22.9 C
Jember
Friday, 31 March 2023

Legalkan Sanggar Seni

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, Radar Jember – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember telah membuka layanan pendaftaran dan pengurusan legalitas secara on the spot bagi kesenian tradisional. Tentu hal itu merupakan kabar yang membawa angin kebahagiaan bagi seluruh pelaku kesenian tradisional akan mendaftarkan serta mengurus legalitas sanggar binaannya.

Baca Juga : JFC Siap Tampil Lagi Tahun Ini

Kepala Disparbud Jember Harry Agus Triono mengatakan, program seperti ini agar pelaku seni dapat terbantu dengan mudah. “Di J-HUR (Jember Hadir untuk Rakyat) kami juga hadir untuk jemput bola. Agar mereka, pelaku seni, bisa mendaftarkan diri dengan berkas-berkas yang lengkap. Lalu, nanti kami terbitkan surat untuk legalitasnya,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun demikian, Harry mengaku bahwa pihaknya belum menerapkan pelayanan secara online. Meskipun pelayanan masih dilakukan secara offline di era yang modern ini, sejauh ini Disparbud Jember tidak pernah mempersulit proses perizinan dan legalitas bagi pelaku kesenian. “Kami tidak pernah mempersulit untuk itu. Tapi, mungkin karena akses dan jarak. Kami memang belum ada pelayanan online. Secepatnya akan kami upayakan itu,” ujarnya.

Dalam proses untuk mengurus legalitas tersebut terdapat sejumlah tahapan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelaku kesenian. Disampaikan Harry, seperti surat keterangan dari desa atau kelurahan dan kecamatan. Isi surat tersebut adalah tentang keberadaan sanggar seni dan menyerahkan profil lengkap sanggar seni yang akan didaftarkan.

Menurut Harry, masih banyak kelompok seni yang didirikan oleh masyarakat enggan untuk didaftarkan. Hal itu disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang proses perizinan.  (mg1/c2/dwi)

 

- Advertisement -

JEMBER, Radar Jember – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember telah membuka layanan pendaftaran dan pengurusan legalitas secara on the spot bagi kesenian tradisional. Tentu hal itu merupakan kabar yang membawa angin kebahagiaan bagi seluruh pelaku kesenian tradisional akan mendaftarkan serta mengurus legalitas sanggar binaannya.

Baca Juga : JFC Siap Tampil Lagi Tahun Ini

Kepala Disparbud Jember Harry Agus Triono mengatakan, program seperti ini agar pelaku seni dapat terbantu dengan mudah. “Di J-HUR (Jember Hadir untuk Rakyat) kami juga hadir untuk jemput bola. Agar mereka, pelaku seni, bisa mendaftarkan diri dengan berkas-berkas yang lengkap. Lalu, nanti kami terbitkan surat untuk legalitasnya,” jelasnya.

Namun demikian, Harry mengaku bahwa pihaknya belum menerapkan pelayanan secara online. Meskipun pelayanan masih dilakukan secara offline di era yang modern ini, sejauh ini Disparbud Jember tidak pernah mempersulit proses perizinan dan legalitas bagi pelaku kesenian. “Kami tidak pernah mempersulit untuk itu. Tapi, mungkin karena akses dan jarak. Kami memang belum ada pelayanan online. Secepatnya akan kami upayakan itu,” ujarnya.

Dalam proses untuk mengurus legalitas tersebut terdapat sejumlah tahapan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelaku kesenian. Disampaikan Harry, seperti surat keterangan dari desa atau kelurahan dan kecamatan. Isi surat tersebut adalah tentang keberadaan sanggar seni dan menyerahkan profil lengkap sanggar seni yang akan didaftarkan.

Menurut Harry, masih banyak kelompok seni yang didirikan oleh masyarakat enggan untuk didaftarkan. Hal itu disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang proses perizinan.  (mg1/c2/dwi)

 

JEMBER, Radar Jember – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember telah membuka layanan pendaftaran dan pengurusan legalitas secara on the spot bagi kesenian tradisional. Tentu hal itu merupakan kabar yang membawa angin kebahagiaan bagi seluruh pelaku kesenian tradisional akan mendaftarkan serta mengurus legalitas sanggar binaannya.

Baca Juga : JFC Siap Tampil Lagi Tahun Ini

Kepala Disparbud Jember Harry Agus Triono mengatakan, program seperti ini agar pelaku seni dapat terbantu dengan mudah. “Di J-HUR (Jember Hadir untuk Rakyat) kami juga hadir untuk jemput bola. Agar mereka, pelaku seni, bisa mendaftarkan diri dengan berkas-berkas yang lengkap. Lalu, nanti kami terbitkan surat untuk legalitasnya,” jelasnya.

Namun demikian, Harry mengaku bahwa pihaknya belum menerapkan pelayanan secara online. Meskipun pelayanan masih dilakukan secara offline di era yang modern ini, sejauh ini Disparbud Jember tidak pernah mempersulit proses perizinan dan legalitas bagi pelaku kesenian. “Kami tidak pernah mempersulit untuk itu. Tapi, mungkin karena akses dan jarak. Kami memang belum ada pelayanan online. Secepatnya akan kami upayakan itu,” ujarnya.

Dalam proses untuk mengurus legalitas tersebut terdapat sejumlah tahapan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelaku kesenian. Disampaikan Harry, seperti surat keterangan dari desa atau kelurahan dan kecamatan. Isi surat tersebut adalah tentang keberadaan sanggar seni dan menyerahkan profil lengkap sanggar seni yang akan didaftarkan.

Menurut Harry, masih banyak kelompok seni yang didirikan oleh masyarakat enggan untuk didaftarkan. Hal itu disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang proses perizinan.  (mg1/c2/dwi)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca