alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Minyak Curah Langka, Harga di Atas HET

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di tengah mahalnya minyak goreng (migor) kemasan, sebagian masyarakat menaruh harapan pada minyak goreng curah. Ini karena harganya lebih murah. Sayangnya, keberadaan minyak curah hingga berita ini ditulis, kemarin (3/4), justru jarang alias langka.

Baca Juga : Selain Minyak dan Pertamax, Kini Harga Pulsa Ikut Naik

Harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram. Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Tanjung, Jember, pada Minggu (3/4), kebijakan ini tidak terjadi secara mulus. Banyak pedagang yang menjual minyak curah di atas harga itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal ini dianggap wajar oleh para pedagang, karena stoknya masih terbatas. Beberapa pedagang pun mengeluhkan kelangkaan minyak goreng curah karena sulit didapat. Ada yang kosong karena langsung habis dan ada yang biasanya menyediakan, tetapi saat ditanya justru tidak dijual.

Nggak jual, lagi kosong. Sulit sekarang. Panjang kalau saya ceritakan,” tutur Dayat, pedagang di Pasar Tanjung, saat ditanya soal ketersediaan minyak curah. Dia juga menuturkan bahwa sudah beberapa bulan tidak menjualnya karena memang tidak ada stok untuk dibeli. “Kalau jual ya biasanya Rp 20.000 per liter,” lanjutnya.

Keterangan yang sama juga diungkapkan oleh Slamet Junaidi, pedagang di pasar yang sama. “Nggak jual minyak curah,” katanya. Dia mengatakan bahwa sebelumnya memang menyediakan. Namun, lagi-lagi karena stok dari pedagang atau produsen kosong. “Stoknya lagi kosong. Nggak ada tempat yang dibuat beli,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di tengah mahalnya minyak goreng (migor) kemasan, sebagian masyarakat menaruh harapan pada minyak goreng curah. Ini karena harganya lebih murah. Sayangnya, keberadaan minyak curah hingga berita ini ditulis, kemarin (3/4), justru jarang alias langka.

Baca Juga : Selain Minyak dan Pertamax, Kini Harga Pulsa Ikut Naik

Harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram. Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Tanjung, Jember, pada Minggu (3/4), kebijakan ini tidak terjadi secara mulus. Banyak pedagang yang menjual minyak curah di atas harga itu.

Hal ini dianggap wajar oleh para pedagang, karena stoknya masih terbatas. Beberapa pedagang pun mengeluhkan kelangkaan minyak goreng curah karena sulit didapat. Ada yang kosong karena langsung habis dan ada yang biasanya menyediakan, tetapi saat ditanya justru tidak dijual.

Nggak jual, lagi kosong. Sulit sekarang. Panjang kalau saya ceritakan,” tutur Dayat, pedagang di Pasar Tanjung, saat ditanya soal ketersediaan minyak curah. Dia juga menuturkan bahwa sudah beberapa bulan tidak menjualnya karena memang tidak ada stok untuk dibeli. “Kalau jual ya biasanya Rp 20.000 per liter,” lanjutnya.

Keterangan yang sama juga diungkapkan oleh Slamet Junaidi, pedagang di pasar yang sama. “Nggak jual minyak curah,” katanya. Dia mengatakan bahwa sebelumnya memang menyediakan. Namun, lagi-lagi karena stok dari pedagang atau produsen kosong. “Stoknya lagi kosong. Nggak ada tempat yang dibuat beli,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di tengah mahalnya minyak goreng (migor) kemasan, sebagian masyarakat menaruh harapan pada minyak goreng curah. Ini karena harganya lebih murah. Sayangnya, keberadaan minyak curah hingga berita ini ditulis, kemarin (3/4), justru jarang alias langka.

Baca Juga : Selain Minyak dan Pertamax, Kini Harga Pulsa Ikut Naik

Harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram. Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Tanjung, Jember, pada Minggu (3/4), kebijakan ini tidak terjadi secara mulus. Banyak pedagang yang menjual minyak curah di atas harga itu.

Hal ini dianggap wajar oleh para pedagang, karena stoknya masih terbatas. Beberapa pedagang pun mengeluhkan kelangkaan minyak goreng curah karena sulit didapat. Ada yang kosong karena langsung habis dan ada yang biasanya menyediakan, tetapi saat ditanya justru tidak dijual.

Nggak jual, lagi kosong. Sulit sekarang. Panjang kalau saya ceritakan,” tutur Dayat, pedagang di Pasar Tanjung, saat ditanya soal ketersediaan minyak curah. Dia juga menuturkan bahwa sudah beberapa bulan tidak menjualnya karena memang tidak ada stok untuk dibeli. “Kalau jual ya biasanya Rp 20.000 per liter,” lanjutnya.

Keterangan yang sama juga diungkapkan oleh Slamet Junaidi, pedagang di pasar yang sama. “Nggak jual minyak curah,” katanya. Dia mengatakan bahwa sebelumnya memang menyediakan. Namun, lagi-lagi karena stok dari pedagang atau produsen kosong. “Stoknya lagi kosong. Nggak ada tempat yang dibuat beli,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/