22.9 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Setiap Makanan Tersimpan Makna dan Harapan

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Ritual perayaan Imlek juga diwarnai dengan varian makanan khas yang disajikan. Setiap makanan yang ada mengandung sebuah makna dan harapan tersendiri. Hal itu dipercayai akan mendatangkan sebuah kebaikan di masa selanjutnya.

BACA JUGA : Korban Hanyut di Jember Belum Ditemukan, Keluarga Tempuh Cara Supranatural

Pendeta (Pdt) Madya, atau nama Buddha-nya Miau Mei, saat ditemui di Vihara Jagatnata Maitreya, mengatakan, pada perayaan Imlek, kue yang khas ada dan hanya satu tahun sekali yaitu kue keranjang. Kue keranjang atau nian gao dibuat dari beras ketan. Kata nian berarti lengket dan gao berarti kue. Kue keranjang memiliki rasa manis, yang bermakna akan mendapatkan peruntungan di tahun baru yang manis. Biasanya kue keranjang disusun tinggi ke atas sebagai makna peningkatan rezeki.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain kue keranjang, perempuan yang akrab dipanggil Cik Mei itu menyebut, terdapat makanan khas lainnya seperti kue mangkok dan kue tok yang berisikan kacang hijau. “Tapi, untuk yang paling identik itu hanya kue keranjang,” jelasnya di vihara yang berlokasi di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Jember, tersebut.

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Ritual perayaan Imlek juga diwarnai dengan varian makanan khas yang disajikan. Setiap makanan yang ada mengandung sebuah makna dan harapan tersendiri. Hal itu dipercayai akan mendatangkan sebuah kebaikan di masa selanjutnya.

BACA JUGA : Korban Hanyut di Jember Belum Ditemukan, Keluarga Tempuh Cara Supranatural

Pendeta (Pdt) Madya, atau nama Buddha-nya Miau Mei, saat ditemui di Vihara Jagatnata Maitreya, mengatakan, pada perayaan Imlek, kue yang khas ada dan hanya satu tahun sekali yaitu kue keranjang. Kue keranjang atau nian gao dibuat dari beras ketan. Kata nian berarti lengket dan gao berarti kue. Kue keranjang memiliki rasa manis, yang bermakna akan mendapatkan peruntungan di tahun baru yang manis. Biasanya kue keranjang disusun tinggi ke atas sebagai makna peningkatan rezeki.

Selain kue keranjang, perempuan yang akrab dipanggil Cik Mei itu menyebut, terdapat makanan khas lainnya seperti kue mangkok dan kue tok yang berisikan kacang hijau. “Tapi, untuk yang paling identik itu hanya kue keranjang,” jelasnya di vihara yang berlokasi di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Jember, tersebut.

KEPATIHAN, Radar Jember – Ritual perayaan Imlek juga diwarnai dengan varian makanan khas yang disajikan. Setiap makanan yang ada mengandung sebuah makna dan harapan tersendiri. Hal itu dipercayai akan mendatangkan sebuah kebaikan di masa selanjutnya.

BACA JUGA : Korban Hanyut di Jember Belum Ditemukan, Keluarga Tempuh Cara Supranatural

Pendeta (Pdt) Madya, atau nama Buddha-nya Miau Mei, saat ditemui di Vihara Jagatnata Maitreya, mengatakan, pada perayaan Imlek, kue yang khas ada dan hanya satu tahun sekali yaitu kue keranjang. Kue keranjang atau nian gao dibuat dari beras ketan. Kata nian berarti lengket dan gao berarti kue. Kue keranjang memiliki rasa manis, yang bermakna akan mendapatkan peruntungan di tahun baru yang manis. Biasanya kue keranjang disusun tinggi ke atas sebagai makna peningkatan rezeki.

Selain kue keranjang, perempuan yang akrab dipanggil Cik Mei itu menyebut, terdapat makanan khas lainnya seperti kue mangkok dan kue tok yang berisikan kacang hijau. “Tapi, untuk yang paling identik itu hanya kue keranjang,” jelasnya di vihara yang berlokasi di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Jember, tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca