alexametrics
20.9C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Maraknya Sanggar-Sanggar Anak Butuh Apresiasi Pihak Pemerintah

Perlu Ada Apresiasi dari Pemerintah

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemenuhan hak anak menjadi prioritas yang utama, dan tidak hanya dibebankan pada pemerintah. Tetapi, juga oleh semua kalangan masyarakat. Untuk menyukseskan hal ini, pemerintah telah membentuk forum anak yang menjadi kepanjangan tangan untuk pemenuhan hak anak.

Namun, eksistensi forum anak saja tidaklah cukup. Perlu adanya saluran yang didata dan bersinergi secara khusus. Sebab, upaya pemenuhan hak anak adalah sesuatu yang kompleks.

Hal ini diungkapkan oleh founder Tanoker Ledokombo, Farha Ciciek, kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini. “Kita harus belajar mendasar. Selain forum anak, harus ada channel lain yang didata dan didatangi. Salah satunya sanggar anak. Selama ini sanggar-sanggar anak masih belum dianggap,” kata Ciciek.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, selama ini eksistensi sanggar-sanggar anak cukup marak. Namun, perhatian yang signifikan dari pemerintah daerah masih kurang. Menurut dia, bentuk perhatian dari kalangan birokrat tidak melulu bersifat material ataupun pendanaan. Tetapi, lebih pada apresiasi program untuk diteruskan dan dikembangkan secara masif. “Tidak begitu mengharap dana negara. Tapi apresiasi pihak pemerintahan harus dimunculkan. Mulai dari pendataan, misalnya,” sambung Ciciek.

Pihaknya menilai, keberadaan forum anak harus dibarengi dengan komitmen desa yang telah dideklarasikan sebagai desa layak anak. Meskipun sudah ada deklarasi, gebrakannya belum bisa mengejawantahkan hasil kebijakan dan mewujudkan pemenuhan hak anak.

Hal ini mengakibatkan budaya anak sebagai subjek hukum masih kekal menjadi wacana setengah hati. “Forum anak harusnya yang betul-betul membawa desa punya komitmen. Tidak hanya di atas kertas, ada tapi tiada,” sambungnya.

Terpisah, Ketua Forum Anak Jember Nugraha Bayu Syah Putra mengungkapkan, selama ini forum anak berupaya untuk secara optimal memberikan aspirasi ketika musrembang. Sayangnya, tidak sepenuhnya aspirasi tersebut terwakili. Kendalanya adalah anak-anak di desa masih banyak yang absen mengikuti musrembangdes. “Karena perintah setempat tidak menyosialisasikan keterlibatan anak-anak untuk musrembangdes,” ungkap Bayu, Jumat (26/3).

Selain itu, dalam perjalanannya, forum anak intens untuk menggandeng atau bersinergi dengan pegiat dan aktivis yang konsentrasi dengan isu-isu anak. Sinergisitas itu ditunjukkan dengan adanya kolaborasi dalam menyukseskan program-program anak. “Sejauh ini sudah menjalin aktivis yang fokus dengan anak, termasuk evaluasi dengan mitra lebih intens,” pungkas Bayu.

 

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dian Cahyani
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemenuhan hak anak menjadi prioritas yang utama, dan tidak hanya dibebankan pada pemerintah. Tetapi, juga oleh semua kalangan masyarakat. Untuk menyukseskan hal ini, pemerintah telah membentuk forum anak yang menjadi kepanjangan tangan untuk pemenuhan hak anak.

Namun, eksistensi forum anak saja tidaklah cukup. Perlu adanya saluran yang didata dan bersinergi secara khusus. Sebab, upaya pemenuhan hak anak adalah sesuatu yang kompleks.

Hal ini diungkapkan oleh founder Tanoker Ledokombo, Farha Ciciek, kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini. “Kita harus belajar mendasar. Selain forum anak, harus ada channel lain yang didata dan didatangi. Salah satunya sanggar anak. Selama ini sanggar-sanggar anak masih belum dianggap,” kata Ciciek.

Mobile_AP_Half Page

Menurut dia, selama ini eksistensi sanggar-sanggar anak cukup marak. Namun, perhatian yang signifikan dari pemerintah daerah masih kurang. Menurut dia, bentuk perhatian dari kalangan birokrat tidak melulu bersifat material ataupun pendanaan. Tetapi, lebih pada apresiasi program untuk diteruskan dan dikembangkan secara masif. “Tidak begitu mengharap dana negara. Tapi apresiasi pihak pemerintahan harus dimunculkan. Mulai dari pendataan, misalnya,” sambung Ciciek.

Pihaknya menilai, keberadaan forum anak harus dibarengi dengan komitmen desa yang telah dideklarasikan sebagai desa layak anak. Meskipun sudah ada deklarasi, gebrakannya belum bisa mengejawantahkan hasil kebijakan dan mewujudkan pemenuhan hak anak.

Hal ini mengakibatkan budaya anak sebagai subjek hukum masih kekal menjadi wacana setengah hati. “Forum anak harusnya yang betul-betul membawa desa punya komitmen. Tidak hanya di atas kertas, ada tapi tiada,” sambungnya.

Terpisah, Ketua Forum Anak Jember Nugraha Bayu Syah Putra mengungkapkan, selama ini forum anak berupaya untuk secara optimal memberikan aspirasi ketika musrembang. Sayangnya, tidak sepenuhnya aspirasi tersebut terwakili. Kendalanya adalah anak-anak di desa masih banyak yang absen mengikuti musrembangdes. “Karena perintah setempat tidak menyosialisasikan keterlibatan anak-anak untuk musrembangdes,” ungkap Bayu, Jumat (26/3).

Selain itu, dalam perjalanannya, forum anak intens untuk menggandeng atau bersinergi dengan pegiat dan aktivis yang konsentrasi dengan isu-isu anak. Sinergisitas itu ditunjukkan dengan adanya kolaborasi dalam menyukseskan program-program anak. “Sejauh ini sudah menjalin aktivis yang fokus dengan anak, termasuk evaluasi dengan mitra lebih intens,” pungkas Bayu.

 

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dian Cahyani
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemenuhan hak anak menjadi prioritas yang utama, dan tidak hanya dibebankan pada pemerintah. Tetapi, juga oleh semua kalangan masyarakat. Untuk menyukseskan hal ini, pemerintah telah membentuk forum anak yang menjadi kepanjangan tangan untuk pemenuhan hak anak.

Namun, eksistensi forum anak saja tidaklah cukup. Perlu adanya saluran yang didata dan bersinergi secara khusus. Sebab, upaya pemenuhan hak anak adalah sesuatu yang kompleks.

Hal ini diungkapkan oleh founder Tanoker Ledokombo, Farha Ciciek, kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini. “Kita harus belajar mendasar. Selain forum anak, harus ada channel lain yang didata dan didatangi. Salah satunya sanggar anak. Selama ini sanggar-sanggar anak masih belum dianggap,” kata Ciciek.

Menurut dia, selama ini eksistensi sanggar-sanggar anak cukup marak. Namun, perhatian yang signifikan dari pemerintah daerah masih kurang. Menurut dia, bentuk perhatian dari kalangan birokrat tidak melulu bersifat material ataupun pendanaan. Tetapi, lebih pada apresiasi program untuk diteruskan dan dikembangkan secara masif. “Tidak begitu mengharap dana negara. Tapi apresiasi pihak pemerintahan harus dimunculkan. Mulai dari pendataan, misalnya,” sambung Ciciek.

Pihaknya menilai, keberadaan forum anak harus dibarengi dengan komitmen desa yang telah dideklarasikan sebagai desa layak anak. Meskipun sudah ada deklarasi, gebrakannya belum bisa mengejawantahkan hasil kebijakan dan mewujudkan pemenuhan hak anak.

Hal ini mengakibatkan budaya anak sebagai subjek hukum masih kekal menjadi wacana setengah hati. “Forum anak harusnya yang betul-betul membawa desa punya komitmen. Tidak hanya di atas kertas, ada tapi tiada,” sambungnya.

Terpisah, Ketua Forum Anak Jember Nugraha Bayu Syah Putra mengungkapkan, selama ini forum anak berupaya untuk secara optimal memberikan aspirasi ketika musrembang. Sayangnya, tidak sepenuhnya aspirasi tersebut terwakili. Kendalanya adalah anak-anak di desa masih banyak yang absen mengikuti musrembangdes. “Karena perintah setempat tidak menyosialisasikan keterlibatan anak-anak untuk musrembangdes,” ungkap Bayu, Jumat (26/3).

Selain itu, dalam perjalanannya, forum anak intens untuk menggandeng atau bersinergi dengan pegiat dan aktivis yang konsentrasi dengan isu-isu anak. Sinergisitas itu ditunjukkan dengan adanya kolaborasi dalam menyukseskan program-program anak. “Sejauh ini sudah menjalin aktivis yang fokus dengan anak, termasuk evaluasi dengan mitra lebih intens,” pungkas Bayu.

 

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dian Cahyani
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran