alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Gelar Pertunjukan secara Bergilir

Mobile_AP_Rectangle 1

Paguyuban yang dikomandani oleh Ki Junawan ini memiliki anggota lebih dua ratus seniman. Mereka merupakan penari, dalang, sinden, penabuh gamelan, dan lainnya. Kini, setelah mereka berhenti mentas, kondisi ekonomi pun kian terpuruk. “Nanti di Puger pada Agustus mendatang ada ruwatan. Tapi, kalau kondisinya seperti ini, ya bagaimana bisa berlangsung,” keluhnya.

Menurut Junawan, program pemerintah yang mengundang seniman terdampak Covid-19 sudah baik. Namun tidak efektif. Sebab, tidak ada pemerataan untuk para seniman dalam waktu yang cepat. “Langkah pemerintah sudah bagus. Tapi, kalau menunggu setiap hari, apalagi bergilir, ya tidak efektif. Karena tidak setiap hari pemerintah daerah punya acara tanggapan,” tuturnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya memberikan lampu hijau kepada para seniman agar tetap manggung. Namun, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan melibatkan aparat keamanan sipil, misalnya pelindung masyarakat (linmas). Ini untuk menjamin keamanan pergelaran yang berlangsung. “Kami ini tidak butuh ditonton, tapi yang penting dibayar,” ungkapnya lagi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jurnalis: Dian Cahyani
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

Paguyuban yang dikomandani oleh Ki Junawan ini memiliki anggota lebih dua ratus seniman. Mereka merupakan penari, dalang, sinden, penabuh gamelan, dan lainnya. Kini, setelah mereka berhenti mentas, kondisi ekonomi pun kian terpuruk. “Nanti di Puger pada Agustus mendatang ada ruwatan. Tapi, kalau kondisinya seperti ini, ya bagaimana bisa berlangsung,” keluhnya.

Menurut Junawan, program pemerintah yang mengundang seniman terdampak Covid-19 sudah baik. Namun tidak efektif. Sebab, tidak ada pemerataan untuk para seniman dalam waktu yang cepat. “Langkah pemerintah sudah bagus. Tapi, kalau menunggu setiap hari, apalagi bergilir, ya tidak efektif. Karena tidak setiap hari pemerintah daerah punya acara tanggapan,” tuturnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya memberikan lampu hijau kepada para seniman agar tetap manggung. Namun, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan melibatkan aparat keamanan sipil, misalnya pelindung masyarakat (linmas). Ini untuk menjamin keamanan pergelaran yang berlangsung. “Kami ini tidak butuh ditonton, tapi yang penting dibayar,” ungkapnya lagi.

Jurnalis: Dian Cahyani
Editor: Mahrus Sholih

Paguyuban yang dikomandani oleh Ki Junawan ini memiliki anggota lebih dua ratus seniman. Mereka merupakan penari, dalang, sinden, penabuh gamelan, dan lainnya. Kini, setelah mereka berhenti mentas, kondisi ekonomi pun kian terpuruk. “Nanti di Puger pada Agustus mendatang ada ruwatan. Tapi, kalau kondisinya seperti ini, ya bagaimana bisa berlangsung,” keluhnya.

Menurut Junawan, program pemerintah yang mengundang seniman terdampak Covid-19 sudah baik. Namun tidak efektif. Sebab, tidak ada pemerataan untuk para seniman dalam waktu yang cepat. “Langkah pemerintah sudah bagus. Tapi, kalau menunggu setiap hari, apalagi bergilir, ya tidak efektif. Karena tidak setiap hari pemerintah daerah punya acara tanggapan,” tuturnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya memberikan lampu hijau kepada para seniman agar tetap manggung. Namun, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan melibatkan aparat keamanan sipil, misalnya pelindung masyarakat (linmas). Ini untuk menjamin keamanan pergelaran yang berlangsung. “Kami ini tidak butuh ditonton, tapi yang penting dibayar,” ungkapnya lagi.

Jurnalis: Dian Cahyani
Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/