alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Tirakatan Hingga Sendratari Ramaikan Hari Jadi Mojokerto

Mobile_AP_Rectangle 1

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID – Salah satu tradisi dan sekarang masih dilakukan oleh warga Kota mojokerto untuk merayakan hari jadi adalah malam tirakatan. Pada malam ini, warga terbiasa berkumpul dan berdoa bersama-sama.

BACA JUGA: Forum Metaverse Dibentuk untuk Dukung Pengembangan dan Standar Teknologi

Hal itu seperti dilakukan oleh warga RW 2 Miji Baru, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Warga berkumpul di Masjid Al Ikhlas. Setelah dua tahun pandemi, wargapun sangat antusias untuk menggelar malam tirakatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kegiatan tersebut terasa istimewa karena Ika Puspitasari, Walikota Mojokerto bersama suami Supriadi Karima Saiful ikut hadir.Malam tirakatan ini tidak mengenal perbedaan, terutama berkaitan agama maupun suku.

Meskipun tirakatan itu berlangsung di masjid, namun warga non muslim bersedia memenuhi undangan ini dari takmir masjid.Hal tersebut seperti dijelaskan oleh Totok Sucahyanto, Ketua RW.02, Miji Baru.

“Pada malam hari ini yang saya undang itu bukan yang muslim thok, non muslim juga hadir. Karena tasyakuran itu milik warga bukan hanya milik orang muslim, tapi bagi semua warga,” terang Totok.

“Terimakasih atas kondusifitas, khususnya di lingkungan Miji Baru RW 2 ini. Panjenengan meskipun berbeda agama, berbeda latar belakang, berbeda suku tapi panjengengan rukun kompak. “ ungkap walikota dan akrab disapa Ning Ita.

Walikota Ning Ita menambahkan, berkat kerukunan tersebut, Mojokerto mendapatkan anugrah berupa Harmony Award dari Kementerian Agama.Tentu, kata Ning Ita hal itu sangatlah membanggakan di saat Mojokerto berhari jadi.

- Advertisement -

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID – Salah satu tradisi dan sekarang masih dilakukan oleh warga Kota mojokerto untuk merayakan hari jadi adalah malam tirakatan. Pada malam ini, warga terbiasa berkumpul dan berdoa bersama-sama.

BACA JUGA: Forum Metaverse Dibentuk untuk Dukung Pengembangan dan Standar Teknologi

Hal itu seperti dilakukan oleh warga RW 2 Miji Baru, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Warga berkumpul di Masjid Al Ikhlas. Setelah dua tahun pandemi, wargapun sangat antusias untuk menggelar malam tirakatan.

Kegiatan tersebut terasa istimewa karena Ika Puspitasari, Walikota Mojokerto bersama suami Supriadi Karima Saiful ikut hadir.Malam tirakatan ini tidak mengenal perbedaan, terutama berkaitan agama maupun suku.

Meskipun tirakatan itu berlangsung di masjid, namun warga non muslim bersedia memenuhi undangan ini dari takmir masjid.Hal tersebut seperti dijelaskan oleh Totok Sucahyanto, Ketua RW.02, Miji Baru.

“Pada malam hari ini yang saya undang itu bukan yang muslim thok, non muslim juga hadir. Karena tasyakuran itu milik warga bukan hanya milik orang muslim, tapi bagi semua warga,” terang Totok.

“Terimakasih atas kondusifitas, khususnya di lingkungan Miji Baru RW 2 ini. Panjenengan meskipun berbeda agama, berbeda latar belakang, berbeda suku tapi panjengengan rukun kompak. “ ungkap walikota dan akrab disapa Ning Ita.

Walikota Ning Ita menambahkan, berkat kerukunan tersebut, Mojokerto mendapatkan anugrah berupa Harmony Award dari Kementerian Agama.Tentu, kata Ning Ita hal itu sangatlah membanggakan di saat Mojokerto berhari jadi.

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID – Salah satu tradisi dan sekarang masih dilakukan oleh warga Kota mojokerto untuk merayakan hari jadi adalah malam tirakatan. Pada malam ini, warga terbiasa berkumpul dan berdoa bersama-sama.

BACA JUGA: Forum Metaverse Dibentuk untuk Dukung Pengembangan dan Standar Teknologi

Hal itu seperti dilakukan oleh warga RW 2 Miji Baru, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Warga berkumpul di Masjid Al Ikhlas. Setelah dua tahun pandemi, wargapun sangat antusias untuk menggelar malam tirakatan.

Kegiatan tersebut terasa istimewa karena Ika Puspitasari, Walikota Mojokerto bersama suami Supriadi Karima Saiful ikut hadir.Malam tirakatan ini tidak mengenal perbedaan, terutama berkaitan agama maupun suku.

Meskipun tirakatan itu berlangsung di masjid, namun warga non muslim bersedia memenuhi undangan ini dari takmir masjid.Hal tersebut seperti dijelaskan oleh Totok Sucahyanto, Ketua RW.02, Miji Baru.

“Pada malam hari ini yang saya undang itu bukan yang muslim thok, non muslim juga hadir. Karena tasyakuran itu milik warga bukan hanya milik orang muslim, tapi bagi semua warga,” terang Totok.

“Terimakasih atas kondusifitas, khususnya di lingkungan Miji Baru RW 2 ini. Panjenengan meskipun berbeda agama, berbeda latar belakang, berbeda suku tapi panjengengan rukun kompak. “ ungkap walikota dan akrab disapa Ning Ita.

Walikota Ning Ita menambahkan, berkat kerukunan tersebut, Mojokerto mendapatkan anugrah berupa Harmony Award dari Kementerian Agama.Tentu, kata Ning Ita hal itu sangatlah membanggakan di saat Mojokerto berhari jadi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/