alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Tak Mampu Bayar Pajak, PKL Buka Lapak di Trotoar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Trotoar yang ada di sepanjang jalan Letjen S Parman, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari dipenuhi dengan kehadiran pedagang kaki lima (PKL).

Terdapat sekitar 15 PKL yang setiap hari selalu mangkal di tempat tersebut. Anto misalnya, pedagang stiker motor yang hampir tujuh tahun berjualan di trotoar. Bukan tak tahu peraturan dia berjualan di sana. Namun, karena tak mampu membayar pajak. Dengan terpaksa ia harus melanggar aturan berjualan di trotoar. “Penghasilannya nggak seberapa, masak masih mau bayar pajak,” ungkapnya.

Dengan berjualan di trotoar yang tepat berada di bahu jalan raya ini, jualan miliknya juga mudah dibeli oleh pengendara yang melintas. Sehingga, peluang untuk mendapatkan hasil juga lebih besar. Sementara penghasilan utama yang ia miliki hanyalah hasil berjualan stiker itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sama halnya dengan Anto, Rahmiati (42) yang juga berjualan di tempat yang sama. Namun, dia baru memulai bisnisnya di trotoar sejak dua tahun yang lalu. Alasannya di trotoar cepat laku. “Kan orang lewat bisa langsung mampir kesini. Disini juga ramai jalannya,” tutur Rahmiati.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Trotoar yang ada di sepanjang jalan Letjen S Parman, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari dipenuhi dengan kehadiran pedagang kaki lima (PKL).

Terdapat sekitar 15 PKL yang setiap hari selalu mangkal di tempat tersebut. Anto misalnya, pedagang stiker motor yang hampir tujuh tahun berjualan di trotoar. Bukan tak tahu peraturan dia berjualan di sana. Namun, karena tak mampu membayar pajak. Dengan terpaksa ia harus melanggar aturan berjualan di trotoar. “Penghasilannya nggak seberapa, masak masih mau bayar pajak,” ungkapnya.

Dengan berjualan di trotoar yang tepat berada di bahu jalan raya ini, jualan miliknya juga mudah dibeli oleh pengendara yang melintas. Sehingga, peluang untuk mendapatkan hasil juga lebih besar. Sementara penghasilan utama yang ia miliki hanyalah hasil berjualan stiker itu.

Sama halnya dengan Anto, Rahmiati (42) yang juga berjualan di tempat yang sama. Namun, dia baru memulai bisnisnya di trotoar sejak dua tahun yang lalu. Alasannya di trotoar cepat laku. “Kan orang lewat bisa langsung mampir kesini. Disini juga ramai jalannya,” tutur Rahmiati.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Trotoar yang ada di sepanjang jalan Letjen S Parman, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari dipenuhi dengan kehadiran pedagang kaki lima (PKL).

Terdapat sekitar 15 PKL yang setiap hari selalu mangkal di tempat tersebut. Anto misalnya, pedagang stiker motor yang hampir tujuh tahun berjualan di trotoar. Bukan tak tahu peraturan dia berjualan di sana. Namun, karena tak mampu membayar pajak. Dengan terpaksa ia harus melanggar aturan berjualan di trotoar. “Penghasilannya nggak seberapa, masak masih mau bayar pajak,” ungkapnya.

Dengan berjualan di trotoar yang tepat berada di bahu jalan raya ini, jualan miliknya juga mudah dibeli oleh pengendara yang melintas. Sehingga, peluang untuk mendapatkan hasil juga lebih besar. Sementara penghasilan utama yang ia miliki hanyalah hasil berjualan stiker itu.

Sama halnya dengan Anto, Rahmiati (42) yang juga berjualan di tempat yang sama. Namun, dia baru memulai bisnisnya di trotoar sejak dua tahun yang lalu. Alasannya di trotoar cepat laku. “Kan orang lewat bisa langsung mampir kesini. Disini juga ramai jalannya,” tutur Rahmiati.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/