Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah atau bisa disingkat CBP. “Kalau dulu kan istilahnya 3D, dilihat, diraba, dan diterawang, sekarang istilahnya ganti ke CBP,” terangnya

Dia melanjutkan, istilah Cinta Rupiah ditunjukkan dengan mengenali, merawat, dan menjaga rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI. Dengan menjaga dan merawat rupiah, ciri keaslian rupiah menjadi mudah dikenali dan menghindari peredaran uang palsu dan tidak layak edar. Kemudian, Bangga Rupiah, ditunjukkan dengan menggunakan rupiah pada setiap transaksi. “Dengan menggunakan rupiah pada setiap transaksi, maka kita sudah ikut membantu menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan membangun kepercayaan dunia pada rupiah” jelasnya.

Sementara, Paham Rupiah ditunjukkan dengan memahami fungsi rupiah sebagai nilai tukar dan cara mengelolanya. Misalnya dengan bertransaksi dan berbelanja dengan bijak, berhemat, dan berinvestasi. “Kami banyak bekerja sama dengan berbagai pihak, untuk mengajari bagaimana sebenarnya keaslian uang rupiah kita itu,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/