alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kenikmatan Imlek Kue Keranjang dari Tepung Ketan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sehari menjelang peringatan Tahun Baru Imlek, aktivitas di Vihara Jagatnata Maitreya, Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, terlihat sibuk dengan pembuatan kue keranjang atau jenang. Kue berbahan tepung ketan dicampur gula pasir itu biasa menjadi santapan khas saat Imlek.

Saat Jawa Pos Radar Jember berada di vihara tengah kota itu, seorang perempuan terlihat sibuk membikin kue tersebut. Bahkan, proses pembuatan jenang itu telah dilakukan seminggu lalu. Tak tanggung-tanggung, ada ratusan bahkan lebih untuk sajian perayaan Tahun Baru Imlek.

“Pembuatan kue keranjang ini membutuhkan tepung ketan. Proses pembuatan cukup lama. Sekitar tujuh jam. Menggunakan kompor gas,” kata Feni Suryaningsih, jamaah vihara tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Perempuan satu anak yang akrab dipanggil Fen Fen itu mengatakan, kehadiran kue keranjang harus ada saat warga keturunan Tionghoa memperingati Tahun Baru Imlek. Jika tidak tersedia, perayaan Imlek tersebut terasa hambar. Seperti kebutuhan ketupat bagi warga muslim yang merayakan Lebaran. Nah, jamaah yang biasanya tidak bisa membuat, otomatis banyak yang memesannya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sehari menjelang peringatan Tahun Baru Imlek, aktivitas di Vihara Jagatnata Maitreya, Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, terlihat sibuk dengan pembuatan kue keranjang atau jenang. Kue berbahan tepung ketan dicampur gula pasir itu biasa menjadi santapan khas saat Imlek.

Saat Jawa Pos Radar Jember berada di vihara tengah kota itu, seorang perempuan terlihat sibuk membikin kue tersebut. Bahkan, proses pembuatan jenang itu telah dilakukan seminggu lalu. Tak tanggung-tanggung, ada ratusan bahkan lebih untuk sajian perayaan Tahun Baru Imlek.

“Pembuatan kue keranjang ini membutuhkan tepung ketan. Proses pembuatan cukup lama. Sekitar tujuh jam. Menggunakan kompor gas,” kata Feni Suryaningsih, jamaah vihara tersebut.

Perempuan satu anak yang akrab dipanggil Fen Fen itu mengatakan, kehadiran kue keranjang harus ada saat warga keturunan Tionghoa memperingati Tahun Baru Imlek. Jika tidak tersedia, perayaan Imlek tersebut terasa hambar. Seperti kebutuhan ketupat bagi warga muslim yang merayakan Lebaran. Nah, jamaah yang biasanya tidak bisa membuat, otomatis banyak yang memesannya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sehari menjelang peringatan Tahun Baru Imlek, aktivitas di Vihara Jagatnata Maitreya, Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, terlihat sibuk dengan pembuatan kue keranjang atau jenang. Kue berbahan tepung ketan dicampur gula pasir itu biasa menjadi santapan khas saat Imlek.

Saat Jawa Pos Radar Jember berada di vihara tengah kota itu, seorang perempuan terlihat sibuk membikin kue tersebut. Bahkan, proses pembuatan jenang itu telah dilakukan seminggu lalu. Tak tanggung-tanggung, ada ratusan bahkan lebih untuk sajian perayaan Tahun Baru Imlek.

“Pembuatan kue keranjang ini membutuhkan tepung ketan. Proses pembuatan cukup lama. Sekitar tujuh jam. Menggunakan kompor gas,” kata Feni Suryaningsih, jamaah vihara tersebut.

Perempuan satu anak yang akrab dipanggil Fen Fen itu mengatakan, kehadiran kue keranjang harus ada saat warga keturunan Tionghoa memperingati Tahun Baru Imlek. Jika tidak tersedia, perayaan Imlek tersebut terasa hambar. Seperti kebutuhan ketupat bagi warga muslim yang merayakan Lebaran. Nah, jamaah yang biasanya tidak bisa membuat, otomatis banyak yang memesannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/