alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Motif Khas Batik Jember

Butuh Dukungan Pemerintah Daerah, Penetapan Motif Khas Batik Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKOWONO, RADARJEMBER.ID – Sebagai kabupaten yang kaya akan budaya dan wisata, sejak dulu Jember memang banyak dikunjungi wisatawan dari luar daerah, bahkan luar negeri. Misalnya, Pantai Tanjung Papuma yang eksotis, juga wisata air terjun yang tersebar di ujung-ujung kabupaten, hingga wisata perkebunan dan pusat penelitian kopi yang hanya ada satu di Indonesia. Tak lupa seni budaya seperti Can-macanan Kaduk dan budaya lainnya yang menjadi kekayaan khas Jember.

Bukti adanya kekayaan alam, budaya, dan wisata tersebut biasanya diwujudkan dalam bentuk simbol berupa batik. Sebab, hampir setiap daerah memiliki motif batik yang berbeda-beda. Termasuk di Jember. Bahkan di Jember, antara belahan sisi utara dan selatan juga memiliki corak dan kekhasan batik yang berbeda pula.

Namun, beragamnya potensi Jember ini justru menjadikan kabupaten yang terletak di timur Jawa ini tak memiliki motif batik khas yang paten. Sebab, motif batik khas Jember memang terkenal dengan lambang daun tembakau. Meski demikian, jika diamati lebih mendalam, masih banyak batik motif lain yang dihasilkan oleh para perajin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sudiono, salah satu pembatik di Kecamatan Sukowono, mengatakan, sejak terbentuknya Kabupaten Jember memang tidak ada motif batik yang ditetapkan oleh pemerintah. Para pembatik hanya membuat sesuai pengamatan dan asumsinya saja. Dan menurut dia, pada simposium pembatik yang belum lama digelar, para pembatik menyepakati untuk mengangkat motif batik Pasadeng sebagai motif batik khas Jember. “Kami mengangkat tentang kerajaan yang ada di Jember, Kerajaan Sadeng. Itu yang kemudian kami gagas,” tuturnya.

Sejak saat itulah, para pembatik di Jember mulai memproduksi batik dengan motif yang telah ditentukan tersebut. Namun, upaya ciri khas kota itu hanya terdengar oleh sebagian warga. Bahkan bisa dikatakan hanya dikenal di telinga sesama pembatik.

- Advertisement -

SUKOWONO, RADARJEMBER.ID – Sebagai kabupaten yang kaya akan budaya dan wisata, sejak dulu Jember memang banyak dikunjungi wisatawan dari luar daerah, bahkan luar negeri. Misalnya, Pantai Tanjung Papuma yang eksotis, juga wisata air terjun yang tersebar di ujung-ujung kabupaten, hingga wisata perkebunan dan pusat penelitian kopi yang hanya ada satu di Indonesia. Tak lupa seni budaya seperti Can-macanan Kaduk dan budaya lainnya yang menjadi kekayaan khas Jember.

Bukti adanya kekayaan alam, budaya, dan wisata tersebut biasanya diwujudkan dalam bentuk simbol berupa batik. Sebab, hampir setiap daerah memiliki motif batik yang berbeda-beda. Termasuk di Jember. Bahkan di Jember, antara belahan sisi utara dan selatan juga memiliki corak dan kekhasan batik yang berbeda pula.

Namun, beragamnya potensi Jember ini justru menjadikan kabupaten yang terletak di timur Jawa ini tak memiliki motif batik khas yang paten. Sebab, motif batik khas Jember memang terkenal dengan lambang daun tembakau. Meski demikian, jika diamati lebih mendalam, masih banyak batik motif lain yang dihasilkan oleh para perajin.

Sudiono, salah satu pembatik di Kecamatan Sukowono, mengatakan, sejak terbentuknya Kabupaten Jember memang tidak ada motif batik yang ditetapkan oleh pemerintah. Para pembatik hanya membuat sesuai pengamatan dan asumsinya saja. Dan menurut dia, pada simposium pembatik yang belum lama digelar, para pembatik menyepakati untuk mengangkat motif batik Pasadeng sebagai motif batik khas Jember. “Kami mengangkat tentang kerajaan yang ada di Jember, Kerajaan Sadeng. Itu yang kemudian kami gagas,” tuturnya.

Sejak saat itulah, para pembatik di Jember mulai memproduksi batik dengan motif yang telah ditentukan tersebut. Namun, upaya ciri khas kota itu hanya terdengar oleh sebagian warga. Bahkan bisa dikatakan hanya dikenal di telinga sesama pembatik.

SUKOWONO, RADARJEMBER.ID – Sebagai kabupaten yang kaya akan budaya dan wisata, sejak dulu Jember memang banyak dikunjungi wisatawan dari luar daerah, bahkan luar negeri. Misalnya, Pantai Tanjung Papuma yang eksotis, juga wisata air terjun yang tersebar di ujung-ujung kabupaten, hingga wisata perkebunan dan pusat penelitian kopi yang hanya ada satu di Indonesia. Tak lupa seni budaya seperti Can-macanan Kaduk dan budaya lainnya yang menjadi kekayaan khas Jember.

Bukti adanya kekayaan alam, budaya, dan wisata tersebut biasanya diwujudkan dalam bentuk simbol berupa batik. Sebab, hampir setiap daerah memiliki motif batik yang berbeda-beda. Termasuk di Jember. Bahkan di Jember, antara belahan sisi utara dan selatan juga memiliki corak dan kekhasan batik yang berbeda pula.

Namun, beragamnya potensi Jember ini justru menjadikan kabupaten yang terletak di timur Jawa ini tak memiliki motif batik khas yang paten. Sebab, motif batik khas Jember memang terkenal dengan lambang daun tembakau. Meski demikian, jika diamati lebih mendalam, masih banyak batik motif lain yang dihasilkan oleh para perajin.

Sudiono, salah satu pembatik di Kecamatan Sukowono, mengatakan, sejak terbentuknya Kabupaten Jember memang tidak ada motif batik yang ditetapkan oleh pemerintah. Para pembatik hanya membuat sesuai pengamatan dan asumsinya saja. Dan menurut dia, pada simposium pembatik yang belum lama digelar, para pembatik menyepakati untuk mengangkat motif batik Pasadeng sebagai motif batik khas Jember. “Kami mengangkat tentang kerajaan yang ada di Jember, Kerajaan Sadeng. Itu yang kemudian kami gagas,” tuturnya.

Sejak saat itulah, para pembatik di Jember mulai memproduksi batik dengan motif yang telah ditentukan tersebut. Namun, upaya ciri khas kota itu hanya terdengar oleh sebagian warga. Bahkan bisa dikatakan hanya dikenal di telinga sesama pembatik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/