alexametrics
23.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

CEO Pahlawan

Mobile_AP_Rectangle 1

Harga sahamnya memang sudah limbung. Merosot terus sejak ada demo. Menjadi terendah dalam 10 tahun terakhir.

Cathay adalah salah satu perusahaan penerbangan terbesar di Asia. Dengan reputasi yang amat tinggi.

Cathay memang masih jadi mimpi masa lalu –masa kolonial. Perusahaan ini memang perusahaan Inggris. Cathay didirikan pada 1946 –saat Inggris masih berkuasa di Hongkong. Pemegang saham mayoritasnya pun orang Inggris. CEO-nya orang Inggris.

Mobile_AP_Rectangle 2

Baru beberapa tahun terakhir Air China punya saham 29 persen di Cathay. Sebagai share swap saat Dragon diambil alih Cathay.

Cathay (国泰) adalah nama lain dari China (中国). Ditambah kata Pacific di belakangnya.

Untuk jurusan kota-kota di Tiongkok, Cathay menggunakan anak perusahaannya itu: Dragon Air. Yang saya baru tahu minggu lalu: sudah menjadi Cathay Dragon.

Penumpang dari Surabaya atau Jakarta misalnya. Yang akan ke Beijing. Naik Cathay. Mereka harus ke Hongkong dulu. Dengan Cathay. Lalu sambung ke Beijing dengan Dragon.

Masih ada anaknya yang lain. Untuk bersaing dengan maskapai low cost. Namanya Hongkong Express.

Di dalam gelombang demo sekarang ini Cathay kelihatannya kembali ke prinsip bisnis. Harus menyelamatkan rute-rute Tiongkoknya. Penghasilan dari rute itu terlalu penting: 25 persen dari seluruh jalur dunianya.

Di saat politik dan bisnis berkelahi, politiklah yang menang. Tidak boleh ada yang lupa itu. Sekelas Cathay sekali pun.

Saya pernah lupa.

Cathay juga dijepit dari arah lain: Bandara Shenzhen kini sedang diperbesar. Akan menjadi sebesar Hongkong. Padahal jaraknya, dari Hongkong, hanya selemparan batu –kalau yang melempar Hulk.

Di sebelah Shenzhen masih ada Bandara Guangzhou. Yang kini sudah sebesar Hongkong.

Pun kalau belum cukup. Masih ada Bandara Zhuhai. Yang jaraknya hanya satu hisapan rokok dari Hongkong.

Apalagi jembatan 55 km itu sudah jadi. Yang terpanjang di dunia. Untuk kategori di atas laut. Sudah diresmikan tahun lalu: hanya satu jam naik mobil dari Hongkong.

Cathay sudah mengangkat CEO yang baru: Augustus Tang Kin. Umur 60 tahun. Dari dalam. CEO anak perusahaan.

Harga sahamnya sudah naik 2 persen Jumat lalu. Tapi masih jauh dari prestasinya sebelum Juni.

Demo pun masih berlangsung Sabtu-Minggu lalu. Demo Sabtu sudah lebih kecil –mungkin karena bersamaan dengan hari raya Rebutan. Mungkin juga orang tertegun: demo telah membuat CEO Cathay meletakkan jabatan.

Perkembangan selanjutnya masih harus dilihat beberapa hari ke depan.

Atau, akan muncul istilah baru di Hongkong: ‘jangan sampai di-Cathay-kan’.(Dahlan Iskan)

- Advertisement -

Harga sahamnya memang sudah limbung. Merosot terus sejak ada demo. Menjadi terendah dalam 10 tahun terakhir.

Cathay adalah salah satu perusahaan penerbangan terbesar di Asia. Dengan reputasi yang amat tinggi.

Cathay memang masih jadi mimpi masa lalu –masa kolonial. Perusahaan ini memang perusahaan Inggris. Cathay didirikan pada 1946 –saat Inggris masih berkuasa di Hongkong. Pemegang saham mayoritasnya pun orang Inggris. CEO-nya orang Inggris.

Baru beberapa tahun terakhir Air China punya saham 29 persen di Cathay. Sebagai share swap saat Dragon diambil alih Cathay.

Cathay (国泰) adalah nama lain dari China (中国). Ditambah kata Pacific di belakangnya.

Untuk jurusan kota-kota di Tiongkok, Cathay menggunakan anak perusahaannya itu: Dragon Air. Yang saya baru tahu minggu lalu: sudah menjadi Cathay Dragon.

Penumpang dari Surabaya atau Jakarta misalnya. Yang akan ke Beijing. Naik Cathay. Mereka harus ke Hongkong dulu. Dengan Cathay. Lalu sambung ke Beijing dengan Dragon.

Masih ada anaknya yang lain. Untuk bersaing dengan maskapai low cost. Namanya Hongkong Express.

Di dalam gelombang demo sekarang ini Cathay kelihatannya kembali ke prinsip bisnis. Harus menyelamatkan rute-rute Tiongkoknya. Penghasilan dari rute itu terlalu penting: 25 persen dari seluruh jalur dunianya.

Di saat politik dan bisnis berkelahi, politiklah yang menang. Tidak boleh ada yang lupa itu. Sekelas Cathay sekali pun.

Saya pernah lupa.

Cathay juga dijepit dari arah lain: Bandara Shenzhen kini sedang diperbesar. Akan menjadi sebesar Hongkong. Padahal jaraknya, dari Hongkong, hanya selemparan batu –kalau yang melempar Hulk.

Di sebelah Shenzhen masih ada Bandara Guangzhou. Yang kini sudah sebesar Hongkong.

Pun kalau belum cukup. Masih ada Bandara Zhuhai. Yang jaraknya hanya satu hisapan rokok dari Hongkong.

Apalagi jembatan 55 km itu sudah jadi. Yang terpanjang di dunia. Untuk kategori di atas laut. Sudah diresmikan tahun lalu: hanya satu jam naik mobil dari Hongkong.

Cathay sudah mengangkat CEO yang baru: Augustus Tang Kin. Umur 60 tahun. Dari dalam. CEO anak perusahaan.

Harga sahamnya sudah naik 2 persen Jumat lalu. Tapi masih jauh dari prestasinya sebelum Juni.

Demo pun masih berlangsung Sabtu-Minggu lalu. Demo Sabtu sudah lebih kecil –mungkin karena bersamaan dengan hari raya Rebutan. Mungkin juga orang tertegun: demo telah membuat CEO Cathay meletakkan jabatan.

Perkembangan selanjutnya masih harus dilihat beberapa hari ke depan.

Atau, akan muncul istilah baru di Hongkong: ‘jangan sampai di-Cathay-kan’.(Dahlan Iskan)

Harga sahamnya memang sudah limbung. Merosot terus sejak ada demo. Menjadi terendah dalam 10 tahun terakhir.

Cathay adalah salah satu perusahaan penerbangan terbesar di Asia. Dengan reputasi yang amat tinggi.

Cathay memang masih jadi mimpi masa lalu –masa kolonial. Perusahaan ini memang perusahaan Inggris. Cathay didirikan pada 1946 –saat Inggris masih berkuasa di Hongkong. Pemegang saham mayoritasnya pun orang Inggris. CEO-nya orang Inggris.

Baru beberapa tahun terakhir Air China punya saham 29 persen di Cathay. Sebagai share swap saat Dragon diambil alih Cathay.

Cathay (国泰) adalah nama lain dari China (中国). Ditambah kata Pacific di belakangnya.

Untuk jurusan kota-kota di Tiongkok, Cathay menggunakan anak perusahaannya itu: Dragon Air. Yang saya baru tahu minggu lalu: sudah menjadi Cathay Dragon.

Penumpang dari Surabaya atau Jakarta misalnya. Yang akan ke Beijing. Naik Cathay. Mereka harus ke Hongkong dulu. Dengan Cathay. Lalu sambung ke Beijing dengan Dragon.

Masih ada anaknya yang lain. Untuk bersaing dengan maskapai low cost. Namanya Hongkong Express.

Di dalam gelombang demo sekarang ini Cathay kelihatannya kembali ke prinsip bisnis. Harus menyelamatkan rute-rute Tiongkoknya. Penghasilan dari rute itu terlalu penting: 25 persen dari seluruh jalur dunianya.

Di saat politik dan bisnis berkelahi, politiklah yang menang. Tidak boleh ada yang lupa itu. Sekelas Cathay sekali pun.

Saya pernah lupa.

Cathay juga dijepit dari arah lain: Bandara Shenzhen kini sedang diperbesar. Akan menjadi sebesar Hongkong. Padahal jaraknya, dari Hongkong, hanya selemparan batu –kalau yang melempar Hulk.

Di sebelah Shenzhen masih ada Bandara Guangzhou. Yang kini sudah sebesar Hongkong.

Pun kalau belum cukup. Masih ada Bandara Zhuhai. Yang jaraknya hanya satu hisapan rokok dari Hongkong.

Apalagi jembatan 55 km itu sudah jadi. Yang terpanjang di dunia. Untuk kategori di atas laut. Sudah diresmikan tahun lalu: hanya satu jam naik mobil dari Hongkong.

Cathay sudah mengangkat CEO yang baru: Augustus Tang Kin. Umur 60 tahun. Dari dalam. CEO anak perusahaan.

Harga sahamnya sudah naik 2 persen Jumat lalu. Tapi masih jauh dari prestasinya sebelum Juni.

Demo pun masih berlangsung Sabtu-Minggu lalu. Demo Sabtu sudah lebih kecil –mungkin karena bersamaan dengan hari raya Rebutan. Mungkin juga orang tertegun: demo telah membuat CEO Cathay meletakkan jabatan.

Perkembangan selanjutnya masih harus dilihat beberapa hari ke depan.

Atau, akan muncul istilah baru di Hongkong: ‘jangan sampai di-Cathay-kan’.(Dahlan Iskan)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/