alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Kenalkan Sejarah Ngawi Lewat Pameran Foto

Mobile_AP_Rectangle 1

NGAWI, RADARJEMBER.ID- Puluhan pigura tergantung di ruang pameran Perpustakaan Daerah dan Arsip Ngawi. Bingkai kayu beragam ukuran itu bukan memajang lukisan, melainkan arsip sejarah kabupaten ini dari periode 1839 hingga 1990-an.

BACA JUGA: Batal Digelar Ada Aroma Seks 

Dinas perpustakaan dan kearsipan setempat menggelar pameran arsip itu selama tiga hari mulai . Literatur sejarah tersebut berupa foto, kliping koran, dan buku. Selain itu ada arsip Benteng Van den Bosch, Radjiman Wedyodiningrat, kunjungan Presiden Soekarno.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu ada pula kegiatan seni budaya tempo dulu,’’ kata Kartikawari Pinilih, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ngawi.Pinilih menuturkan, pameran arsip untuk mengenalkan sejarah Ngawi lintas masa kepada masyarakat.

Sebagian warga menganggap sepele arsip. Padahal, lembaran dokumen, foto, dan koran tersebut dapat menambah khazanah pengetahuan. Pihaknya terus berupaya menelusuri keping demi keping sejarah kabupaten ini dalam bentuk arsip.

Menurut Habiburiza, salah seorang pengunjung, pameran arsip perlu didatangi anak muda. Dokumentasi disajikan memuat kondisi dan peristiwa penting di masa lampau, apa lagi literatur berupa buku tentang Ngawi belum banyak ditulis,’

- Advertisement -

NGAWI, RADARJEMBER.ID- Puluhan pigura tergantung di ruang pameran Perpustakaan Daerah dan Arsip Ngawi. Bingkai kayu beragam ukuran itu bukan memajang lukisan, melainkan arsip sejarah kabupaten ini dari periode 1839 hingga 1990-an.

BACA JUGA: Batal Digelar Ada Aroma Seks 

Dinas perpustakaan dan kearsipan setempat menggelar pameran arsip itu selama tiga hari mulai . Literatur sejarah tersebut berupa foto, kliping koran, dan buku. Selain itu ada arsip Benteng Van den Bosch, Radjiman Wedyodiningrat, kunjungan Presiden Soekarno.

Selain itu ada pula kegiatan seni budaya tempo dulu,’’ kata Kartikawari Pinilih, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ngawi.Pinilih menuturkan, pameran arsip untuk mengenalkan sejarah Ngawi lintas masa kepada masyarakat.

Sebagian warga menganggap sepele arsip. Padahal, lembaran dokumen, foto, dan koran tersebut dapat menambah khazanah pengetahuan. Pihaknya terus berupaya menelusuri keping demi keping sejarah kabupaten ini dalam bentuk arsip.

Menurut Habiburiza, salah seorang pengunjung, pameran arsip perlu didatangi anak muda. Dokumentasi disajikan memuat kondisi dan peristiwa penting di masa lampau, apa lagi literatur berupa buku tentang Ngawi belum banyak ditulis,’

NGAWI, RADARJEMBER.ID- Puluhan pigura tergantung di ruang pameran Perpustakaan Daerah dan Arsip Ngawi. Bingkai kayu beragam ukuran itu bukan memajang lukisan, melainkan arsip sejarah kabupaten ini dari periode 1839 hingga 1990-an.

BACA JUGA: Batal Digelar Ada Aroma Seks 

Dinas perpustakaan dan kearsipan setempat menggelar pameran arsip itu selama tiga hari mulai . Literatur sejarah tersebut berupa foto, kliping koran, dan buku. Selain itu ada arsip Benteng Van den Bosch, Radjiman Wedyodiningrat, kunjungan Presiden Soekarno.

Selain itu ada pula kegiatan seni budaya tempo dulu,’’ kata Kartikawari Pinilih, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ngawi.Pinilih menuturkan, pameran arsip untuk mengenalkan sejarah Ngawi lintas masa kepada masyarakat.

Sebagian warga menganggap sepele arsip. Padahal, lembaran dokumen, foto, dan koran tersebut dapat menambah khazanah pengetahuan. Pihaknya terus berupaya menelusuri keping demi keping sejarah kabupaten ini dalam bentuk arsip.

Menurut Habiburiza, salah seorang pengunjung, pameran arsip perlu didatangi anak muda. Dokumentasi disajikan memuat kondisi dan peristiwa penting di masa lampau, apa lagi literatur berupa buku tentang Ngawi belum banyak ditulis,’

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/