alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Diversifikasi Pangan, Ganti Nasi dengan Makanan Lokal

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, Radar Jember – Bertempat di Jalan Wijaya Kusuma, tepatnya jalan yang menghubungkan Pendapa Wahyawibawagraha dengan Masjid Al-Baitul Amien, bazar murah yang menjual berbagai bahan pokok untuk masyarakat Jember itu digelar, kemarin (1/3). Lewat bazar juga diharapkan ada gerakan diversifikasi pangan lokal.

Bupati dan Wakil Bupati Jember Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman serta Ketua dan Wakil TP PKK Jember Kasih Fajarini dan Evita Afdilah Sari, ditambah Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistiyo tampak melihat langsung lebih dekat produk milik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dijual di bazar. Mereka juga menyapa warga yang sedang membeli sembako. Adapun sembako yang dijual yaitu beras, gula, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, jamu, hingga olahan alami dari tumbuh-tumbuhan yang dikreasikan menjadi camilan.

Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan, kegiatan yang seperti pasar dadakan itu merupakan salah satu semangat dari program gerakan diversifikasi pangan lokal yang diinisiasi oleh DTPHP Jatim. “Beliau (Kepala DTPHP Jatim, Red) datang ke Jember untuk menggairahkan kembali masyarakat Jember terkait gerakan diversifikasi pangan lokal, termasuk pasar murah ini semangatnya,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain menyemarakkan program tersebut, adanya bazar itu juga dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng warga Jember yang kini stoknya masih terbatas. Namun yang terpenting, lanjut Hendy, acara tersebut mengedukasi warga untuk tidak hanya mengandalkan nasi sebagai makanan yang mengenyangkan.

Menurutnya, ketahanan pangan itu bisa didapatkan melalui tanaman apa saja yang ada di sekitar. Seperti singkong, ubi, pisang, dan makanan yang bisa didapatkan dari lahan pekarangan pribadi milik warga. Sehingga hal itu bisa mengurangi pengeluaran warga, bahkan juga bisa dijadikan modal usaha untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga. “Intinya diajak oleh provinsi untuk bisa menghidupi diri dengan ketahanan pangan dengan kearifan lokal. Caranya dengan menanam sendiri melalui pekarangan lestari. Kenyang tidak harus makan nasi,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, Radar Jember – Bertempat di Jalan Wijaya Kusuma, tepatnya jalan yang menghubungkan Pendapa Wahyawibawagraha dengan Masjid Al-Baitul Amien, bazar murah yang menjual berbagai bahan pokok untuk masyarakat Jember itu digelar, kemarin (1/3). Lewat bazar juga diharapkan ada gerakan diversifikasi pangan lokal.

Bupati dan Wakil Bupati Jember Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman serta Ketua dan Wakil TP PKK Jember Kasih Fajarini dan Evita Afdilah Sari, ditambah Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistiyo tampak melihat langsung lebih dekat produk milik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dijual di bazar. Mereka juga menyapa warga yang sedang membeli sembako. Adapun sembako yang dijual yaitu beras, gula, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, jamu, hingga olahan alami dari tumbuh-tumbuhan yang dikreasikan menjadi camilan.

Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan, kegiatan yang seperti pasar dadakan itu merupakan salah satu semangat dari program gerakan diversifikasi pangan lokal yang diinisiasi oleh DTPHP Jatim. “Beliau (Kepala DTPHP Jatim, Red) datang ke Jember untuk menggairahkan kembali masyarakat Jember terkait gerakan diversifikasi pangan lokal, termasuk pasar murah ini semangatnya,” terangnya.

Selain menyemarakkan program tersebut, adanya bazar itu juga dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng warga Jember yang kini stoknya masih terbatas. Namun yang terpenting, lanjut Hendy, acara tersebut mengedukasi warga untuk tidak hanya mengandalkan nasi sebagai makanan yang mengenyangkan.

Menurutnya, ketahanan pangan itu bisa didapatkan melalui tanaman apa saja yang ada di sekitar. Seperti singkong, ubi, pisang, dan makanan yang bisa didapatkan dari lahan pekarangan pribadi milik warga. Sehingga hal itu bisa mengurangi pengeluaran warga, bahkan juga bisa dijadikan modal usaha untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga. “Intinya diajak oleh provinsi untuk bisa menghidupi diri dengan ketahanan pangan dengan kearifan lokal. Caranya dengan menanam sendiri melalui pekarangan lestari. Kenyang tidak harus makan nasi,” ujarnya.

JEMBER LOR, Radar Jember – Bertempat di Jalan Wijaya Kusuma, tepatnya jalan yang menghubungkan Pendapa Wahyawibawagraha dengan Masjid Al-Baitul Amien, bazar murah yang menjual berbagai bahan pokok untuk masyarakat Jember itu digelar, kemarin (1/3). Lewat bazar juga diharapkan ada gerakan diversifikasi pangan lokal.

Bupati dan Wakil Bupati Jember Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman serta Ketua dan Wakil TP PKK Jember Kasih Fajarini dan Evita Afdilah Sari, ditambah Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistiyo tampak melihat langsung lebih dekat produk milik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dijual di bazar. Mereka juga menyapa warga yang sedang membeli sembako. Adapun sembako yang dijual yaitu beras, gula, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, jamu, hingga olahan alami dari tumbuh-tumbuhan yang dikreasikan menjadi camilan.

Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan, kegiatan yang seperti pasar dadakan itu merupakan salah satu semangat dari program gerakan diversifikasi pangan lokal yang diinisiasi oleh DTPHP Jatim. “Beliau (Kepala DTPHP Jatim, Red) datang ke Jember untuk menggairahkan kembali masyarakat Jember terkait gerakan diversifikasi pangan lokal, termasuk pasar murah ini semangatnya,” terangnya.

Selain menyemarakkan program tersebut, adanya bazar itu juga dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng warga Jember yang kini stoknya masih terbatas. Namun yang terpenting, lanjut Hendy, acara tersebut mengedukasi warga untuk tidak hanya mengandalkan nasi sebagai makanan yang mengenyangkan.

Menurutnya, ketahanan pangan itu bisa didapatkan melalui tanaman apa saja yang ada di sekitar. Seperti singkong, ubi, pisang, dan makanan yang bisa didapatkan dari lahan pekarangan pribadi milik warga. Sehingga hal itu bisa mengurangi pengeluaran warga, bahkan juga bisa dijadikan modal usaha untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga. “Intinya diajak oleh provinsi untuk bisa menghidupi diri dengan ketahanan pangan dengan kearifan lokal. Caranya dengan menanam sendiri melalui pekarangan lestari. Kenyang tidak harus makan nasi,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/