alexametrics
22.8C
Jember
Tuesday, 9 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kajian Penelitian Sejarah Belum Diekspos

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menyebut Jember termasuk daerah yang kaya akan peninggalan masa lampau. Sayangnya, BPCB Jatim belum mendapatkan hasil penelitian dari sejumlah peninggalan tersebut.

Kepala BPCB Jatim Zakaria Kasimin kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, sedianya di Jember terdapat banyak peninggalan sejarah. Mulai dari peninggalan di era kolonial, kerajaan, hingga zaman batu atau megalitikum.

Dia menambahkan, hal yang menarik di Jember salah satunya yaitu Candi Deres. Candi yang berada di Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, tersebut sejatinya bukan temuan baru. Reruntuhan struktur batu bata itu cukup lama diketahui masyarakat. Bahkan, kerap dijadikan objek wisata edukasi sejarah di Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Walau menarik, BPCB Jatim belum bisa ikut campur lebih jauh melakukan pelestarian, karena hasil penelitian dari Balai Arkeologi (Balar) Kemendikbud belum diketahui. Rupanya, menurut dia, Candi Deres pernah menjadi objek kajian dan penelitian Balar Yogyakarta. Berdasarkan data, penelitian Candi Deres itu dilakukan 1989 lalu. “Rencana ada agenda ke Balar, mungkin nanti saat di sana menanyakan hasil penelitiannya,” terangnya.

Zakaria yang belum lama menjabat sebagai Kepala BPCB Jatim itu juga mulai menjalin silahturahmi ke juru pelihara masing-masing lokasi peninggalan sejarah.

Sementara itu, pegiat sejarah Jember dari Boemi Poeger Persada, Yohanes Setyo Hadi mengatakan, dokumentasi Candi Deres atau yang juga disebut Candi Retjoh itu sudah ada sekitar 1900. Menurut Yopi, sapaan akrab Yonahes, Candi Deres juga tercatat di dokumen Hindia-Belanda yang diterbitkan 1904.

Dia menjelaskan, Candi Deres adalah peninggalan dari masa Majapahit yang digunakan sebagai tempat peribadatan. Bahkan, menurut Yopi, diperkirakan di lingkungan Candi Deres tersebut juga ada permukiman warga. Hal itu ditandai dengan adanya temuan di luar kompleks candi. “Temuannya tidak hanya ada petak lokasi Candi Deres. Beberapa lokasi di sekitarnya juga ada temuan peninggalan sejarah,” pungkasnya.

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : DOKUMENTASI RADAR JEMBER
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menyebut Jember termasuk daerah yang kaya akan peninggalan masa lampau. Sayangnya, BPCB Jatim belum mendapatkan hasil penelitian dari sejumlah peninggalan tersebut.

Kepala BPCB Jatim Zakaria Kasimin kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, sedianya di Jember terdapat banyak peninggalan sejarah. Mulai dari peninggalan di era kolonial, kerajaan, hingga zaman batu atau megalitikum.

Dia menambahkan, hal yang menarik di Jember salah satunya yaitu Candi Deres. Candi yang berada di Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, tersebut sejatinya bukan temuan baru. Reruntuhan struktur batu bata itu cukup lama diketahui masyarakat. Bahkan, kerap dijadikan objek wisata edukasi sejarah di Jember.

Mobile_AP_Half Page

Walau menarik, BPCB Jatim belum bisa ikut campur lebih jauh melakukan pelestarian, karena hasil penelitian dari Balai Arkeologi (Balar) Kemendikbud belum diketahui. Rupanya, menurut dia, Candi Deres pernah menjadi objek kajian dan penelitian Balar Yogyakarta. Berdasarkan data, penelitian Candi Deres itu dilakukan 1989 lalu. “Rencana ada agenda ke Balar, mungkin nanti saat di sana menanyakan hasil penelitiannya,” terangnya.

Zakaria yang belum lama menjabat sebagai Kepala BPCB Jatim itu juga mulai menjalin silahturahmi ke juru pelihara masing-masing lokasi peninggalan sejarah.

Sementara itu, pegiat sejarah Jember dari Boemi Poeger Persada, Yohanes Setyo Hadi mengatakan, dokumentasi Candi Deres atau yang juga disebut Candi Retjoh itu sudah ada sekitar 1900. Menurut Yopi, sapaan akrab Yonahes, Candi Deres juga tercatat di dokumen Hindia-Belanda yang diterbitkan 1904.

Dia menjelaskan, Candi Deres adalah peninggalan dari masa Majapahit yang digunakan sebagai tempat peribadatan. Bahkan, menurut Yopi, diperkirakan di lingkungan Candi Deres tersebut juga ada permukiman warga. Hal itu ditandai dengan adanya temuan di luar kompleks candi. “Temuannya tidak hanya ada petak lokasi Candi Deres. Beberapa lokasi di sekitarnya juga ada temuan peninggalan sejarah,” pungkasnya.

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : DOKUMENTASI RADAR JEMBER
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menyebut Jember termasuk daerah yang kaya akan peninggalan masa lampau. Sayangnya, BPCB Jatim belum mendapatkan hasil penelitian dari sejumlah peninggalan tersebut.

Kepala BPCB Jatim Zakaria Kasimin kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, sedianya di Jember terdapat banyak peninggalan sejarah. Mulai dari peninggalan di era kolonial, kerajaan, hingga zaman batu atau megalitikum.

Dia menambahkan, hal yang menarik di Jember salah satunya yaitu Candi Deres. Candi yang berada di Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, tersebut sejatinya bukan temuan baru. Reruntuhan struktur batu bata itu cukup lama diketahui masyarakat. Bahkan, kerap dijadikan objek wisata edukasi sejarah di Jember.

Walau menarik, BPCB Jatim belum bisa ikut campur lebih jauh melakukan pelestarian, karena hasil penelitian dari Balai Arkeologi (Balar) Kemendikbud belum diketahui. Rupanya, menurut dia, Candi Deres pernah menjadi objek kajian dan penelitian Balar Yogyakarta. Berdasarkan data, penelitian Candi Deres itu dilakukan 1989 lalu. “Rencana ada agenda ke Balar, mungkin nanti saat di sana menanyakan hasil penelitiannya,” terangnya.

Zakaria yang belum lama menjabat sebagai Kepala BPCB Jatim itu juga mulai menjalin silahturahmi ke juru pelihara masing-masing lokasi peninggalan sejarah.

Sementara itu, pegiat sejarah Jember dari Boemi Poeger Persada, Yohanes Setyo Hadi mengatakan, dokumentasi Candi Deres atau yang juga disebut Candi Retjoh itu sudah ada sekitar 1900. Menurut Yopi, sapaan akrab Yonahes, Candi Deres juga tercatat di dokumen Hindia-Belanda yang diterbitkan 1904.

Dia menjelaskan, Candi Deres adalah peninggalan dari masa Majapahit yang digunakan sebagai tempat peribadatan. Bahkan, menurut Yopi, diperkirakan di lingkungan Candi Deres tersebut juga ada permukiman warga. Hal itu ditandai dengan adanya temuan di luar kompleks candi. “Temuannya tidak hanya ada petak lokasi Candi Deres. Beberapa lokasi di sekitarnya juga ada temuan peninggalan sejarah,” pungkasnya.

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : DOKUMENTASI RADAR JEMBER
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2