alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Vivi Dewi Wulandari dan Denita Putri Maharsi Lestarikan Seni Tradisi

Vivi Dewi Wulandari dan Denita Putri Maharsi memiliki tujuan terus melestarikan tarian tradisional agar tak tergerus zaman. Keduanya pun mendirikan sanggar tari di Kecamatan Kalisat. Meski baru didirikan beberapa bulan lalu, anggota sanggarnya sudah meraih prestasi.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jiwa seni sudah tertanam dalam diri Vivi Dewi Wulandari dan Denita Putri Maharsi. Kesenian tari tradisional seakan sudah menjadi bagian dari hidup keduanya.

BACA JUGA : Fikes Unmuh Jember Lakukan Pendampingan ke Bumil dan Balita 

Berbekal kesenangan dan rasa bangganya pada seni tari tradisional itu, mereka berdua mendirikan sebuah sanggar. Februari lalu, keduanya resmi mendirikan sanggar tari yang diberi nama Dinara Carika Putri.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sanggar Dinara adalah sanggar satu-satunya yang berada di Kecamatan Kalisat. Awal mula terbentuknya sanggar tari itu, Vivi melihat di wilayah Kalisat pemuda-pemudinya memiliki potensi tinggi akan tari. Tetapi bakatnya masih belum tersalurkan. Selain itu, menurut Vivi, kurangnya minat pemuda-pemudi akan tari tradisional.

Bagi Vivi, remaja masa kini belum sepenuhnya mencintai budaya yang ada. Dengan mendirikan sanggar tersebut, dia bersama Denita bertekad mengajak pemuda masa kini tak melupakan begitu saja tarian budaya bangsa.

Dua alumni Universitas Negeri Malang itu sebelumnya juga menjadi pelatih pada salah satu sanggar di kawasan Jember. Langkah mereka mendirikan sanggar tari tak semudah yang dibayangkan. Berbagai rintangan mereka lalui untuk berdirinya sanggar tari satu-satunya di Kalisat itu.

Langkah awal yang mereka lakukan adalah menentukan lokasi untuk latihan. “Di awal saya bingung mau di mana latihannya. Kemudian, teman saya mengusulkan di Kecamatan Kalisat,” ujar Vivi.

Niat apik keduanya pun disambut positif oleh pihak kecamatan. Mulai dari perizinan lokasi, menurut Vivi, didukung oleh pihak kecamatan. “Alhamdulillah, perizinan tempat waktu itu tidak membutuhkan waktu lama,” ungkapnya.

Pembukaan pendaftaran anggota baru juga mendapat respons bagus dari warga sekitar. Biaya pendaftaran pun mereka patok Rp 125 ribu. “Uang pendaftaran itu sudah include dengan kaus sanggar,” tuturnya.

Sementara, biaya per bulannya, anggota sanggar hanya perlu iuran Rp 25 ribu. Total hingga saat ini sebanyak 26 murid tergabung di sanggar milik mereka. Sementara ini, ada dua kategori, yakni anak-anak dan dewasa. “Tari yang kami ajarkan lengkap, ada tari tradisional, modern, dan kontemporer,” jelasnya lagi.

Bergabung di sanggar ini tak perlu syarat khusus. Dari usia 4 tahun sampai dewasa boleh ikut. Terlebih bagi calon anggota yang tak memiliki keahlian tari sama sekali, sanggar tarinya terbuka lebar.

Di sisi lain, untuk urusan prestasi, sanggar Dinara Carika Putri sudah menorehkan catatan apik. Meski baru seumur jagung, mereka sudah memberikan bukti prestasi. “Salah satu murid kami juara 3 kategori dewasa,” imbuhnya.

Harapannya, seluruh anggota di sanggarnya tak hanya mengejar prestasi semata. Melainkan, mereka tetap melestarikan budaya tari tradisional. “Selain itu, saya berharap mereka dapat menyalurkan bakatnya di sekolah bersama teman-temannya,” pungkasnya. (c2)

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jiwa seni sudah tertanam dalam diri Vivi Dewi Wulandari dan Denita Putri Maharsi. Kesenian tari tradisional seakan sudah menjadi bagian dari hidup keduanya.

BACA JUGA : Fikes Unmuh Jember Lakukan Pendampingan ke Bumil dan Balita 

Berbekal kesenangan dan rasa bangganya pada seni tari tradisional itu, mereka berdua mendirikan sebuah sanggar. Februari lalu, keduanya resmi mendirikan sanggar tari yang diberi nama Dinara Carika Putri.

Sanggar Dinara adalah sanggar satu-satunya yang berada di Kecamatan Kalisat. Awal mula terbentuknya sanggar tari itu, Vivi melihat di wilayah Kalisat pemuda-pemudinya memiliki potensi tinggi akan tari. Tetapi bakatnya masih belum tersalurkan. Selain itu, menurut Vivi, kurangnya minat pemuda-pemudi akan tari tradisional.

Bagi Vivi, remaja masa kini belum sepenuhnya mencintai budaya yang ada. Dengan mendirikan sanggar tersebut, dia bersama Denita bertekad mengajak pemuda masa kini tak melupakan begitu saja tarian budaya bangsa.

Dua alumni Universitas Negeri Malang itu sebelumnya juga menjadi pelatih pada salah satu sanggar di kawasan Jember. Langkah mereka mendirikan sanggar tari tak semudah yang dibayangkan. Berbagai rintangan mereka lalui untuk berdirinya sanggar tari satu-satunya di Kalisat itu.

Langkah awal yang mereka lakukan adalah menentukan lokasi untuk latihan. “Di awal saya bingung mau di mana latihannya. Kemudian, teman saya mengusulkan di Kecamatan Kalisat,” ujar Vivi.

Niat apik keduanya pun disambut positif oleh pihak kecamatan. Mulai dari perizinan lokasi, menurut Vivi, didukung oleh pihak kecamatan. “Alhamdulillah, perizinan tempat waktu itu tidak membutuhkan waktu lama,” ungkapnya.

Pembukaan pendaftaran anggota baru juga mendapat respons bagus dari warga sekitar. Biaya pendaftaran pun mereka patok Rp 125 ribu. “Uang pendaftaran itu sudah include dengan kaus sanggar,” tuturnya.

Sementara, biaya per bulannya, anggota sanggar hanya perlu iuran Rp 25 ribu. Total hingga saat ini sebanyak 26 murid tergabung di sanggar milik mereka. Sementara ini, ada dua kategori, yakni anak-anak dan dewasa. “Tari yang kami ajarkan lengkap, ada tari tradisional, modern, dan kontemporer,” jelasnya lagi.

Bergabung di sanggar ini tak perlu syarat khusus. Dari usia 4 tahun sampai dewasa boleh ikut. Terlebih bagi calon anggota yang tak memiliki keahlian tari sama sekali, sanggar tarinya terbuka lebar.

Di sisi lain, untuk urusan prestasi, sanggar Dinara Carika Putri sudah menorehkan catatan apik. Meski baru seumur jagung, mereka sudah memberikan bukti prestasi. “Salah satu murid kami juara 3 kategori dewasa,” imbuhnya.

Harapannya, seluruh anggota di sanggarnya tak hanya mengejar prestasi semata. Melainkan, mereka tetap melestarikan budaya tari tradisional. “Selain itu, saya berharap mereka dapat menyalurkan bakatnya di sekolah bersama teman-temannya,” pungkasnya. (c2)

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jiwa seni sudah tertanam dalam diri Vivi Dewi Wulandari dan Denita Putri Maharsi. Kesenian tari tradisional seakan sudah menjadi bagian dari hidup keduanya.

BACA JUGA : Fikes Unmuh Jember Lakukan Pendampingan ke Bumil dan Balita 

Berbekal kesenangan dan rasa bangganya pada seni tari tradisional itu, mereka berdua mendirikan sebuah sanggar. Februari lalu, keduanya resmi mendirikan sanggar tari yang diberi nama Dinara Carika Putri.

Sanggar Dinara adalah sanggar satu-satunya yang berada di Kecamatan Kalisat. Awal mula terbentuknya sanggar tari itu, Vivi melihat di wilayah Kalisat pemuda-pemudinya memiliki potensi tinggi akan tari. Tetapi bakatnya masih belum tersalurkan. Selain itu, menurut Vivi, kurangnya minat pemuda-pemudi akan tari tradisional.

Bagi Vivi, remaja masa kini belum sepenuhnya mencintai budaya yang ada. Dengan mendirikan sanggar tersebut, dia bersama Denita bertekad mengajak pemuda masa kini tak melupakan begitu saja tarian budaya bangsa.

Dua alumni Universitas Negeri Malang itu sebelumnya juga menjadi pelatih pada salah satu sanggar di kawasan Jember. Langkah mereka mendirikan sanggar tari tak semudah yang dibayangkan. Berbagai rintangan mereka lalui untuk berdirinya sanggar tari satu-satunya di Kalisat itu.

Langkah awal yang mereka lakukan adalah menentukan lokasi untuk latihan. “Di awal saya bingung mau di mana latihannya. Kemudian, teman saya mengusulkan di Kecamatan Kalisat,” ujar Vivi.

Niat apik keduanya pun disambut positif oleh pihak kecamatan. Mulai dari perizinan lokasi, menurut Vivi, didukung oleh pihak kecamatan. “Alhamdulillah, perizinan tempat waktu itu tidak membutuhkan waktu lama,” ungkapnya.

Pembukaan pendaftaran anggota baru juga mendapat respons bagus dari warga sekitar. Biaya pendaftaran pun mereka patok Rp 125 ribu. “Uang pendaftaran itu sudah include dengan kaus sanggar,” tuturnya.

Sementara, biaya per bulannya, anggota sanggar hanya perlu iuran Rp 25 ribu. Total hingga saat ini sebanyak 26 murid tergabung di sanggar milik mereka. Sementara ini, ada dua kategori, yakni anak-anak dan dewasa. “Tari yang kami ajarkan lengkap, ada tari tradisional, modern, dan kontemporer,” jelasnya lagi.

Bergabung di sanggar ini tak perlu syarat khusus. Dari usia 4 tahun sampai dewasa boleh ikut. Terlebih bagi calon anggota yang tak memiliki keahlian tari sama sekali, sanggar tarinya terbuka lebar.

Di sisi lain, untuk urusan prestasi, sanggar Dinara Carika Putri sudah menorehkan catatan apik. Meski baru seumur jagung, mereka sudah memberikan bukti prestasi. “Salah satu murid kami juara 3 kategori dewasa,” imbuhnya.

Harapannya, seluruh anggota di sanggarnya tak hanya mengejar prestasi semata. Melainkan, mereka tetap melestarikan budaya tari tradisional. “Selain itu, saya berharap mereka dapat menyalurkan bakatnya di sekolah bersama teman-temannya,” pungkasnya. (c2)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/