alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Ternyata ini yang Bisa Meningkatkan Kualitas dan Daya Jual

Pelaku Bisnis Mikro Ikuti Pelatihan

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Banyaknya jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Jember sudah tak diragukan lagi. Namun, sejauh ini tak sedikit dari mereka yang belum memiliki izin produk industri rumah tangga (PIRT), sebab produk yang dikelola belum sesuai dengan standar.

Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jember Sholeh mengatakan, hal ini menjadi salah satu yang perlu diperhatikan pelaku bisnis. Karena itu, dia mengajak 20 pelaku usaha mikro pemula dalam pelatihan teknik pengemasan produk makanan olahan.

Peserta merupakan para pelaku bisnis mikro yang betul-betul memiliki produk, namun belum begitu dikenal masyarakat dan belum mendapatkan izin PIRT. “Tujuannya agar produk yang dikemas memiliki nilai jual dan berstandar serta berdaya saing di pasaran. Selama ini produk mereka hanya dikemas dan diproduksi ala kadarnya, dan itu terlalu konvensional,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari pelatihan tersebut, lanjut Sholeh, ada dua manfaat yang bisa didapat. Yakni tambahan pengetahuan dan cara untuk meningkatkan nilai jual.

Kegiatan tersebut juga merupakan lanjutan dari sosialisasi alur perizinan PIRT yang dilaksanakan oleh Bidang Produksi dan Pemasaran Diskop Jember. Rencananya, seusai pelatihan tersebut juga akan dilakukan permohonan bantuan alat produksi kepada Biro Administrasi Keuangan (BAK). “Selanjutnya, kalau nanti dalam BAK disetujui, kami akan mendistribusikan bantuan berupa peralatannya,” imbuhnya.

Pelatihan yang digelar selama dua hari tersebut diisi dengan penjelasan materi tentang pengemasan yang dilaksanakan pada hari pertama, kemudian materi dan praktik pengemasan pada hari kedua. “Juga ada praktiknya. Jadi, kemasan yang mana menurut kacamata UM itu cocok dikaitkan dengan produk barangnya. Misal keripik, tidak hanya plastik transparan, tapi apa yang cocok. Besok (hari ini, Red) sekaligus praktik dan membawa peralatannya,” ucap Sholeh.

Dengan kemasan yang lebih aman dan modern sesuai standar, otomatis produk peserta pelatihan dapat dengan mudah diterima bahkan diminati masyarakat.

Di samping itu, forum pelatihan tersebut juga dilengkapi sesi diskusi yang membahas permasalahan umum yang terjadi pada pelaku UM. Kemudian, mencari solusi bersama dan dilanjutkan dengan realisasi oleh setiap pelaku UM. “Ini salah satu langkah agar penjualan mereka bisa meningkat. Kalau penjualan meningkat, orang sudah pada tertarik, yang akan diperoleh kan juga meningkat,” tuturnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Banyaknya jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Jember sudah tak diragukan lagi. Namun, sejauh ini tak sedikit dari mereka yang belum memiliki izin produk industri rumah tangga (PIRT), sebab produk yang dikelola belum sesuai dengan standar.

Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jember Sholeh mengatakan, hal ini menjadi salah satu yang perlu diperhatikan pelaku bisnis. Karena itu, dia mengajak 20 pelaku usaha mikro pemula dalam pelatihan teknik pengemasan produk makanan olahan.

Peserta merupakan para pelaku bisnis mikro yang betul-betul memiliki produk, namun belum begitu dikenal masyarakat dan belum mendapatkan izin PIRT. “Tujuannya agar produk yang dikemas memiliki nilai jual dan berstandar serta berdaya saing di pasaran. Selama ini produk mereka hanya dikemas dan diproduksi ala kadarnya, dan itu terlalu konvensional,” katanya.

Dari pelatihan tersebut, lanjut Sholeh, ada dua manfaat yang bisa didapat. Yakni tambahan pengetahuan dan cara untuk meningkatkan nilai jual.

Kegiatan tersebut juga merupakan lanjutan dari sosialisasi alur perizinan PIRT yang dilaksanakan oleh Bidang Produksi dan Pemasaran Diskop Jember. Rencananya, seusai pelatihan tersebut juga akan dilakukan permohonan bantuan alat produksi kepada Biro Administrasi Keuangan (BAK). “Selanjutnya, kalau nanti dalam BAK disetujui, kami akan mendistribusikan bantuan berupa peralatannya,” imbuhnya.

Pelatihan yang digelar selama dua hari tersebut diisi dengan penjelasan materi tentang pengemasan yang dilaksanakan pada hari pertama, kemudian materi dan praktik pengemasan pada hari kedua. “Juga ada praktiknya. Jadi, kemasan yang mana menurut kacamata UM itu cocok dikaitkan dengan produk barangnya. Misal keripik, tidak hanya plastik transparan, tapi apa yang cocok. Besok (hari ini, Red) sekaligus praktik dan membawa peralatannya,” ucap Sholeh.

Dengan kemasan yang lebih aman dan modern sesuai standar, otomatis produk peserta pelatihan dapat dengan mudah diterima bahkan diminati masyarakat.

Di samping itu, forum pelatihan tersebut juga dilengkapi sesi diskusi yang membahas permasalahan umum yang terjadi pada pelaku UM. Kemudian, mencari solusi bersama dan dilanjutkan dengan realisasi oleh setiap pelaku UM. “Ini salah satu langkah agar penjualan mereka bisa meningkat. Kalau penjualan meningkat, orang sudah pada tertarik, yang akan diperoleh kan juga meningkat,” tuturnya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Banyaknya jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Jember sudah tak diragukan lagi. Namun, sejauh ini tak sedikit dari mereka yang belum memiliki izin produk industri rumah tangga (PIRT), sebab produk yang dikelola belum sesuai dengan standar.

Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jember Sholeh mengatakan, hal ini menjadi salah satu yang perlu diperhatikan pelaku bisnis. Karena itu, dia mengajak 20 pelaku usaha mikro pemula dalam pelatihan teknik pengemasan produk makanan olahan.

Peserta merupakan para pelaku bisnis mikro yang betul-betul memiliki produk, namun belum begitu dikenal masyarakat dan belum mendapatkan izin PIRT. “Tujuannya agar produk yang dikemas memiliki nilai jual dan berstandar serta berdaya saing di pasaran. Selama ini produk mereka hanya dikemas dan diproduksi ala kadarnya, dan itu terlalu konvensional,” katanya.

Dari pelatihan tersebut, lanjut Sholeh, ada dua manfaat yang bisa didapat. Yakni tambahan pengetahuan dan cara untuk meningkatkan nilai jual.

Kegiatan tersebut juga merupakan lanjutan dari sosialisasi alur perizinan PIRT yang dilaksanakan oleh Bidang Produksi dan Pemasaran Diskop Jember. Rencananya, seusai pelatihan tersebut juga akan dilakukan permohonan bantuan alat produksi kepada Biro Administrasi Keuangan (BAK). “Selanjutnya, kalau nanti dalam BAK disetujui, kami akan mendistribusikan bantuan berupa peralatannya,” imbuhnya.

Pelatihan yang digelar selama dua hari tersebut diisi dengan penjelasan materi tentang pengemasan yang dilaksanakan pada hari pertama, kemudian materi dan praktik pengemasan pada hari kedua. “Juga ada praktiknya. Jadi, kemasan yang mana menurut kacamata UM itu cocok dikaitkan dengan produk barangnya. Misal keripik, tidak hanya plastik transparan, tapi apa yang cocok. Besok (hari ini, Red) sekaligus praktik dan membawa peralatannya,” ucap Sholeh.

Dengan kemasan yang lebih aman dan modern sesuai standar, otomatis produk peserta pelatihan dapat dengan mudah diterima bahkan diminati masyarakat.

Di samping itu, forum pelatihan tersebut juga dilengkapi sesi diskusi yang membahas permasalahan umum yang terjadi pada pelaku UM. Kemudian, mencari solusi bersama dan dilanjutkan dengan realisasi oleh setiap pelaku UM. “Ini salah satu langkah agar penjualan mereka bisa meningkat. Kalau penjualan meningkat, orang sudah pada tertarik, yang akan diperoleh kan juga meningkat,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/