alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Meski Cuaca Buruk, Petani Memaksa Tanam Cabai

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harga cabai rawit tercatat belum juga melandai sejak bulan lalu. Berdasar data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), harga cabai rawit di Kabupaten Jember mencapai Rp 90 ribu per kilogram. Atas data itu, Jember menempati peringkat ke-16 dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur.

Jika ditelusuri, tren kenaikan harga ini sudah berlangsung sejak pertengahan bulan lalu. Pada 16 Februari, harga cabai rawit mencapai Rp 75 ribuan per kilogram. Sepekan berikutnya, harga cabai sudah mencapai Rp 88 ribuan per kilogram. Hingga kemarin (1/3), harga cabai terus meroket menjadi lebih dari Rp 90 ribu.

Salah seorang petani cabai, Gatot Sudibyo, menyebut bahwa cuaca tetap menjadi kendala utama. “Karena hujan berkepanjangan, tanaman cabai menjadi tidak berkualitas karena diserang hama,” ucap warga di Dusun Karang Semanding, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, tersebut. Akibatnya, stok tanaman cabai terbatas sehingga harga cabai rawit melambung.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, lanjut dia, kondisi ini juga memberatkan para petani cabai dari segi pemeliharaan tanaman. Dia menuturkan, pihaknya memberikan pestisida pada pagi hari, lalu turun hujan di sore hari. “Jadi, kan percuma,” lanjutnya. Diperkirakan, harga cabai bakal terus melambung selama musim belum berganti.

Meski begitu, dia mengakui bahwa beberapa petani, termasuk dirinya, memaksakan diri dengan menanam cabai rawit, selagi harganya sedang naik. Selain itu, Gatot juga belum tahu kapan musim hujan bakal berakhir. “Jadi, kami coba keberuntungan. Semoga saat panen nanti, bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” harapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harga cabai rawit tercatat belum juga melandai sejak bulan lalu. Berdasar data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), harga cabai rawit di Kabupaten Jember mencapai Rp 90 ribu per kilogram. Atas data itu, Jember menempati peringkat ke-16 dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur.

Jika ditelusuri, tren kenaikan harga ini sudah berlangsung sejak pertengahan bulan lalu. Pada 16 Februari, harga cabai rawit mencapai Rp 75 ribuan per kilogram. Sepekan berikutnya, harga cabai sudah mencapai Rp 88 ribuan per kilogram. Hingga kemarin (1/3), harga cabai terus meroket menjadi lebih dari Rp 90 ribu.

Salah seorang petani cabai, Gatot Sudibyo, menyebut bahwa cuaca tetap menjadi kendala utama. “Karena hujan berkepanjangan, tanaman cabai menjadi tidak berkualitas karena diserang hama,” ucap warga di Dusun Karang Semanding, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, tersebut. Akibatnya, stok tanaman cabai terbatas sehingga harga cabai rawit melambung.

Selain itu, lanjut dia, kondisi ini juga memberatkan para petani cabai dari segi pemeliharaan tanaman. Dia menuturkan, pihaknya memberikan pestisida pada pagi hari, lalu turun hujan di sore hari. “Jadi, kan percuma,” lanjutnya. Diperkirakan, harga cabai bakal terus melambung selama musim belum berganti.

Meski begitu, dia mengakui bahwa beberapa petani, termasuk dirinya, memaksakan diri dengan menanam cabai rawit, selagi harganya sedang naik. Selain itu, Gatot juga belum tahu kapan musim hujan bakal berakhir. “Jadi, kami coba keberuntungan. Semoga saat panen nanti, bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” harapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harga cabai rawit tercatat belum juga melandai sejak bulan lalu. Berdasar data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), harga cabai rawit di Kabupaten Jember mencapai Rp 90 ribu per kilogram. Atas data itu, Jember menempati peringkat ke-16 dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur.

Jika ditelusuri, tren kenaikan harga ini sudah berlangsung sejak pertengahan bulan lalu. Pada 16 Februari, harga cabai rawit mencapai Rp 75 ribuan per kilogram. Sepekan berikutnya, harga cabai sudah mencapai Rp 88 ribuan per kilogram. Hingga kemarin (1/3), harga cabai terus meroket menjadi lebih dari Rp 90 ribu.

Salah seorang petani cabai, Gatot Sudibyo, menyebut bahwa cuaca tetap menjadi kendala utama. “Karena hujan berkepanjangan, tanaman cabai menjadi tidak berkualitas karena diserang hama,” ucap warga di Dusun Karang Semanding, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, tersebut. Akibatnya, stok tanaman cabai terbatas sehingga harga cabai rawit melambung.

Selain itu, lanjut dia, kondisi ini juga memberatkan para petani cabai dari segi pemeliharaan tanaman. Dia menuturkan, pihaknya memberikan pestisida pada pagi hari, lalu turun hujan di sore hari. “Jadi, kan percuma,” lanjutnya. Diperkirakan, harga cabai bakal terus melambung selama musim belum berganti.

Meski begitu, dia mengakui bahwa beberapa petani, termasuk dirinya, memaksakan diri dengan menanam cabai rawit, selagi harganya sedang naik. Selain itu, Gatot juga belum tahu kapan musim hujan bakal berakhir. “Jadi, kami coba keberuntungan. Semoga saat panen nanti, bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” harapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/