alexametrics
29.2 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Gelar Pertunjukan secara Bergilir

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama pandemi, para pelaku seni praktis mandek. Mereka tidak dapat mengadakan pertunjukan seni, bahkan dalam skala kecil. Untuk meringankan beban para pelaku seni, salah satu program Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember adalah melibatkan para pelaku seni tersebut dalam acara-acara seremonial yang diadakan oleh pemerintah daerah.

Namun, ketika ditanya lebih detail terkait langkah yang akan dilakukan, Disparbud tidak menjelaskannya secara gamblang. “Kami menggunakan list data untuk menanggap mereka secara bergiliran dalam kegiatan bupati. Sesuai dengan anjuran bupati,” ungkap Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih, Plt Kepala Disparbud Jember.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Disparbud, setidaknya terdapat 942 kelompok seni yang terdampak pandemi. Kelompok yang terdata ini terdiri atas kelompok seni tari, pelukis, wayang, gambus, jaranan, dan lainnya. Salah satu kelompok seni yang didata mengungkapkan, pendataan dilakukan sejak dua bulan yang lalu. Melalui data inilah Disparbud akan menggilir kesenian yang ditanggap dalam beberapa acara pemerintah kabupaten.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Paguyuban Seni Jember yang sekaligus seorang dalang, Junawan Prabowo mengungkapkan, hingga saat ini tidak ada sosialisasi khusus yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Disparbud. Padahal ia berharap, nantinya akan ada musyawarah untuk menyerap aspirasi para seniman. Begitu pun dengan program-program bantuan, hingga saat ini pihaknya tidak mendapatkan apa pun.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama pandemi, para pelaku seni praktis mandek. Mereka tidak dapat mengadakan pertunjukan seni, bahkan dalam skala kecil. Untuk meringankan beban para pelaku seni, salah satu program Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember adalah melibatkan para pelaku seni tersebut dalam acara-acara seremonial yang diadakan oleh pemerintah daerah.

Namun, ketika ditanya lebih detail terkait langkah yang akan dilakukan, Disparbud tidak menjelaskannya secara gamblang. “Kami menggunakan list data untuk menanggap mereka secara bergiliran dalam kegiatan bupati. Sesuai dengan anjuran bupati,” ungkap Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih, Plt Kepala Disparbud Jember.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Disparbud, setidaknya terdapat 942 kelompok seni yang terdampak pandemi. Kelompok yang terdata ini terdiri atas kelompok seni tari, pelukis, wayang, gambus, jaranan, dan lainnya. Salah satu kelompok seni yang didata mengungkapkan, pendataan dilakukan sejak dua bulan yang lalu. Melalui data inilah Disparbud akan menggilir kesenian yang ditanggap dalam beberapa acara pemerintah kabupaten.

Ketua Paguyuban Seni Jember yang sekaligus seorang dalang, Junawan Prabowo mengungkapkan, hingga saat ini tidak ada sosialisasi khusus yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Disparbud. Padahal ia berharap, nantinya akan ada musyawarah untuk menyerap aspirasi para seniman. Begitu pun dengan program-program bantuan, hingga saat ini pihaknya tidak mendapatkan apa pun.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama pandemi, para pelaku seni praktis mandek. Mereka tidak dapat mengadakan pertunjukan seni, bahkan dalam skala kecil. Untuk meringankan beban para pelaku seni, salah satu program Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember adalah melibatkan para pelaku seni tersebut dalam acara-acara seremonial yang diadakan oleh pemerintah daerah.

Namun, ketika ditanya lebih detail terkait langkah yang akan dilakukan, Disparbud tidak menjelaskannya secara gamblang. “Kami menggunakan list data untuk menanggap mereka secara bergiliran dalam kegiatan bupati. Sesuai dengan anjuran bupati,” ungkap Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih, Plt Kepala Disparbud Jember.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Disparbud, setidaknya terdapat 942 kelompok seni yang terdampak pandemi. Kelompok yang terdata ini terdiri atas kelompok seni tari, pelukis, wayang, gambus, jaranan, dan lainnya. Salah satu kelompok seni yang didata mengungkapkan, pendataan dilakukan sejak dua bulan yang lalu. Melalui data inilah Disparbud akan menggilir kesenian yang ditanggap dalam beberapa acara pemerintah kabupaten.

Ketua Paguyuban Seni Jember yang sekaligus seorang dalang, Junawan Prabowo mengungkapkan, hingga saat ini tidak ada sosialisasi khusus yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Disparbud. Padahal ia berharap, nantinya akan ada musyawarah untuk menyerap aspirasi para seniman. Begitu pun dengan program-program bantuan, hingga saat ini pihaknya tidak mendapatkan apa pun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/