alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Geliat Kesenian Jaranan di Tengah Masyarakat

Jaranan merupakan kesenian yang khas di Jember dan Jawa Timur. Di era yang serba canggih seperti sekarang, kesenian tradisional kian memiliki tantangan yang besar. Bagaimana mereka mampu bertahan?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Alunan musik jaranan sangat khas di telinga. Ini bagi warga Jember maupun warga di Jawa Timur. Namun, di era sekarang, tidak banyak orang yang mau menjadi pemain jaranan. Banyak faktornya. Salah satunya adalah era yang serba digital.

Siang itu, jaranan dengan alunan musiknya menghibur banyak orang di Desa/Kecamatan Mumbulsari. Jaranan yang didatangkan dari Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, itu mampu membius banyak warga di sana. Jaranan itu khas. Ada unsur mistis yang dipercaya masyarakat.

Puji Jaya Susanto, 31, pegiat kesenian jaranan di Jember, mengatakan, dalam kesenian jaranan ada banyak hal yang unik. Mulai dari para pemain musik, suara terompetnya yang khas, sampai penari jaranan. “Jaranan itu banyak kategorinya. Mulai dari yang lucu hingga atraksi yang menegangkan,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk bisa menjadi pemain jaranan, pastinya harus berlatih menari. Hal itu tidak dapat dilakukan oleh semua orang, karena ada proses belajar menari terlebih dahulu. Orang-orang yang tidak biasa menari, rata-rata untuk menampilkan pertunjukan seni tari itu akan sulit. Terkecuali belajar tari terlebih dahulu.

Dikatakan, jaranan erat kaitannya dengan unsur magis. Orang bisa saja tidak mempercayainya. Akan tetapi, setelah penampilan tari banyak disajikan di depan publik, sejumlah pemain biasanya ada yang seperti kesurupan. Hal itu tidak boleh ditiru karena aksinya berbahaya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Alunan musik jaranan sangat khas di telinga. Ini bagi warga Jember maupun warga di Jawa Timur. Namun, di era sekarang, tidak banyak orang yang mau menjadi pemain jaranan. Banyak faktornya. Salah satunya adalah era yang serba digital.

Siang itu, jaranan dengan alunan musiknya menghibur banyak orang di Desa/Kecamatan Mumbulsari. Jaranan yang didatangkan dari Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, itu mampu membius banyak warga di sana. Jaranan itu khas. Ada unsur mistis yang dipercaya masyarakat.

Puji Jaya Susanto, 31, pegiat kesenian jaranan di Jember, mengatakan, dalam kesenian jaranan ada banyak hal yang unik. Mulai dari para pemain musik, suara terompetnya yang khas, sampai penari jaranan. “Jaranan itu banyak kategorinya. Mulai dari yang lucu hingga atraksi yang menegangkan,” katanya.

Untuk bisa menjadi pemain jaranan, pastinya harus berlatih menari. Hal itu tidak dapat dilakukan oleh semua orang, karena ada proses belajar menari terlebih dahulu. Orang-orang yang tidak biasa menari, rata-rata untuk menampilkan pertunjukan seni tari itu akan sulit. Terkecuali belajar tari terlebih dahulu.

Dikatakan, jaranan erat kaitannya dengan unsur magis. Orang bisa saja tidak mempercayainya. Akan tetapi, setelah penampilan tari banyak disajikan di depan publik, sejumlah pemain biasanya ada yang seperti kesurupan. Hal itu tidak boleh ditiru karena aksinya berbahaya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Alunan musik jaranan sangat khas di telinga. Ini bagi warga Jember maupun warga di Jawa Timur. Namun, di era sekarang, tidak banyak orang yang mau menjadi pemain jaranan. Banyak faktornya. Salah satunya adalah era yang serba digital.

Siang itu, jaranan dengan alunan musiknya menghibur banyak orang di Desa/Kecamatan Mumbulsari. Jaranan yang didatangkan dari Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, itu mampu membius banyak warga di sana. Jaranan itu khas. Ada unsur mistis yang dipercaya masyarakat.

Puji Jaya Susanto, 31, pegiat kesenian jaranan di Jember, mengatakan, dalam kesenian jaranan ada banyak hal yang unik. Mulai dari para pemain musik, suara terompetnya yang khas, sampai penari jaranan. “Jaranan itu banyak kategorinya. Mulai dari yang lucu hingga atraksi yang menegangkan,” katanya.

Untuk bisa menjadi pemain jaranan, pastinya harus berlatih menari. Hal itu tidak dapat dilakukan oleh semua orang, karena ada proses belajar menari terlebih dahulu. Orang-orang yang tidak biasa menari, rata-rata untuk menampilkan pertunjukan seni tari itu akan sulit. Terkecuali belajar tari terlebih dahulu.

Dikatakan, jaranan erat kaitannya dengan unsur magis. Orang bisa saja tidak mempercayainya. Akan tetapi, setelah penampilan tari banyak disajikan di depan publik, sejumlah pemain biasanya ada yang seperti kesurupan. Hal itu tidak boleh ditiru karena aksinya berbahaya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/