alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Sampah di Kampung Jember ini Naik Kasta, Harga Jual Bebas

Kerajinan Daur Ulang Dilego Seikhlasnya Pembeli Bisa Tentukan Harga Sendiri

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Baru-baru ini, nama Kampung Wisata Bonsai (KWB)  Jember yang terletak di Gang II Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, mulai banyak diperbincangkan. Selain tanaman bonsai yang melimpah, di kampung wisata Bonsai ini tampaknya juga ada seorang perajin dekorasi yang bahan-bahannya menggunakan sampah plastik dan kayu yang didapatkan dari sungai.

Joko, 45, di tengah kesibukannya sebagai penjaga pos malam di salah satu perusahaan, pada siang hari lelaki ini memilih untuk menggarap kerajinan tangan berbahan sampah plastik dan kayu. Bentuknya bermacam-macam. Ada gantungan kue, hiasan dinding, talenan plastik, meja, hingga wastafel. Semuanya dia buat seorang diri di halaman rumahnya dengan alat seadanya.

Meski masih belum lama ia memulai aktivitas tersebut, namun karya Joko telah dibeli beberapa orang. Bahkan cukup banyak warga yang memesan. Sampah kayu dan plastik yang ia dapatkan dari sungai di belakang perkampungannya itu dia jadikan barang berguna sesuai permintaan pembeli.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau ada yang minta dibuatkan gantungan kue, ya, saya buatkan. Kalau ada yang minta dibuatkan tanaman hias plastik, ya, saya buatkan. Tergantung pesanan dan harga bisa dibicarakan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember. Berbeda dengan penjual lainnya, Joko memberi kebebasan kepada pembeli untuk menentukan harganya. Alias, pembeli bisa membayar seikhlasnya.

Menurut dia, kerajinan yang ia buat bukan hanya media untuk meraup cuan. Selain menjalankan hobi, aktivitas berkreasi itu ia lakukan demi mengurangi jumlah sampah yang dibuang di sungai. “Salah satu niatnya untuk kebersihan kali yang ini merupakan program JBC (Jember Bonsai Community, Red). Selanjutnya, baru untuk hobi buat mengisi waktu saat di rumah,” ujarnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Baru-baru ini, nama Kampung Wisata Bonsai (KWB)  Jember yang terletak di Gang II Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, mulai banyak diperbincangkan. Selain tanaman bonsai yang melimpah, di kampung wisata Bonsai ini tampaknya juga ada seorang perajin dekorasi yang bahan-bahannya menggunakan sampah plastik dan kayu yang didapatkan dari sungai.

Joko, 45, di tengah kesibukannya sebagai penjaga pos malam di salah satu perusahaan, pada siang hari lelaki ini memilih untuk menggarap kerajinan tangan berbahan sampah plastik dan kayu. Bentuknya bermacam-macam. Ada gantungan kue, hiasan dinding, talenan plastik, meja, hingga wastafel. Semuanya dia buat seorang diri di halaman rumahnya dengan alat seadanya.

Meski masih belum lama ia memulai aktivitas tersebut, namun karya Joko telah dibeli beberapa orang. Bahkan cukup banyak warga yang memesan. Sampah kayu dan plastik yang ia dapatkan dari sungai di belakang perkampungannya itu dia jadikan barang berguna sesuai permintaan pembeli.

“Kalau ada yang minta dibuatkan gantungan kue, ya, saya buatkan. Kalau ada yang minta dibuatkan tanaman hias plastik, ya, saya buatkan. Tergantung pesanan dan harga bisa dibicarakan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember. Berbeda dengan penjual lainnya, Joko memberi kebebasan kepada pembeli untuk menentukan harganya. Alias, pembeli bisa membayar seikhlasnya.

Menurut dia, kerajinan yang ia buat bukan hanya media untuk meraup cuan. Selain menjalankan hobi, aktivitas berkreasi itu ia lakukan demi mengurangi jumlah sampah yang dibuang di sungai. “Salah satu niatnya untuk kebersihan kali yang ini merupakan program JBC (Jember Bonsai Community, Red). Selanjutnya, baru untuk hobi buat mengisi waktu saat di rumah,” ujarnya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Baru-baru ini, nama Kampung Wisata Bonsai (KWB)  Jember yang terletak di Gang II Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, mulai banyak diperbincangkan. Selain tanaman bonsai yang melimpah, di kampung wisata Bonsai ini tampaknya juga ada seorang perajin dekorasi yang bahan-bahannya menggunakan sampah plastik dan kayu yang didapatkan dari sungai.

Joko, 45, di tengah kesibukannya sebagai penjaga pos malam di salah satu perusahaan, pada siang hari lelaki ini memilih untuk menggarap kerajinan tangan berbahan sampah plastik dan kayu. Bentuknya bermacam-macam. Ada gantungan kue, hiasan dinding, talenan plastik, meja, hingga wastafel. Semuanya dia buat seorang diri di halaman rumahnya dengan alat seadanya.

Meski masih belum lama ia memulai aktivitas tersebut, namun karya Joko telah dibeli beberapa orang. Bahkan cukup banyak warga yang memesan. Sampah kayu dan plastik yang ia dapatkan dari sungai di belakang perkampungannya itu dia jadikan barang berguna sesuai permintaan pembeli.

“Kalau ada yang minta dibuatkan gantungan kue, ya, saya buatkan. Kalau ada yang minta dibuatkan tanaman hias plastik, ya, saya buatkan. Tergantung pesanan dan harga bisa dibicarakan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember. Berbeda dengan penjual lainnya, Joko memberi kebebasan kepada pembeli untuk menentukan harganya. Alias, pembeli bisa membayar seikhlasnya.

Menurut dia, kerajinan yang ia buat bukan hanya media untuk meraup cuan. Selain menjalankan hobi, aktivitas berkreasi itu ia lakukan demi mengurangi jumlah sampah yang dibuang di sungai. “Salah satu niatnya untuk kebersihan kali yang ini merupakan program JBC (Jember Bonsai Community, Red). Selanjutnya, baru untuk hobi buat mengisi waktu saat di rumah,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/