alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Membius Pendengar lewat Ketepatan Insting

Tidak memiliki basic bermusik bukan masalah besar di dunia disc jockey (DJ) saat ini. Skill untuk bisa menyajikan musik yang perlu diasah agar pendengar semakin terbius oleh suasana yang nyaman.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musik menjadi salah satu hal yang mewarnai kehidupan sehari-hari. Namun, tidak semua orang bisa menyajikan yang terbaik. Nah, berawal dari kesukaan mendengarkan musik, akhirnya menjadi keinginan perempuan cantik yang satu ini menjadi pemain musik.

Baca Juga : Resiko Jadi Pawang Hujan Seperti Mbak Rara

Inilah cerita Verrel Vania yang menekuni dunia disc jockey (DJ). Mahasiswa semester akhir Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) itu membagikan pengalamannya bagaimana nge-DJ. Bahkan, dia mengaku, untuk menjadi DJ, tidak memiliki basic bisa memainkan alat musik tidak menjadi persoalan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat di bangku SMP, dia sudah memiliki keinginan untuk bisa nge-DJ. Hingga akhirnya Verrel menemukan kakak tingkatnya yang paham memainkan musik DJ tersebut dan ikut pelatihannya. Verrel mengakui, sebelum fokus belajar musik DJ, dia memiliki basic sebagai pemain drum. “Tidak ada basic menguasai alat musik juga bisa. Tapi lebih baik punya basic,” terangnya.

Dia menjelaskan, dalam DJ perlu kesabaran dan harus melewati beberapa tahap. “Jadi, jangan buru-buru menguasai dulu. Namun, ada tahapan-tahapan yang harus dihadapi,” ucapnya.

Menurutnya, yang paling utama adalah keseriusan, sehingga bisa fokus saat belajar. Salah satunya belajar memahami beats per minutes (BPM) atau tempo. “BPM-nya rendah dulu aja, kalau mau belajar,” ucapnya.

Verrel memulai belajar DJ dengan memilih genre house music. Verrel menjelaskan, lagu tersebut BPM-nya rendah dan gampang bagi pemula. Selain itu, penyambungan dari lagu pertama pada lagu kedua tidak terlalu sulit.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musik menjadi salah satu hal yang mewarnai kehidupan sehari-hari. Namun, tidak semua orang bisa menyajikan yang terbaik. Nah, berawal dari kesukaan mendengarkan musik, akhirnya menjadi keinginan perempuan cantik yang satu ini menjadi pemain musik.

Baca Juga : Resiko Jadi Pawang Hujan Seperti Mbak Rara

Inilah cerita Verrel Vania yang menekuni dunia disc jockey (DJ). Mahasiswa semester akhir Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) itu membagikan pengalamannya bagaimana nge-DJ. Bahkan, dia mengaku, untuk menjadi DJ, tidak memiliki basic bisa memainkan alat musik tidak menjadi persoalan.

Saat di bangku SMP, dia sudah memiliki keinginan untuk bisa nge-DJ. Hingga akhirnya Verrel menemukan kakak tingkatnya yang paham memainkan musik DJ tersebut dan ikut pelatihannya. Verrel mengakui, sebelum fokus belajar musik DJ, dia memiliki basic sebagai pemain drum. “Tidak ada basic menguasai alat musik juga bisa. Tapi lebih baik punya basic,” terangnya.

Dia menjelaskan, dalam DJ perlu kesabaran dan harus melewati beberapa tahap. “Jadi, jangan buru-buru menguasai dulu. Namun, ada tahapan-tahapan yang harus dihadapi,” ucapnya.

Menurutnya, yang paling utama adalah keseriusan, sehingga bisa fokus saat belajar. Salah satunya belajar memahami beats per minutes (BPM) atau tempo. “BPM-nya rendah dulu aja, kalau mau belajar,” ucapnya.

Verrel memulai belajar DJ dengan memilih genre house music. Verrel menjelaskan, lagu tersebut BPM-nya rendah dan gampang bagi pemula. Selain itu, penyambungan dari lagu pertama pada lagu kedua tidak terlalu sulit.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musik menjadi salah satu hal yang mewarnai kehidupan sehari-hari. Namun, tidak semua orang bisa menyajikan yang terbaik. Nah, berawal dari kesukaan mendengarkan musik, akhirnya menjadi keinginan perempuan cantik yang satu ini menjadi pemain musik.

Baca Juga : Resiko Jadi Pawang Hujan Seperti Mbak Rara

Inilah cerita Verrel Vania yang menekuni dunia disc jockey (DJ). Mahasiswa semester akhir Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) itu membagikan pengalamannya bagaimana nge-DJ. Bahkan, dia mengaku, untuk menjadi DJ, tidak memiliki basic bisa memainkan alat musik tidak menjadi persoalan.

Saat di bangku SMP, dia sudah memiliki keinginan untuk bisa nge-DJ. Hingga akhirnya Verrel menemukan kakak tingkatnya yang paham memainkan musik DJ tersebut dan ikut pelatihannya. Verrel mengakui, sebelum fokus belajar musik DJ, dia memiliki basic sebagai pemain drum. “Tidak ada basic menguasai alat musik juga bisa. Tapi lebih baik punya basic,” terangnya.

Dia menjelaskan, dalam DJ perlu kesabaran dan harus melewati beberapa tahap. “Jadi, jangan buru-buru menguasai dulu. Namun, ada tahapan-tahapan yang harus dihadapi,” ucapnya.

Menurutnya, yang paling utama adalah keseriusan, sehingga bisa fokus saat belajar. Salah satunya belajar memahami beats per minutes (BPM) atau tempo. “BPM-nya rendah dulu aja, kalau mau belajar,” ucapnya.

Verrel memulai belajar DJ dengan memilih genre house music. Verrel menjelaskan, lagu tersebut BPM-nya rendah dan gampang bagi pemula. Selain itu, penyambungan dari lagu pertama pada lagu kedua tidak terlalu sulit.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/