alexametrics
29.2 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Hakiki, Inovator Perajin Batik Media Paralon di Umbulsari

Bikin Usaha Kreatif Berbasis Komunitas, Misinya Berdayakan Pemuda Desa

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKORENO, RADARJEMBER.ID – IDE kreatif Hakiki mengaplikasikan batik pada media paralon bermula ketika ia mengikuti lomba membatik kipas tingkat kabupaten Jember pada 2018 silam. Saat itu, Hakiki tak punya modal banyak untuk mengikuti lomba. Hanya bermodalkan nekat dan pengalaman menggambar ala kadarnya. Tak disangka, dirinya menjuarai kompetisi itu dan mengalahkan 3.000 peserta lain yang sudah profesional.

“Padahal saya saat itu masih amatiran. Tidak tahu motif batik apa, pokok menggambar batik. Catnya pakai sisa-sisa peserta lain. Waktunya mepet lagi,” kenang pria lulusan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember itu.

Kemenangannya itu membuat Hakiki dilirik oleh beberapa toko batik dan sanggar pembuatan batik terkenal di Jember untuk menjadi kreator motif batik di Jember. Setidaknya, lebih dari tiga sanggar Jember yang menawarinya menjadi kreator motif batik. Namun, ia menolak. Alasannya, karena ingin mengembangkan potensi seninya secara independen dan tidak bergantung pada orang lain. “Selain itu, saya harus bikin sesuatu yang beda. Tidak sama dengan yang lain,” kata pemuda yang tinggal di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Beberapa hari setelah kompetisi berlangsung, ide untuk membatik pada media paralon pun muncul. Ide itu keluar begitu saja manakala Hakiki sedang berdiam diri di kolam ikan miliknya yang lokasinya tepat di belakang rumahnya di Jember. Saat itu, dia iseng untuk membuat motif batik pada paralon yang tidak terpakai. Lalu, ia pun mengebor paralon mengikuti motif batik yang ia gambar tersebut. “Nah, dari situ saya kepikiran kalau dibuat lampu. Saya pun komunikasi sama teman-teman KPJ (Komunitas Perupa Jember, Red). Alhamdulillah banyak yang mendukung dan memberikan masukan,” jelasnya.

Dari situlah, akhirnya Hakiki semakin yakin bahwa media membatik dengan paralon memiliki peluang besar untuk pemasarannya. Terlebih, ia menambahkan, motif batik dan warna batik pada paralon itu juga unik. Berbeda dengan warna lampu hias pada umumnya, sehingga dia meyakini nilai estetikanya lebih tinggi.

Awal mula bisnis ini dirintis, Hakiki menggunakan bahan-bahan bekas untuk bagian penyangganya. Misalnya, penyangga lampu berbahan kaset rongsokan yang dicat. Namun, seiring perkembangannya, banyak pelanggan yang meminta untuk menggunakan penyangga lampu berbahan baku kayu.

Meski saat ini karyanya itu cukup digemari pelanggan, namun dalam prosesnya Hakiki sempat terhambat karena minimnya pemasaran. Ia tak menyerah dan terus memproduksi walau permintaan masih sepi. Dia lantas memanfaatkan media sosial untuk promosi. Baik dengan memasang status di WhatsApp atau di beranda Facebook.

- Advertisement -

SUKORENO, RADARJEMBER.ID – IDE kreatif Hakiki mengaplikasikan batik pada media paralon bermula ketika ia mengikuti lomba membatik kipas tingkat kabupaten Jember pada 2018 silam. Saat itu, Hakiki tak punya modal banyak untuk mengikuti lomba. Hanya bermodalkan nekat dan pengalaman menggambar ala kadarnya. Tak disangka, dirinya menjuarai kompetisi itu dan mengalahkan 3.000 peserta lain yang sudah profesional.

“Padahal saya saat itu masih amatiran. Tidak tahu motif batik apa, pokok menggambar batik. Catnya pakai sisa-sisa peserta lain. Waktunya mepet lagi,” kenang pria lulusan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember itu.

Kemenangannya itu membuat Hakiki dilirik oleh beberapa toko batik dan sanggar pembuatan batik terkenal di Jember untuk menjadi kreator motif batik di Jember. Setidaknya, lebih dari tiga sanggar Jember yang menawarinya menjadi kreator motif batik. Namun, ia menolak. Alasannya, karena ingin mengembangkan potensi seninya secara independen dan tidak bergantung pada orang lain. “Selain itu, saya harus bikin sesuatu yang beda. Tidak sama dengan yang lain,” kata pemuda yang tinggal di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember itu.

Beberapa hari setelah kompetisi berlangsung, ide untuk membatik pada media paralon pun muncul. Ide itu keluar begitu saja manakala Hakiki sedang berdiam diri di kolam ikan miliknya yang lokasinya tepat di belakang rumahnya di Jember. Saat itu, dia iseng untuk membuat motif batik pada paralon yang tidak terpakai. Lalu, ia pun mengebor paralon mengikuti motif batik yang ia gambar tersebut. “Nah, dari situ saya kepikiran kalau dibuat lampu. Saya pun komunikasi sama teman-teman KPJ (Komunitas Perupa Jember, Red). Alhamdulillah banyak yang mendukung dan memberikan masukan,” jelasnya.

Dari situlah, akhirnya Hakiki semakin yakin bahwa media membatik dengan paralon memiliki peluang besar untuk pemasarannya. Terlebih, ia menambahkan, motif batik dan warna batik pada paralon itu juga unik. Berbeda dengan warna lampu hias pada umumnya, sehingga dia meyakini nilai estetikanya lebih tinggi.

Awal mula bisnis ini dirintis, Hakiki menggunakan bahan-bahan bekas untuk bagian penyangganya. Misalnya, penyangga lampu berbahan kaset rongsokan yang dicat. Namun, seiring perkembangannya, banyak pelanggan yang meminta untuk menggunakan penyangga lampu berbahan baku kayu.

Meski saat ini karyanya itu cukup digemari pelanggan, namun dalam prosesnya Hakiki sempat terhambat karena minimnya pemasaran. Ia tak menyerah dan terus memproduksi walau permintaan masih sepi. Dia lantas memanfaatkan media sosial untuk promosi. Baik dengan memasang status di WhatsApp atau di beranda Facebook.

SUKORENO, RADARJEMBER.ID – IDE kreatif Hakiki mengaplikasikan batik pada media paralon bermula ketika ia mengikuti lomba membatik kipas tingkat kabupaten Jember pada 2018 silam. Saat itu, Hakiki tak punya modal banyak untuk mengikuti lomba. Hanya bermodalkan nekat dan pengalaman menggambar ala kadarnya. Tak disangka, dirinya menjuarai kompetisi itu dan mengalahkan 3.000 peserta lain yang sudah profesional.

“Padahal saya saat itu masih amatiran. Tidak tahu motif batik apa, pokok menggambar batik. Catnya pakai sisa-sisa peserta lain. Waktunya mepet lagi,” kenang pria lulusan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember itu.

Kemenangannya itu membuat Hakiki dilirik oleh beberapa toko batik dan sanggar pembuatan batik terkenal di Jember untuk menjadi kreator motif batik di Jember. Setidaknya, lebih dari tiga sanggar Jember yang menawarinya menjadi kreator motif batik. Namun, ia menolak. Alasannya, karena ingin mengembangkan potensi seninya secara independen dan tidak bergantung pada orang lain. “Selain itu, saya harus bikin sesuatu yang beda. Tidak sama dengan yang lain,” kata pemuda yang tinggal di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember itu.

Beberapa hari setelah kompetisi berlangsung, ide untuk membatik pada media paralon pun muncul. Ide itu keluar begitu saja manakala Hakiki sedang berdiam diri di kolam ikan miliknya yang lokasinya tepat di belakang rumahnya di Jember. Saat itu, dia iseng untuk membuat motif batik pada paralon yang tidak terpakai. Lalu, ia pun mengebor paralon mengikuti motif batik yang ia gambar tersebut. “Nah, dari situ saya kepikiran kalau dibuat lampu. Saya pun komunikasi sama teman-teman KPJ (Komunitas Perupa Jember, Red). Alhamdulillah banyak yang mendukung dan memberikan masukan,” jelasnya.

Dari situlah, akhirnya Hakiki semakin yakin bahwa media membatik dengan paralon memiliki peluang besar untuk pemasarannya. Terlebih, ia menambahkan, motif batik dan warna batik pada paralon itu juga unik. Berbeda dengan warna lampu hias pada umumnya, sehingga dia meyakini nilai estetikanya lebih tinggi.

Awal mula bisnis ini dirintis, Hakiki menggunakan bahan-bahan bekas untuk bagian penyangganya. Misalnya, penyangga lampu berbahan kaset rongsokan yang dicat. Namun, seiring perkembangannya, banyak pelanggan yang meminta untuk menggunakan penyangga lampu berbahan baku kayu.

Meski saat ini karyanya itu cukup digemari pelanggan, namun dalam prosesnya Hakiki sempat terhambat karena minimnya pemasaran. Ia tak menyerah dan terus memproduksi walau permintaan masih sepi. Dia lantas memanfaatkan media sosial untuk promosi. Baik dengan memasang status di WhatsApp atau di beranda Facebook.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/