alexametrics
25.2C
Jember
Tuesday, 9 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Seniman Barongsai Sepi Pertunjukan

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perayaan Imlek di tengah pandemi bukan menjadi kabar baik bagi para seniman barongsai. Salah satunya adalah sanggar Barongsai Naga Langit. Tahun ini, para seniman barongsai nyaris tak ada tawaran pertunjukan.

Paguyuban barongsai dari Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, dengan lebih dari 20 personel ini biasanya melakukan pertunjukan di kelenteng. Baik di Jember maupun di luar daerah. Abdillah, salah satu anggota paguyuban barongsai, mengungkapkan, biasanya H-7 sebelum Imlek pihaknya sudah mendapat undangan dari kelenteng-kelenteng di Jember. Dalam satu hari mereka bisa tampil di tujuh tempat. “Paling banyak di Bondowoso dan Banyuwangi,” kata Abdillah, kemarin (14/2).

Namun, saat ini grupnya hanya mendapat undangan pertunjukan dari tempat perbelanjaan saja. Hotel dan kelenteng sama sekali tak mengundangnya untuk mengadakan pertunjukan. Dirinya memahami, hal ini disebabkan faktor pandemi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati demikian, Abdillah bersyukur pertunjukan barongsai tidak sampai mati total. “Masih ada yang mengundang. Kemarin di Banyuwangi ada di tiga tempat,” tambah siswa SMKN 5 Jember itu.

Jika dipersentasekan, penurunan undangan pertunjukan bisa mencapai 80 persen. Lainnya adalah pertunjukan yang dilakukan atas inisiasinya sendiri, dan sebagian lagi dari undangan. “ Kalau di Banyuwangi, kelentengnya masih mengundang. Kadang kalau nggak ada yang mengundang, kami bikin pertunjukan sendiri di mall,” tandas Abdillah.

Terpisah, pemilik sanggar Barongsai Naga Langit, Rosi, mengungkapkan bahwa selama Covid-19, kelompok barongsainya tak mau menutup atau menolak undangan. Bukan tidak mematuhi protokol Covid-29, namun hal ini erat kaitannya dengan pendapatan dan mata pencarian. “Bukan kami tidak taat imbauan. Biasanya, waktunya cap gomeh ini banyak undangan. Sekarang malah nggak ada sama sekali,” imbuh Rosi.

Dia menambahkan, selama pertunjukan di masa pandemi ini mereka hanya mengeluarkan tiga barongsai untuk tampil. Tidak sebanyak di waktu normal. Jika dalam satu barongsai terdapat 2 anak yang bermain, totalnya ada enam anak yang tampil. “Kami tetap latihan, tapi ngurangi. Karena jumlah show tidak terlalu banyak. Sampai saat ini kami baru lima show,” pungkas Rosi.

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dian Cahyani
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perayaan Imlek di tengah pandemi bukan menjadi kabar baik bagi para seniman barongsai. Salah satunya adalah sanggar Barongsai Naga Langit. Tahun ini, para seniman barongsai nyaris tak ada tawaran pertunjukan.

Paguyuban barongsai dari Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, dengan lebih dari 20 personel ini biasanya melakukan pertunjukan di kelenteng. Baik di Jember maupun di luar daerah. Abdillah, salah satu anggota paguyuban barongsai, mengungkapkan, biasanya H-7 sebelum Imlek pihaknya sudah mendapat undangan dari kelenteng-kelenteng di Jember. Dalam satu hari mereka bisa tampil di tujuh tempat. “Paling banyak di Bondowoso dan Banyuwangi,” kata Abdillah, kemarin (14/2).

Namun, saat ini grupnya hanya mendapat undangan pertunjukan dari tempat perbelanjaan saja. Hotel dan kelenteng sama sekali tak mengundangnya untuk mengadakan pertunjukan. Dirinya memahami, hal ini disebabkan faktor pandemi.

Mobile_AP_Half Page

Kendati demikian, Abdillah bersyukur pertunjukan barongsai tidak sampai mati total. “Masih ada yang mengundang. Kemarin di Banyuwangi ada di tiga tempat,” tambah siswa SMKN 5 Jember itu.

Jika dipersentasekan, penurunan undangan pertunjukan bisa mencapai 80 persen. Lainnya adalah pertunjukan yang dilakukan atas inisiasinya sendiri, dan sebagian lagi dari undangan. “ Kalau di Banyuwangi, kelentengnya masih mengundang. Kadang kalau nggak ada yang mengundang, kami bikin pertunjukan sendiri di mall,” tandas Abdillah.

Terpisah, pemilik sanggar Barongsai Naga Langit, Rosi, mengungkapkan bahwa selama Covid-19, kelompok barongsainya tak mau menutup atau menolak undangan. Bukan tidak mematuhi protokol Covid-29, namun hal ini erat kaitannya dengan pendapatan dan mata pencarian. “Bukan kami tidak taat imbauan. Biasanya, waktunya cap gomeh ini banyak undangan. Sekarang malah nggak ada sama sekali,” imbuh Rosi.

Dia menambahkan, selama pertunjukan di masa pandemi ini mereka hanya mengeluarkan tiga barongsai untuk tampil. Tidak sebanyak di waktu normal. Jika dalam satu barongsai terdapat 2 anak yang bermain, totalnya ada enam anak yang tampil. “Kami tetap latihan, tapi ngurangi. Karena jumlah show tidak terlalu banyak. Sampai saat ini kami baru lima show,” pungkas Rosi.

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dian Cahyani
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perayaan Imlek di tengah pandemi bukan menjadi kabar baik bagi para seniman barongsai. Salah satunya adalah sanggar Barongsai Naga Langit. Tahun ini, para seniman barongsai nyaris tak ada tawaran pertunjukan.

Paguyuban barongsai dari Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, dengan lebih dari 20 personel ini biasanya melakukan pertunjukan di kelenteng. Baik di Jember maupun di luar daerah. Abdillah, salah satu anggota paguyuban barongsai, mengungkapkan, biasanya H-7 sebelum Imlek pihaknya sudah mendapat undangan dari kelenteng-kelenteng di Jember. Dalam satu hari mereka bisa tampil di tujuh tempat. “Paling banyak di Bondowoso dan Banyuwangi,” kata Abdillah, kemarin (14/2).

Namun, saat ini grupnya hanya mendapat undangan pertunjukan dari tempat perbelanjaan saja. Hotel dan kelenteng sama sekali tak mengundangnya untuk mengadakan pertunjukan. Dirinya memahami, hal ini disebabkan faktor pandemi.

Kendati demikian, Abdillah bersyukur pertunjukan barongsai tidak sampai mati total. “Masih ada yang mengundang. Kemarin di Banyuwangi ada di tiga tempat,” tambah siswa SMKN 5 Jember itu.

Jika dipersentasekan, penurunan undangan pertunjukan bisa mencapai 80 persen. Lainnya adalah pertunjukan yang dilakukan atas inisiasinya sendiri, dan sebagian lagi dari undangan. “ Kalau di Banyuwangi, kelentengnya masih mengundang. Kadang kalau nggak ada yang mengundang, kami bikin pertunjukan sendiri di mall,” tandas Abdillah.

Terpisah, pemilik sanggar Barongsai Naga Langit, Rosi, mengungkapkan bahwa selama Covid-19, kelompok barongsainya tak mau menutup atau menolak undangan. Bukan tidak mematuhi protokol Covid-29, namun hal ini erat kaitannya dengan pendapatan dan mata pencarian. “Bukan kami tidak taat imbauan. Biasanya, waktunya cap gomeh ini banyak undangan. Sekarang malah nggak ada sama sekali,” imbuh Rosi.

Dia menambahkan, selama pertunjukan di masa pandemi ini mereka hanya mengeluarkan tiga barongsai untuk tampil. Tidak sebanyak di waktu normal. Jika dalam satu barongsai terdapat 2 anak yang bermain, totalnya ada enam anak yang tampil. “Kami tetap latihan, tapi ngurangi. Karena jumlah show tidak terlalu banyak. Sampai saat ini kami baru lima show,” pungkas Rosi.

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dian Cahyani
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2