22.9 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Mengenal Perayaan Imlek Seutuhnya

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Banyak yang mengira perayaan Imlek hanya dalam waktu sehari. Padahal, secara tradisional, dirayakan dalam waktu sekitar dua pekan. Namun, agenda dan kegiatannya berbeda-beda.

BACA JUGA : Pemeriksaan Hercules dalam Kasus Suap MA Dijadwal Ulang KPK

Dosen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Unej, Dr Retno Winarni MHum, mengatakan, secara tradisional perayaan Imlek berlangsung selama 15 hari. Pada malam menjelang Imlek masyarakat etnis Tionghoa melakukan makan malam bersama keluarga besar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah itu, dilanjutkan dengan melakukan upacara sembahyang guna menyambut kedatangan dewa-dewi dengan pintu rumah dibuka lebar-lebar agar rezeki mengalir masuk. “Tidak lupa mereka juga menyalakan kembang api dan petasan agar terbebas dari roh-roh jahat. Menggantungkan lampion, serta menyaksikan atau merayakan kesenian barongsai,” jelasnya.

Pada hari pertama Imlek, etnis Tionghoa mengenakan baju baru yang biasanya dibalut dengan warna merah. Selanjutnya, bagi anak-anak harus memberi ucapan selamat tahun baru, atau dalam bahasa Mandarin disebut Xi Nian Kuai Le, kepada orang tua terlebih dahulu. “Tradisi yang harus ada yaitu membagikan angpao kepada anak-anak. Kemudian, dilanjutkan mengunjungi keluarga inti,” terang Retno.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Banyak yang mengira perayaan Imlek hanya dalam waktu sehari. Padahal, secara tradisional, dirayakan dalam waktu sekitar dua pekan. Namun, agenda dan kegiatannya berbeda-beda.

BACA JUGA : Pemeriksaan Hercules dalam Kasus Suap MA Dijadwal Ulang KPK

Dosen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Unej, Dr Retno Winarni MHum, mengatakan, secara tradisional perayaan Imlek berlangsung selama 15 hari. Pada malam menjelang Imlek masyarakat etnis Tionghoa melakukan makan malam bersama keluarga besar.

Setelah itu, dilanjutkan dengan melakukan upacara sembahyang guna menyambut kedatangan dewa-dewi dengan pintu rumah dibuka lebar-lebar agar rezeki mengalir masuk. “Tidak lupa mereka juga menyalakan kembang api dan petasan agar terbebas dari roh-roh jahat. Menggantungkan lampion, serta menyaksikan atau merayakan kesenian barongsai,” jelasnya.

Pada hari pertama Imlek, etnis Tionghoa mengenakan baju baru yang biasanya dibalut dengan warna merah. Selanjutnya, bagi anak-anak harus memberi ucapan selamat tahun baru, atau dalam bahasa Mandarin disebut Xi Nian Kuai Le, kepada orang tua terlebih dahulu. “Tradisi yang harus ada yaitu membagikan angpao kepada anak-anak. Kemudian, dilanjutkan mengunjungi keluarga inti,” terang Retno.

SUMBERSARI, Radar Jember – Banyak yang mengira perayaan Imlek hanya dalam waktu sehari. Padahal, secara tradisional, dirayakan dalam waktu sekitar dua pekan. Namun, agenda dan kegiatannya berbeda-beda.

BACA JUGA : Pemeriksaan Hercules dalam Kasus Suap MA Dijadwal Ulang KPK

Dosen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Unej, Dr Retno Winarni MHum, mengatakan, secara tradisional perayaan Imlek berlangsung selama 15 hari. Pada malam menjelang Imlek masyarakat etnis Tionghoa melakukan makan malam bersama keluarga besar.

Setelah itu, dilanjutkan dengan melakukan upacara sembahyang guna menyambut kedatangan dewa-dewi dengan pintu rumah dibuka lebar-lebar agar rezeki mengalir masuk. “Tidak lupa mereka juga menyalakan kembang api dan petasan agar terbebas dari roh-roh jahat. Menggantungkan lampion, serta menyaksikan atau merayakan kesenian barongsai,” jelasnya.

Pada hari pertama Imlek, etnis Tionghoa mengenakan baju baru yang biasanya dibalut dengan warna merah. Selanjutnya, bagi anak-anak harus memberi ucapan selamat tahun baru, atau dalam bahasa Mandarin disebut Xi Nian Kuai Le, kepada orang tua terlebih dahulu. “Tradisi yang harus ada yaitu membagikan angpao kepada anak-anak. Kemudian, dilanjutkan mengunjungi keluarga inti,” terang Retno.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca