alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Sanggar Cemara Biru Puasa Tetap Latihan, Pertunjukan Ditangguhkan

Tari tradisional menjadi salah satu kesenian yang digemari banyak orang. Berbagai kalangan dari anak usia dini hingga mahasiswa menjadi bagian yang ikut menghidupkannya. Seperti yang dilestarikan oleh Sanggar Cemara Biru.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lenggak-lenggok tubuh penari seperti berayun di awang-awang. Dilihat sederhana, namun penuh dengan makna. Gerakan tarinya seperti mudah, namun tak semua orang bisa gemulai seperti gerakan jari tangan dan kaki sang penari.

Baca Juga : Siapakah Ade Armando yang Dikeroyok Saat Demo 114?

Seni tari sejatinya bisa dipelajari oleh siapa pun. Akan tetapi, orang akan mudah lupa jika tidak melakukan latihan secara kontinu. Dengan kata lain, gerakan-gerakan yang pernah dipelajari oleh penari sekalipun akan menjadi kaku bila jarang dilatih.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sanggar Cemara Biru di Jalan Melon Raya nomor H10, Kecamatan Patrang, menjadi salah satu wadah yang tetap aktif berkegiatan. Meskipun saat ini bulan puasa. “Tetap aktif latihan hari Minggu, hanya jam latihannya berkurang,” tutur Fera Nurlaily Idayanti, Ketua Sanggar Tari Cemara Biru.

Sanggar ini fokus pada latihan kelenturan tubuh hingga gerakan-gerakan rumit yang tidak akan mungkin dilakukan oleh orang di luar seni tari. Anggotanya meliputi anak usia dini, SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa. “Rata-rata berasal dari Jember. Mahasiswa ada juga yang dari luar kota,” ucap Fera, yang menyukai seni tari sejak usia tiga tahun tersebut.

Dikatakan, latihan rutin akan menghasilkan gerakan yang ciamik. Indah dipandang. Fera menyebut, latihan setidaknya harus dilakukan sepekan sekali agar penari tidak lupa pada apa yang dipelajarinya. “Apabila ada kegiatan, untuk jadwal latihan bisa hampir setiap hari,” tambah Fera.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lenggak-lenggok tubuh penari seperti berayun di awang-awang. Dilihat sederhana, namun penuh dengan makna. Gerakan tarinya seperti mudah, namun tak semua orang bisa gemulai seperti gerakan jari tangan dan kaki sang penari.

Baca Juga : Siapakah Ade Armando yang Dikeroyok Saat Demo 114?

Seni tari sejatinya bisa dipelajari oleh siapa pun. Akan tetapi, orang akan mudah lupa jika tidak melakukan latihan secara kontinu. Dengan kata lain, gerakan-gerakan yang pernah dipelajari oleh penari sekalipun akan menjadi kaku bila jarang dilatih.

Sanggar Cemara Biru di Jalan Melon Raya nomor H10, Kecamatan Patrang, menjadi salah satu wadah yang tetap aktif berkegiatan. Meskipun saat ini bulan puasa. “Tetap aktif latihan hari Minggu, hanya jam latihannya berkurang,” tutur Fera Nurlaily Idayanti, Ketua Sanggar Tari Cemara Biru.

Sanggar ini fokus pada latihan kelenturan tubuh hingga gerakan-gerakan rumit yang tidak akan mungkin dilakukan oleh orang di luar seni tari. Anggotanya meliputi anak usia dini, SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa. “Rata-rata berasal dari Jember. Mahasiswa ada juga yang dari luar kota,” ucap Fera, yang menyukai seni tari sejak usia tiga tahun tersebut.

Dikatakan, latihan rutin akan menghasilkan gerakan yang ciamik. Indah dipandang. Fera menyebut, latihan setidaknya harus dilakukan sepekan sekali agar penari tidak lupa pada apa yang dipelajarinya. “Apabila ada kegiatan, untuk jadwal latihan bisa hampir setiap hari,” tambah Fera.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lenggak-lenggok tubuh penari seperti berayun di awang-awang. Dilihat sederhana, namun penuh dengan makna. Gerakan tarinya seperti mudah, namun tak semua orang bisa gemulai seperti gerakan jari tangan dan kaki sang penari.

Baca Juga : Siapakah Ade Armando yang Dikeroyok Saat Demo 114?

Seni tari sejatinya bisa dipelajari oleh siapa pun. Akan tetapi, orang akan mudah lupa jika tidak melakukan latihan secara kontinu. Dengan kata lain, gerakan-gerakan yang pernah dipelajari oleh penari sekalipun akan menjadi kaku bila jarang dilatih.

Sanggar Cemara Biru di Jalan Melon Raya nomor H10, Kecamatan Patrang, menjadi salah satu wadah yang tetap aktif berkegiatan. Meskipun saat ini bulan puasa. “Tetap aktif latihan hari Minggu, hanya jam latihannya berkurang,” tutur Fera Nurlaily Idayanti, Ketua Sanggar Tari Cemara Biru.

Sanggar ini fokus pada latihan kelenturan tubuh hingga gerakan-gerakan rumit yang tidak akan mungkin dilakukan oleh orang di luar seni tari. Anggotanya meliputi anak usia dini, SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa. “Rata-rata berasal dari Jember. Mahasiswa ada juga yang dari luar kota,” ucap Fera, yang menyukai seni tari sejak usia tiga tahun tersebut.

Dikatakan, latihan rutin akan menghasilkan gerakan yang ciamik. Indah dipandang. Fera menyebut, latihan setidaknya harus dilakukan sepekan sekali agar penari tidak lupa pada apa yang dipelajarinya. “Apabila ada kegiatan, untuk jadwal latihan bisa hampir setiap hari,” tambah Fera.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/