alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Pertumbuhan Penjualan 103 Persen dari Tahun Lalu

Mobile_AP_Rectangle 1

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Pertumbuhan penjualan sebesar 103 persen pada semester I 2022 seiring dengan permintaan pupuk yang masih tinggi, tercatat Emiten produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk.

BACA JUGA : Prioritaskan Kebutuhan Dasar 1.459 Jiwa Korban Banjir Bandang di Torue

Perusahaan berkode saham SAMF di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mencatatkan penjualan Rp 1,45 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 711,88 miliar.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami bersyukur kinerja semester pertama 2022 sangat baik. Hal ini ditunjang permintaan pasar untuk pupuk NPK, khususnya dari kalangan perkebunan sawit yang masih sangat tinggi,” kata Direktur Utama PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk Yahya Taufik dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Yahya menyampaikan, peningkatan penjualan pupuk perseroan tidak hanya didukung oleh adanya kenaikan harga, tapi juga karena naiknya volume pupuk yang terjual.

Dia menambahkan, selain karena permintaan yang masih tinggi, kebijakan pemerintah juga ikut menambah positif iklim industri pupuk, seperti kebijakan pemerintah yang menghapuskan pajak ekspor (PE) CPO sampai 31 Agustus 2022.

Menurut Yahya, kebijakan tersebut tentunya akan mendongkrak harga minyak sawit mentah atau CPO dalam negeri yang berimbas pada kemampuan belanja pupuk untuk meningkatkan produktivitas sawit.

“Kami optimistis hingga akhir tahun bisnis pupuk di Indonesia masih potensial,” ujar Yahya. Yahya menyampaikan permintaan pupuk saat ini terus meningkat, bahkan perseroan sudah mengantongi pesanan hingga Oktober 2022.

- Advertisement -

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Pertumbuhan penjualan sebesar 103 persen pada semester I 2022 seiring dengan permintaan pupuk yang masih tinggi, tercatat Emiten produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk.

BACA JUGA : Prioritaskan Kebutuhan Dasar 1.459 Jiwa Korban Banjir Bandang di Torue

Perusahaan berkode saham SAMF di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mencatatkan penjualan Rp 1,45 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 711,88 miliar.

“Kami bersyukur kinerja semester pertama 2022 sangat baik. Hal ini ditunjang permintaan pasar untuk pupuk NPK, khususnya dari kalangan perkebunan sawit yang masih sangat tinggi,” kata Direktur Utama PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk Yahya Taufik dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Yahya menyampaikan, peningkatan penjualan pupuk perseroan tidak hanya didukung oleh adanya kenaikan harga, tapi juga karena naiknya volume pupuk yang terjual.

Dia menambahkan, selain karena permintaan yang masih tinggi, kebijakan pemerintah juga ikut menambah positif iklim industri pupuk, seperti kebijakan pemerintah yang menghapuskan pajak ekspor (PE) CPO sampai 31 Agustus 2022.

Menurut Yahya, kebijakan tersebut tentunya akan mendongkrak harga minyak sawit mentah atau CPO dalam negeri yang berimbas pada kemampuan belanja pupuk untuk meningkatkan produktivitas sawit.

“Kami optimistis hingga akhir tahun bisnis pupuk di Indonesia masih potensial,” ujar Yahya. Yahya menyampaikan permintaan pupuk saat ini terus meningkat, bahkan perseroan sudah mengantongi pesanan hingga Oktober 2022.

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Pertumbuhan penjualan sebesar 103 persen pada semester I 2022 seiring dengan permintaan pupuk yang masih tinggi, tercatat Emiten produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk.

BACA JUGA : Prioritaskan Kebutuhan Dasar 1.459 Jiwa Korban Banjir Bandang di Torue

Perusahaan berkode saham SAMF di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mencatatkan penjualan Rp 1,45 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 711,88 miliar.

“Kami bersyukur kinerja semester pertama 2022 sangat baik. Hal ini ditunjang permintaan pasar untuk pupuk NPK, khususnya dari kalangan perkebunan sawit yang masih sangat tinggi,” kata Direktur Utama PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk Yahya Taufik dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Yahya menyampaikan, peningkatan penjualan pupuk perseroan tidak hanya didukung oleh adanya kenaikan harga, tapi juga karena naiknya volume pupuk yang terjual.

Dia menambahkan, selain karena permintaan yang masih tinggi, kebijakan pemerintah juga ikut menambah positif iklim industri pupuk, seperti kebijakan pemerintah yang menghapuskan pajak ekspor (PE) CPO sampai 31 Agustus 2022.

Menurut Yahya, kebijakan tersebut tentunya akan mendongkrak harga minyak sawit mentah atau CPO dalam negeri yang berimbas pada kemampuan belanja pupuk untuk meningkatkan produktivitas sawit.

“Kami optimistis hingga akhir tahun bisnis pupuk di Indonesia masih potensial,” ujar Yahya. Yahya menyampaikan permintaan pupuk saat ini terus meningkat, bahkan perseroan sudah mengantongi pesanan hingga Oktober 2022.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/