alexametrics
24.3 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Angkat Bass Drum 25 Kilogram dengan Satu Gigitan

Sempat diremehkan, Fira Audiyah Herianti, taruni asal Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, sukses mengangkat satu bass drum seberat 25 kilogram dengan satu gigitan dengan atraksi. Dia sampai diundang di event-event berskala nasional.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terpampang banyak foto atraksi di dinding ruang tamunya. Satu per satu foto menjelaskan bahwa perempuan kelahiran Ambulu itu cukup berprestasi. Namanya Fira Audiyah Herianti. Gadis kelahiran tahun 2000 itu sukses mengangkat sebuah bass drum seberat 25 kilogram dengan gigitan saat penyambutan pawai Asian Games di Jakarta, 2018 silam.

BACA JUGA : Bahaya Mengancam, Kondisi Jalan Desa Patemon Nyaris Putus

Tak hanya itu, perempuan 22 tahun itu juga berhasil menampilkan atraksinya dalam Deklarasi Kampanye Damai di Monas, di tahun yang sama. Masih kurang dengan capaian yang sudah diraih, remaja dengan sapaan akrab Fira itu juga ikut andil dalam penyambutan Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, di Tanjung Priok.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berawal dari sekolah di SMK Perikanan Jember, perempuan asli Ambulu itu memulai prestasinya di kancah nasional. Dia pun acapkali menggigit bass drum untuk diangkat tanpa bantuan kedua tangannya.

“Awalnya, pertama kali saya tertarik saat sekolah di SMK Perikanan di Jember, kenapa hanya taruna aja yang menggigit bass drum band. Tapi, akhirnya saya coba berlatih dan bisa. Akhirnya saya ikut gabung grup musik di sana,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Lulus dari SMK, Fira pun melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta. “Kalau sekolah di sini (Jakarta, Red) awalnya takut. Masa taruni bisa sih gigit bass drum. Tetapi, ada ajakan dari senior untuk bergabung di grup drum band Genta Bahana Samudra,” katanya.

Menurut Fira, awal berlatih menjadi taruni anggota drum band tentu rintangannya tak semudah apa yang diterima saat SMK. Kala berlatih, Fira sering mengalami cedera lantaran terkena drum tersebut. Bahkan, saat bergabung di grup marching band tersebut dia sempat diremehkan.

“Di sini yang taruni untuk marching band hanya saya saja. Dulu pernah diremehkan kalau cewek kenapa ikut taruni. Nanti engga cantik lagi. Dengan itu saya ingin buktikan kalau taruni juga bisa. Tidak hanya megang bendera, tapi juga bisa atraksi drum,” terangnya.

Fira pun bisa melakukan atraksi drum dengan aksi yang memukau. Melakukan atraksi dengan menggigit bass drum sembari push-up sebanyak 10 kali, jalan, berdiri di atas tumpukan drum, menggigit quintom sambil dimainkan oleh pemain.

Dengan kemampuan yang dimiliki, Fira mengaku sangat ingin berpartisipasi dalam pergelaran akbar JFC. Dia yakin dirinya sanggup untuk menunjukkan atraksinya di depan masyarakat Jember. “Sudah lama keinginan saya ini belum tercapai,” ulasnya. (c2/bud)

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terpampang banyak foto atraksi di dinding ruang tamunya. Satu per satu foto menjelaskan bahwa perempuan kelahiran Ambulu itu cukup berprestasi. Namanya Fira Audiyah Herianti. Gadis kelahiran tahun 2000 itu sukses mengangkat sebuah bass drum seberat 25 kilogram dengan gigitan saat penyambutan pawai Asian Games di Jakarta, 2018 silam.

BACA JUGA : Bahaya Mengancam, Kondisi Jalan Desa Patemon Nyaris Putus

Tak hanya itu, perempuan 22 tahun itu juga berhasil menampilkan atraksinya dalam Deklarasi Kampanye Damai di Monas, di tahun yang sama. Masih kurang dengan capaian yang sudah diraih, remaja dengan sapaan akrab Fira itu juga ikut andil dalam penyambutan Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, di Tanjung Priok.

Berawal dari sekolah di SMK Perikanan Jember, perempuan asli Ambulu itu memulai prestasinya di kancah nasional. Dia pun acapkali menggigit bass drum untuk diangkat tanpa bantuan kedua tangannya.

“Awalnya, pertama kali saya tertarik saat sekolah di SMK Perikanan di Jember, kenapa hanya taruna aja yang menggigit bass drum band. Tapi, akhirnya saya coba berlatih dan bisa. Akhirnya saya ikut gabung grup musik di sana,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Lulus dari SMK, Fira pun melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta. “Kalau sekolah di sini (Jakarta, Red) awalnya takut. Masa taruni bisa sih gigit bass drum. Tetapi, ada ajakan dari senior untuk bergabung di grup drum band Genta Bahana Samudra,” katanya.

Menurut Fira, awal berlatih menjadi taruni anggota drum band tentu rintangannya tak semudah apa yang diterima saat SMK. Kala berlatih, Fira sering mengalami cedera lantaran terkena drum tersebut. Bahkan, saat bergabung di grup marching band tersebut dia sempat diremehkan.

“Di sini yang taruni untuk marching band hanya saya saja. Dulu pernah diremehkan kalau cewek kenapa ikut taruni. Nanti engga cantik lagi. Dengan itu saya ingin buktikan kalau taruni juga bisa. Tidak hanya megang bendera, tapi juga bisa atraksi drum,” terangnya.

Fira pun bisa melakukan atraksi drum dengan aksi yang memukau. Melakukan atraksi dengan menggigit bass drum sembari push-up sebanyak 10 kali, jalan, berdiri di atas tumpukan drum, menggigit quintom sambil dimainkan oleh pemain.

Dengan kemampuan yang dimiliki, Fira mengaku sangat ingin berpartisipasi dalam pergelaran akbar JFC. Dia yakin dirinya sanggup untuk menunjukkan atraksinya di depan masyarakat Jember. “Sudah lama keinginan saya ini belum tercapai,” ulasnya. (c2/bud)

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terpampang banyak foto atraksi di dinding ruang tamunya. Satu per satu foto menjelaskan bahwa perempuan kelahiran Ambulu itu cukup berprestasi. Namanya Fira Audiyah Herianti. Gadis kelahiran tahun 2000 itu sukses mengangkat sebuah bass drum seberat 25 kilogram dengan gigitan saat penyambutan pawai Asian Games di Jakarta, 2018 silam.

BACA JUGA : Bahaya Mengancam, Kondisi Jalan Desa Patemon Nyaris Putus

Tak hanya itu, perempuan 22 tahun itu juga berhasil menampilkan atraksinya dalam Deklarasi Kampanye Damai di Monas, di tahun yang sama. Masih kurang dengan capaian yang sudah diraih, remaja dengan sapaan akrab Fira itu juga ikut andil dalam penyambutan Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, di Tanjung Priok.

Berawal dari sekolah di SMK Perikanan Jember, perempuan asli Ambulu itu memulai prestasinya di kancah nasional. Dia pun acapkali menggigit bass drum untuk diangkat tanpa bantuan kedua tangannya.

“Awalnya, pertama kali saya tertarik saat sekolah di SMK Perikanan di Jember, kenapa hanya taruna aja yang menggigit bass drum band. Tapi, akhirnya saya coba berlatih dan bisa. Akhirnya saya ikut gabung grup musik di sana,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Lulus dari SMK, Fira pun melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta. “Kalau sekolah di sini (Jakarta, Red) awalnya takut. Masa taruni bisa sih gigit bass drum. Tetapi, ada ajakan dari senior untuk bergabung di grup drum band Genta Bahana Samudra,” katanya.

Menurut Fira, awal berlatih menjadi taruni anggota drum band tentu rintangannya tak semudah apa yang diterima saat SMK. Kala berlatih, Fira sering mengalami cedera lantaran terkena drum tersebut. Bahkan, saat bergabung di grup marching band tersebut dia sempat diremehkan.

“Di sini yang taruni untuk marching band hanya saya saja. Dulu pernah diremehkan kalau cewek kenapa ikut taruni. Nanti engga cantik lagi. Dengan itu saya ingin buktikan kalau taruni juga bisa. Tidak hanya megang bendera, tapi juga bisa atraksi drum,” terangnya.

Fira pun bisa melakukan atraksi drum dengan aksi yang memukau. Melakukan atraksi dengan menggigit bass drum sembari push-up sebanyak 10 kali, jalan, berdiri di atas tumpukan drum, menggigit quintom sambil dimainkan oleh pemain.

Dengan kemampuan yang dimiliki, Fira mengaku sangat ingin berpartisipasi dalam pergelaran akbar JFC. Dia yakin dirinya sanggup untuk menunjukkan atraksinya di depan masyarakat Jember. “Sudah lama keinginan saya ini belum tercapai,” ulasnya. (c2/bud)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/