alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Tradisi Senin Kliwon Tetap Dipertahankan Warga Desa

Mobile_AP_Rectangle 1

PACITAN, RADARJEMBER.ID- Dua kelompok warga berpakaian hitam-hitam berbaris rapi di lapangan Desa Sekar, Donorojo. Tak berselang lama, suara teriakan menggema menandai ”perang” dimulai.Itulah gambaran tradisi Ceprotan, hingga kini tradisi tersebut tetap bertahan.

BACA JUGA : Lapangan Masih Renovasi, Atlet Tenis Belum Bisa Jajal Lapangan

Kedua kelompok itu saling serang. Bukan menyerang antara satu sama lain. Melainkan melemparkan ratusan cengkir atau kelapa muda dan terlebih dahulu telah dikuliti dan direndam selama beberapa hari hingga lunak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Cengkir diletakkan di sebuah keranjang bambu dilemparkan oleh kedua kelompok itu ke arah ingkung (ayam utuh dipanggang). Hal itu terus dilakukan hingga ”amunisi” cengkir habis.Itulah tradisi ceprotan rutin desa setempat setiap Senin Kliwon di bulan Selo pada kalender Jawa.

‘’Ini wujud syukur atas kemakmura dianugerahkan Sang Pencipta bagi desa kami, bahkan tradisi sampai sekarang tetap dipertahankan.Boleh jadi tradisi Ceprotan ini telah menjadi ikon Desa Sekar, bahkan toidak sedikit orang luart ikut melihat tradisi ini.” kata Kades Sekar Miswadi.

- Advertisement -

PACITAN, RADARJEMBER.ID- Dua kelompok warga berpakaian hitam-hitam berbaris rapi di lapangan Desa Sekar, Donorojo. Tak berselang lama, suara teriakan menggema menandai ”perang” dimulai.Itulah gambaran tradisi Ceprotan, hingga kini tradisi tersebut tetap bertahan.

BACA JUGA : Lapangan Masih Renovasi, Atlet Tenis Belum Bisa Jajal Lapangan

Kedua kelompok itu saling serang. Bukan menyerang antara satu sama lain. Melainkan melemparkan ratusan cengkir atau kelapa muda dan terlebih dahulu telah dikuliti dan direndam selama beberapa hari hingga lunak.

Cengkir diletakkan di sebuah keranjang bambu dilemparkan oleh kedua kelompok itu ke arah ingkung (ayam utuh dipanggang). Hal itu terus dilakukan hingga ”amunisi” cengkir habis.Itulah tradisi ceprotan rutin desa setempat setiap Senin Kliwon di bulan Selo pada kalender Jawa.

‘’Ini wujud syukur atas kemakmura dianugerahkan Sang Pencipta bagi desa kami, bahkan tradisi sampai sekarang tetap dipertahankan.Boleh jadi tradisi Ceprotan ini telah menjadi ikon Desa Sekar, bahkan toidak sedikit orang luart ikut melihat tradisi ini.” kata Kades Sekar Miswadi.

PACITAN, RADARJEMBER.ID- Dua kelompok warga berpakaian hitam-hitam berbaris rapi di lapangan Desa Sekar, Donorojo. Tak berselang lama, suara teriakan menggema menandai ”perang” dimulai.Itulah gambaran tradisi Ceprotan, hingga kini tradisi tersebut tetap bertahan.

BACA JUGA : Lapangan Masih Renovasi, Atlet Tenis Belum Bisa Jajal Lapangan

Kedua kelompok itu saling serang. Bukan menyerang antara satu sama lain. Melainkan melemparkan ratusan cengkir atau kelapa muda dan terlebih dahulu telah dikuliti dan direndam selama beberapa hari hingga lunak.

Cengkir diletakkan di sebuah keranjang bambu dilemparkan oleh kedua kelompok itu ke arah ingkung (ayam utuh dipanggang). Hal itu terus dilakukan hingga ”amunisi” cengkir habis.Itulah tradisi ceprotan rutin desa setempat setiap Senin Kliwon di bulan Selo pada kalender Jawa.

‘’Ini wujud syukur atas kemakmura dianugerahkan Sang Pencipta bagi desa kami, bahkan tradisi sampai sekarang tetap dipertahankan.Boleh jadi tradisi Ceprotan ini telah menjadi ikon Desa Sekar, bahkan toidak sedikit orang luart ikut melihat tradisi ini.” kata Kades Sekar Miswadi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/