alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Cerita Pembudi Daya Tanaman Hias di Desa Ajung

Pandemi Covid-19 banyak mengubah kebiasaan masyarakat. Selama pandemi, orang awalnya yang tidak gemar menanam bunga, mulai menyukainya. Salah satu penyebabnya untuk mengusir rasa jenuh dengan menanam bunga di sekitar rumah.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tren budi daya tanaman hias ini terus berlangsung hingga pandemi usai. Albin, 24, pemuda yang berdomisili di Ajung, adalah salah satu pedagang yang meraup untung dalam penjualan tanaman hias saat pandemi kemarin. Bahkan, sampai sekarang penjualan juga tetap baik.

BACA JUGA : Terobosan RSUD dr M Sowandhie Antar obat Datangi Rumah Pasien

Usaha tanaman hias telah dia tekuni sejak tahun 2017 dan terus dilanjutkan hingga saat ini. Baginya, meski saat ini pembeli tak sebanyak saat pandemi, tetapi masih ada sejumlah orang yang membeli bunganya. Di antaranya adalah mereka yang mulai menyukai bunga saat ada korona.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satu tanaman hias yang ia jual yaitu tanaman hias anturium. Ini tergolong tanaman yang memiliki harga mahal. Tanaman ini memiliki corak khas yang unik. Semakin langka corak yang ada, harganya akan semakin mahal. Meski anturium tak seheboh dulu, namun di kalangan pencinta bunga tetap memiliki nilai yang tinggi.

Saat ini Albin sedang melakukan perbanyakan secara generatif agar bisa menciptakan karakter baru dari induk. Perbanyakan ini membutuhkan waktu sekitar 1 tahun lamanya untuk bisa dipanen bijinya. Ini adalah salah satu cara Albin untuk menarik para kolektor agar melirik tanamannya yang memiliki karakter yang unik dan khas.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tren budi daya tanaman hias ini terus berlangsung hingga pandemi usai. Albin, 24, pemuda yang berdomisili di Ajung, adalah salah satu pedagang yang meraup untung dalam penjualan tanaman hias saat pandemi kemarin. Bahkan, sampai sekarang penjualan juga tetap baik.

BACA JUGA : Terobosan RSUD dr M Sowandhie Antar obat Datangi Rumah Pasien

Usaha tanaman hias telah dia tekuni sejak tahun 2017 dan terus dilanjutkan hingga saat ini. Baginya, meski saat ini pembeli tak sebanyak saat pandemi, tetapi masih ada sejumlah orang yang membeli bunganya. Di antaranya adalah mereka yang mulai menyukai bunga saat ada korona.

Salah satu tanaman hias yang ia jual yaitu tanaman hias anturium. Ini tergolong tanaman yang memiliki harga mahal. Tanaman ini memiliki corak khas yang unik. Semakin langka corak yang ada, harganya akan semakin mahal. Meski anturium tak seheboh dulu, namun di kalangan pencinta bunga tetap memiliki nilai yang tinggi.

Saat ini Albin sedang melakukan perbanyakan secara generatif agar bisa menciptakan karakter baru dari induk. Perbanyakan ini membutuhkan waktu sekitar 1 tahun lamanya untuk bisa dipanen bijinya. Ini adalah salah satu cara Albin untuk menarik para kolektor agar melirik tanamannya yang memiliki karakter yang unik dan khas.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tren budi daya tanaman hias ini terus berlangsung hingga pandemi usai. Albin, 24, pemuda yang berdomisili di Ajung, adalah salah satu pedagang yang meraup untung dalam penjualan tanaman hias saat pandemi kemarin. Bahkan, sampai sekarang penjualan juga tetap baik.

BACA JUGA : Terobosan RSUD dr M Sowandhie Antar obat Datangi Rumah Pasien

Usaha tanaman hias telah dia tekuni sejak tahun 2017 dan terus dilanjutkan hingga saat ini. Baginya, meski saat ini pembeli tak sebanyak saat pandemi, tetapi masih ada sejumlah orang yang membeli bunganya. Di antaranya adalah mereka yang mulai menyukai bunga saat ada korona.

Salah satu tanaman hias yang ia jual yaitu tanaman hias anturium. Ini tergolong tanaman yang memiliki harga mahal. Tanaman ini memiliki corak khas yang unik. Semakin langka corak yang ada, harganya akan semakin mahal. Meski anturium tak seheboh dulu, namun di kalangan pencinta bunga tetap memiliki nilai yang tinggi.

Saat ini Albin sedang melakukan perbanyakan secara generatif agar bisa menciptakan karakter baru dari induk. Perbanyakan ini membutuhkan waktu sekitar 1 tahun lamanya untuk bisa dipanen bijinya. Ini adalah salah satu cara Albin untuk menarik para kolektor agar melirik tanamannya yang memiliki karakter yang unik dan khas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/