alexametrics
32.1 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Sineas Muda Lokal Semakin Eksis

Film 'Dirimu yang Tak Pernah Ku Tahu, Ternyata' Tayang di Bioskop

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Sineas muda di Jember dan Lumajang, kembali menunjukkan eksistensinya dalam memproduksi film-film lokal. Kali ini sebuah karya film dari Yon Bintang dan beberapa anak muda asal Jember dan Lumajang, memproduksi film fiksi bergenre horor.

Galih, seorang kameramen yang mewakili sang sutradara menjelaskan, film berjudul ‘Dirimu yang Tak Pernah Ku Tahu, Ternyata’ ini, menceritakan tentang seorang wanita psikopat yang memiliki dendam mendalam akibat sakit hatinya di masa lalu. Orang-orang yang ingin dia celakai adalah semua orang yang pernah hadir dan menjadi penyebab sakit hatinya tersebut.

“Dulu pernah disakiti sama kekasihnya. Saat ini ia ingin membalas dendam. Akhirnya dia mencelakai siapapun yang dianggap menjadi faktor penyebab sakit hatinya di masa lalu,” ungkap Galih.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pembuatan film bergenre horor ini terinspirasi dari banyaknya minat masyarakat lokal terhadap film mistis atau horor. Meski sempat terkendala waktu, tapi film ini dapat selesai dalam kurun tiga bulan. Sebab, para pemain dalam film ini, didominasi oleh kalangan siswa SMA. Begitu pula dengan para krunya yang sebagian memiliki kesibukan dalam dunia kerja. Lebih kerennya lagi, film lokal yang diproduksi di Lumajang ini, kini juga tayang di salah satu bioskop di Jember, Minggu (14/2).

“Tidak tiap hari take video karena nggak semua anggota free. Ada yang sekolah, juga kerja. Jadi kami syuting kalau semua sudah free,” imbuh Galih.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Sineas muda di Jember dan Lumajang, kembali menunjukkan eksistensinya dalam memproduksi film-film lokal. Kali ini sebuah karya film dari Yon Bintang dan beberapa anak muda asal Jember dan Lumajang, memproduksi film fiksi bergenre horor.

Galih, seorang kameramen yang mewakili sang sutradara menjelaskan, film berjudul ‘Dirimu yang Tak Pernah Ku Tahu, Ternyata’ ini, menceritakan tentang seorang wanita psikopat yang memiliki dendam mendalam akibat sakit hatinya di masa lalu. Orang-orang yang ingin dia celakai adalah semua orang yang pernah hadir dan menjadi penyebab sakit hatinya tersebut.

“Dulu pernah disakiti sama kekasihnya. Saat ini ia ingin membalas dendam. Akhirnya dia mencelakai siapapun yang dianggap menjadi faktor penyebab sakit hatinya di masa lalu,” ungkap Galih.

Pembuatan film bergenre horor ini terinspirasi dari banyaknya minat masyarakat lokal terhadap film mistis atau horor. Meski sempat terkendala waktu, tapi film ini dapat selesai dalam kurun tiga bulan. Sebab, para pemain dalam film ini, didominasi oleh kalangan siswa SMA. Begitu pula dengan para krunya yang sebagian memiliki kesibukan dalam dunia kerja. Lebih kerennya lagi, film lokal yang diproduksi di Lumajang ini, kini juga tayang di salah satu bioskop di Jember, Minggu (14/2).

“Tidak tiap hari take video karena nggak semua anggota free. Ada yang sekolah, juga kerja. Jadi kami syuting kalau semua sudah free,” imbuh Galih.

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Sineas muda di Jember dan Lumajang, kembali menunjukkan eksistensinya dalam memproduksi film-film lokal. Kali ini sebuah karya film dari Yon Bintang dan beberapa anak muda asal Jember dan Lumajang, memproduksi film fiksi bergenre horor.

Galih, seorang kameramen yang mewakili sang sutradara menjelaskan, film berjudul ‘Dirimu yang Tak Pernah Ku Tahu, Ternyata’ ini, menceritakan tentang seorang wanita psikopat yang memiliki dendam mendalam akibat sakit hatinya di masa lalu. Orang-orang yang ingin dia celakai adalah semua orang yang pernah hadir dan menjadi penyebab sakit hatinya tersebut.

“Dulu pernah disakiti sama kekasihnya. Saat ini ia ingin membalas dendam. Akhirnya dia mencelakai siapapun yang dianggap menjadi faktor penyebab sakit hatinya di masa lalu,” ungkap Galih.

Pembuatan film bergenre horor ini terinspirasi dari banyaknya minat masyarakat lokal terhadap film mistis atau horor. Meski sempat terkendala waktu, tapi film ini dapat selesai dalam kurun tiga bulan. Sebab, para pemain dalam film ini, didominasi oleh kalangan siswa SMA. Begitu pula dengan para krunya yang sebagian memiliki kesibukan dalam dunia kerja. Lebih kerennya lagi, film lokal yang diproduksi di Lumajang ini, kini juga tayang di salah satu bioskop di Jember, Minggu (14/2).

“Tidak tiap hari take video karena nggak semua anggota free. Ada yang sekolah, juga kerja. Jadi kami syuting kalau semua sudah free,” imbuh Galih.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/