alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Kajian Penelitian Sejarah Belum Diekspos

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menyebut Jember termasuk daerah yang kaya akan peninggalan masa lampau. Sayangnya, BPCB Jatim belum mendapatkan hasil penelitian dari sejumlah peninggalan tersebut.

Kepala BPCB Jatim Zakaria Kasimin kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, sedianya di Jember terdapat banyak peninggalan sejarah. Mulai dari peninggalan di era kolonial, kerajaan, hingga zaman batu atau megalitikum.

Dia menambahkan, hal yang menarik di Jember salah satunya yaitu Candi Deres. Candi yang berada di Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, tersebut sejatinya bukan temuan baru. Reruntuhan struktur batu bata itu cukup lama diketahui masyarakat. Bahkan, kerap dijadikan objek wisata edukasi sejarah di Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Walau menarik, BPCB Jatim belum bisa ikut campur lebih jauh melakukan pelestarian, karena hasil penelitian dari Balai Arkeologi (Balar) Kemendikbud belum diketahui. Rupanya, menurut dia, Candi Deres pernah menjadi objek kajian dan penelitian Balar Yogyakarta. Berdasarkan data, penelitian Candi Deres itu dilakukan 1989 lalu. “Rencana ada agenda ke Balar, mungkin nanti saat di sana menanyakan hasil penelitiannya,” terangnya.

Zakaria yang belum lama menjabat sebagai Kepala BPCB Jatim itu juga mulai menjalin silahturahmi ke juru pelihara masing-masing lokasi peninggalan sejarah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menyebut Jember termasuk daerah yang kaya akan peninggalan masa lampau. Sayangnya, BPCB Jatim belum mendapatkan hasil penelitian dari sejumlah peninggalan tersebut.

Kepala BPCB Jatim Zakaria Kasimin kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, sedianya di Jember terdapat banyak peninggalan sejarah. Mulai dari peninggalan di era kolonial, kerajaan, hingga zaman batu atau megalitikum.

Dia menambahkan, hal yang menarik di Jember salah satunya yaitu Candi Deres. Candi yang berada di Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, tersebut sejatinya bukan temuan baru. Reruntuhan struktur batu bata itu cukup lama diketahui masyarakat. Bahkan, kerap dijadikan objek wisata edukasi sejarah di Jember.

Walau menarik, BPCB Jatim belum bisa ikut campur lebih jauh melakukan pelestarian, karena hasil penelitian dari Balai Arkeologi (Balar) Kemendikbud belum diketahui. Rupanya, menurut dia, Candi Deres pernah menjadi objek kajian dan penelitian Balar Yogyakarta. Berdasarkan data, penelitian Candi Deres itu dilakukan 1989 lalu. “Rencana ada agenda ke Balar, mungkin nanti saat di sana menanyakan hasil penelitiannya,” terangnya.

Zakaria yang belum lama menjabat sebagai Kepala BPCB Jatim itu juga mulai menjalin silahturahmi ke juru pelihara masing-masing lokasi peninggalan sejarah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menyebut Jember termasuk daerah yang kaya akan peninggalan masa lampau. Sayangnya, BPCB Jatim belum mendapatkan hasil penelitian dari sejumlah peninggalan tersebut.

Kepala BPCB Jatim Zakaria Kasimin kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, sedianya di Jember terdapat banyak peninggalan sejarah. Mulai dari peninggalan di era kolonial, kerajaan, hingga zaman batu atau megalitikum.

Dia menambahkan, hal yang menarik di Jember salah satunya yaitu Candi Deres. Candi yang berada di Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, tersebut sejatinya bukan temuan baru. Reruntuhan struktur batu bata itu cukup lama diketahui masyarakat. Bahkan, kerap dijadikan objek wisata edukasi sejarah di Jember.

Walau menarik, BPCB Jatim belum bisa ikut campur lebih jauh melakukan pelestarian, karena hasil penelitian dari Balai Arkeologi (Balar) Kemendikbud belum diketahui. Rupanya, menurut dia, Candi Deres pernah menjadi objek kajian dan penelitian Balar Yogyakarta. Berdasarkan data, penelitian Candi Deres itu dilakukan 1989 lalu. “Rencana ada agenda ke Balar, mungkin nanti saat di sana menanyakan hasil penelitiannya,” terangnya.

Zakaria yang belum lama menjabat sebagai Kepala BPCB Jatim itu juga mulai menjalin silahturahmi ke juru pelihara masing-masing lokasi peninggalan sejarah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Bela Futsal, Cetak Poin Penentu

Penjualan Daging Ikut Turun

Harga Cabai Tembus Rp 130 Ribu

/