Kiprah Lajer Band, Grup Musik Beranggotakan Napi

Patrang, Radar Jember ID-Empat personel band terlihat tampil pede saat perform di hadapan puluhan pengunjung Dira Park Kencong. Mereka tampak santai membawakan lagu-lagu populer. Bahkan, mereka juga tak segan mengajak nyanyi bersama para pengunjung yang memadati kafe di pusat perbelanjaan dan wahana wisata keluarga tersebut.

IKLAN

Tapi jangan dibayangkan grup musik itu seperti pada umumnya yang terdiri dari anak-anak muda atau pelajar. Ada beberapa anggota band tersebut berperawakan sangar. Ini karena mereka merupakan napi yang tersandung berbagai kasus kejahatan yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Hanya saja, mereka mendirikan grup band sehingga bisa tampil di luar lapas.

Grup musik mereka dinamai Lajer Band. Ada empat personel di kelompok musik yang kerap membawakan lagu populer tersebut. Mereka adalah Danial Azmy Arrosid, Achmad Rusdi, Oki Dwi Al Amin dan Anton Hartono. Yang mencolok adalah Anton Hartono alias Anton macan, selain perawakannya yang tegap, wajahnya juga terlihat angker lantaran dipenuhi tato.

Kendati begitu, para pengunjung tak masalah dengan latarbelakang dan penampilan mereka. Terlihat, pengunjung merasa terhibur dan ikut menyanyikan lagu ketika sang vokalis menyerukan agar penonton mengikuti lirik syair yang dibawakan.

Band tersebut terbentuk di dalam lapas. Mereka sering menggelar latihan bersama sebagai bentuk pembinaan yang dilakukan Lapas Jember. Kendati begitu, saat mereka bermain di luar lapas, tetap ada pengawasan dan pendampingan dari petugas.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Napi Lapas Kelas II A Jember Dadang Firmansyah mengungkapkan, penampilan Lajer Band di luar lapas bukan tanpas maksud dan pesan. “Tujuan utamanya membalikkan stigma negatif mereka di luar lapas. Ini agar mereka juga bisa diterima dengan baik di masyarakat,” tuturnya.

Dadang menambahkan, napi tersebut juga membutuhkan pelatihan kemandirian sebelum mereka dinyatakan bebas dan kembali ke masyarakat. Salah satunya adalah bermusik. Ini agar setelah mereka ke luar, para napi itu lebih siap membaur dan memiliki skill yang memadai.

“Mereka juga ingin mendapatkan masa depan lebih baik. Ibarat kertas putih yang sudah ada tulisannya, mereka mencoba menghapus tulisan itu dan menulisnya dengan catatan baru,” katanya, mengibaratkan. Sedangkan penampilan Lajer Band di luar lapas, menurut dia, agar para napi lebih percaya diri saat tampil di hadapan masyarakat karena hal itu bernilai dan bermanfaat.

Senada, Edy Rochman, petugas Lapas Jember yang mengkoordinir Lajer Band, mengaku salut dengan semangat napi yang ingin berkreativitas di dunia musik. “Mudah-mudahan dengan memperlihatkan potensi mereka di bidang musik ini, bisa mendekatkan diri dengan masyarakat,” harapnya.

Anton Macan, vokalis Lajer Band, menyatakan terima kasih. Karena dirinya dan tiga rekannya, diberi kesempatan terjun langsung ke masyarakat. Terlebih, pria pemilik tato di wajah yang menyerupai macan ini baru saja bebas beberapa hari lalu dari Lapas Jember. “Tentu kami sangat senang dan terharu bisa bermain musik di luar lapas,” ucap pria yang juga dedengkot suporter Persid, Berni ini.

Lebih jauh Anton berharap, dia dan rekan-rekannya bisa berkumpul lagi menjadi satu band untuk menghibur masyarakat ketika tiga temannya itu telah bebas. “Semoga program-program pembinaan yang ada di Lapas Jember terus berjalan dengan baik,” pungkasnya. (rus)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih