alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Kekompakan Emak-Emak Gawangi Komunitas UMKM

Dari sekian banyak komunitas UMKM, Niaga Jujur menjadi salah satunya. Keanggotaannya semua digawangi kaum hawa. Dari ibu rumah tangga hingga janda muda. Cerita dan kekompakan emak-emak itu ketika menjajakan dagangan menjadi keunikan tersendiri.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Panas terik matahari di sekitar GOR Kaliwates kala itu kurang bersahabat. Namun, sepertinya tidak menyurutkan orang-orang yang datang pergi silih berganti, mengunjungi lapak-lapak UMKM yang berjejer, di sekitar pelataran GOR, maupun di sepanjang jalan.

BACA JUGA : Harga Melambung, Pedagang Cabai di Bondowoso Sepi Pembeli

Sesekali, para pemilik lapak di sana terlihat menawarkan kepada pengunjung untuk sekadar mencicipi dagangannya. “Monggo, monggo, dicoba. Ada minuman segar, makanan ringan. Diborong juga gak papa, ayo,” seru seorang perempuan kala itu, menjajakan dagangannya ke pengunjung yang lalu-lalang di sekitar GOR.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di sela-sela menawarkan dagangan itu, mereka juga terlihat asyik mengobrol. Sambil lalu melayani pengunjung yang mencicipi produk-produk mereka yang semuanya hasil industri rumahan atau produk UMKM. “Kami setiap harinya, ya seperti ini, di lapak ini. Anggota lainnya di venuevenue Porprov lainnya tersebar merata,” kata Parulian, ibu-ibu saat itu, ketika ditemui Jawa Pos Radar Jember.

Bersama para koleganya yang juga kalangan kaum hawa, mereka terlihat kompak. Saling menawarkan dagangan ke pengunjung, dan ada yang menjaga lapak. Diketahui, ibu-ibu itu ternyata anggota komunitas UMKM yang sudah berdiri sejak 2017 lalu dengan nama Niaga Jujur.

Mereka sudah berada di lokasi venue sejak awal Porprov Jatim VII di Jember diputar. Dengan keanggotaannya yang berjumlah 200 lebih, rupanya semua juga ambil peran. Mereka melapak hampir di semua venue yang mempertandingkan cabor pada gelaran Porprov tahun ini. “Keanggotaan resmi kami 200-an orang. Kalau yang tergabung di grup sudah 500-an lebih. Mereka semuanya perempuan,” kata Bunda Lian, sapaan akrab Parulian.

Perempuan yang juga mengomandoi komunitas UMKM Niaga Jujur itu mengutarakan, terbentuknya komunitas tersebut sebenarnya berangkat dari solidaritas emak-emak, yang setiap harinya memiliki segudang kesibukan. Kendati mereka lebih sering menghabiskan waktu di rumahnya.

Nah, di tengah kondisi itu, dirasa perlu sebuah wadah untuk mereka mencurahkan isi hati dan berbagi rasa. Untuk menambah hangat perkumpulan mereka agar tidak sekadar jadi forum rasan-rasan, maka Niaga Jujur difokuskan bergerak di wilayah pengembangan UMKM ibu-ibu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Panas terik matahari di sekitar GOR Kaliwates kala itu kurang bersahabat. Namun, sepertinya tidak menyurutkan orang-orang yang datang pergi silih berganti, mengunjungi lapak-lapak UMKM yang berjejer, di sekitar pelataran GOR, maupun di sepanjang jalan.

BACA JUGA : Harga Melambung, Pedagang Cabai di Bondowoso Sepi Pembeli

Sesekali, para pemilik lapak di sana terlihat menawarkan kepada pengunjung untuk sekadar mencicipi dagangannya. “Monggo, monggo, dicoba. Ada minuman segar, makanan ringan. Diborong juga gak papa, ayo,” seru seorang perempuan kala itu, menjajakan dagangannya ke pengunjung yang lalu-lalang di sekitar GOR.

Di sela-sela menawarkan dagangan itu, mereka juga terlihat asyik mengobrol. Sambil lalu melayani pengunjung yang mencicipi produk-produk mereka yang semuanya hasil industri rumahan atau produk UMKM. “Kami setiap harinya, ya seperti ini, di lapak ini. Anggota lainnya di venuevenue Porprov lainnya tersebar merata,” kata Parulian, ibu-ibu saat itu, ketika ditemui Jawa Pos Radar Jember.

Bersama para koleganya yang juga kalangan kaum hawa, mereka terlihat kompak. Saling menawarkan dagangan ke pengunjung, dan ada yang menjaga lapak. Diketahui, ibu-ibu itu ternyata anggota komunitas UMKM yang sudah berdiri sejak 2017 lalu dengan nama Niaga Jujur.

Mereka sudah berada di lokasi venue sejak awal Porprov Jatim VII di Jember diputar. Dengan keanggotaannya yang berjumlah 200 lebih, rupanya semua juga ambil peran. Mereka melapak hampir di semua venue yang mempertandingkan cabor pada gelaran Porprov tahun ini. “Keanggotaan resmi kami 200-an orang. Kalau yang tergabung di grup sudah 500-an lebih. Mereka semuanya perempuan,” kata Bunda Lian, sapaan akrab Parulian.

Perempuan yang juga mengomandoi komunitas UMKM Niaga Jujur itu mengutarakan, terbentuknya komunitas tersebut sebenarnya berangkat dari solidaritas emak-emak, yang setiap harinya memiliki segudang kesibukan. Kendati mereka lebih sering menghabiskan waktu di rumahnya.

Nah, di tengah kondisi itu, dirasa perlu sebuah wadah untuk mereka mencurahkan isi hati dan berbagi rasa. Untuk menambah hangat perkumpulan mereka agar tidak sekadar jadi forum rasan-rasan, maka Niaga Jujur difokuskan bergerak di wilayah pengembangan UMKM ibu-ibu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Panas terik matahari di sekitar GOR Kaliwates kala itu kurang bersahabat. Namun, sepertinya tidak menyurutkan orang-orang yang datang pergi silih berganti, mengunjungi lapak-lapak UMKM yang berjejer, di sekitar pelataran GOR, maupun di sepanjang jalan.

BACA JUGA : Harga Melambung, Pedagang Cabai di Bondowoso Sepi Pembeli

Sesekali, para pemilik lapak di sana terlihat menawarkan kepada pengunjung untuk sekadar mencicipi dagangannya. “Monggo, monggo, dicoba. Ada minuman segar, makanan ringan. Diborong juga gak papa, ayo,” seru seorang perempuan kala itu, menjajakan dagangannya ke pengunjung yang lalu-lalang di sekitar GOR.

Di sela-sela menawarkan dagangan itu, mereka juga terlihat asyik mengobrol. Sambil lalu melayani pengunjung yang mencicipi produk-produk mereka yang semuanya hasil industri rumahan atau produk UMKM. “Kami setiap harinya, ya seperti ini, di lapak ini. Anggota lainnya di venuevenue Porprov lainnya tersebar merata,” kata Parulian, ibu-ibu saat itu, ketika ditemui Jawa Pos Radar Jember.

Bersama para koleganya yang juga kalangan kaum hawa, mereka terlihat kompak. Saling menawarkan dagangan ke pengunjung, dan ada yang menjaga lapak. Diketahui, ibu-ibu itu ternyata anggota komunitas UMKM yang sudah berdiri sejak 2017 lalu dengan nama Niaga Jujur.

Mereka sudah berada di lokasi venue sejak awal Porprov Jatim VII di Jember diputar. Dengan keanggotaannya yang berjumlah 200 lebih, rupanya semua juga ambil peran. Mereka melapak hampir di semua venue yang mempertandingkan cabor pada gelaran Porprov tahun ini. “Keanggotaan resmi kami 200-an orang. Kalau yang tergabung di grup sudah 500-an lebih. Mereka semuanya perempuan,” kata Bunda Lian, sapaan akrab Parulian.

Perempuan yang juga mengomandoi komunitas UMKM Niaga Jujur itu mengutarakan, terbentuknya komunitas tersebut sebenarnya berangkat dari solidaritas emak-emak, yang setiap harinya memiliki segudang kesibukan. Kendati mereka lebih sering menghabiskan waktu di rumahnya.

Nah, di tengah kondisi itu, dirasa perlu sebuah wadah untuk mereka mencurahkan isi hati dan berbagi rasa. Untuk menambah hangat perkumpulan mereka agar tidak sekadar jadi forum rasan-rasan, maka Niaga Jujur difokuskan bergerak di wilayah pengembangan UMKM ibu-ibu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/