alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Lestarikan Budaya, Universitas Dwijendra Gelar Festival Aksara Bali

Mobile_AP_Rectangle 1

DENPASAR, RADARJEMBER.ID –  Upaya pelestarian aksara bali sejak dini dilakukan Universitas Dwijendra Denpasar. Festival Aksara Bali yang digelar, diikuti ratusan siswa SD dari 4 kecamatan di Kota Denpasar. Rektor Universitas Dwijendra, Dr. Ir. Gede Sedana, M. Sc., M.M.A saat pembukaan kegiatan, Rabu (11/5) mengatakan total siswa SD yang terlibat sebanyak 427 siswa dari 138 Sekolah Dasar.  “Universitas Dwijendra memiliki kewajiban untuk menjaga, melestarikan serta mengembangkan kebudayaan dan warisan dari leluhur ini. Makanya kami sasar anak-anak SD agar pelestariannya dimulai sejak dini,” ujarnya.

BACA JUGA : Indonesia Melesat ke Peringkat Tiga Sea Games 2021

Selain itu, menurut Gede, pelestarian budaya dalam hal aksara Bali ini sejalan dengan Peraturan Gubernur tentang pelestarian aksara, bahasa maupun sastra Bali. Begitu juga sejalan dengan visi serta misi Kota Denpasar yakni Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. “Ini bak gayung bersambut karena visi kami selaras dengan pemerintah. Momen ini kami harapkan tidak berhenti sampai tingkat Denpasar saja, tapi bisa nantinya mencakup seluruh Bali dengan agenda budaya lainnya,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Walikota Denpasar IGN Jaya Negara yang hadir dalam festifal tersebut  mengatakan berterima kasih dengan Universitas Dwijendra yang secara langsung mendukung visi dari Kota Denpasar. “Ini salah satu penguatan jati diri dan pemberdayaan masyarakat berdasarkan kebudayaan Bali. Pelestariannya menyasar usia dini sangat bagus, sehingga mereka tahu akar budayanya,” katanya.

Menurut Jaya Negara, tantangan ke depan akan semakin kompleks. Pasalnya, anak-anak zaman sekarang sudah diserbu dengan digitalisasi. “Dengan adanya festival ini mereka paham akan jati diri dan warisan leluhur mereka,” tandasnya. (*)

- Advertisement -

DENPASAR, RADARJEMBER.ID –  Upaya pelestarian aksara bali sejak dini dilakukan Universitas Dwijendra Denpasar. Festival Aksara Bali yang digelar, diikuti ratusan siswa SD dari 4 kecamatan di Kota Denpasar. Rektor Universitas Dwijendra, Dr. Ir. Gede Sedana, M. Sc., M.M.A saat pembukaan kegiatan, Rabu (11/5) mengatakan total siswa SD yang terlibat sebanyak 427 siswa dari 138 Sekolah Dasar.  “Universitas Dwijendra memiliki kewajiban untuk menjaga, melestarikan serta mengembangkan kebudayaan dan warisan dari leluhur ini. Makanya kami sasar anak-anak SD agar pelestariannya dimulai sejak dini,” ujarnya.

BACA JUGA : Indonesia Melesat ke Peringkat Tiga Sea Games 2021

Selain itu, menurut Gede, pelestarian budaya dalam hal aksara Bali ini sejalan dengan Peraturan Gubernur tentang pelestarian aksara, bahasa maupun sastra Bali. Begitu juga sejalan dengan visi serta misi Kota Denpasar yakni Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. “Ini bak gayung bersambut karena visi kami selaras dengan pemerintah. Momen ini kami harapkan tidak berhenti sampai tingkat Denpasar saja, tapi bisa nantinya mencakup seluruh Bali dengan agenda budaya lainnya,” imbuhnya.

Walikota Denpasar IGN Jaya Negara yang hadir dalam festifal tersebut  mengatakan berterima kasih dengan Universitas Dwijendra yang secara langsung mendukung visi dari Kota Denpasar. “Ini salah satu penguatan jati diri dan pemberdayaan masyarakat berdasarkan kebudayaan Bali. Pelestariannya menyasar usia dini sangat bagus, sehingga mereka tahu akar budayanya,” katanya.

Menurut Jaya Negara, tantangan ke depan akan semakin kompleks. Pasalnya, anak-anak zaman sekarang sudah diserbu dengan digitalisasi. “Dengan adanya festival ini mereka paham akan jati diri dan warisan leluhur mereka,” tandasnya. (*)

DENPASAR, RADARJEMBER.ID –  Upaya pelestarian aksara bali sejak dini dilakukan Universitas Dwijendra Denpasar. Festival Aksara Bali yang digelar, diikuti ratusan siswa SD dari 4 kecamatan di Kota Denpasar. Rektor Universitas Dwijendra, Dr. Ir. Gede Sedana, M. Sc., M.M.A saat pembukaan kegiatan, Rabu (11/5) mengatakan total siswa SD yang terlibat sebanyak 427 siswa dari 138 Sekolah Dasar.  “Universitas Dwijendra memiliki kewajiban untuk menjaga, melestarikan serta mengembangkan kebudayaan dan warisan dari leluhur ini. Makanya kami sasar anak-anak SD agar pelestariannya dimulai sejak dini,” ujarnya.

BACA JUGA : Indonesia Melesat ke Peringkat Tiga Sea Games 2021

Selain itu, menurut Gede, pelestarian budaya dalam hal aksara Bali ini sejalan dengan Peraturan Gubernur tentang pelestarian aksara, bahasa maupun sastra Bali. Begitu juga sejalan dengan visi serta misi Kota Denpasar yakni Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. “Ini bak gayung bersambut karena visi kami selaras dengan pemerintah. Momen ini kami harapkan tidak berhenti sampai tingkat Denpasar saja, tapi bisa nantinya mencakup seluruh Bali dengan agenda budaya lainnya,” imbuhnya.

Walikota Denpasar IGN Jaya Negara yang hadir dalam festifal tersebut  mengatakan berterima kasih dengan Universitas Dwijendra yang secara langsung mendukung visi dari Kota Denpasar. “Ini salah satu penguatan jati diri dan pemberdayaan masyarakat berdasarkan kebudayaan Bali. Pelestariannya menyasar usia dini sangat bagus, sehingga mereka tahu akar budayanya,” katanya.

Menurut Jaya Negara, tantangan ke depan akan semakin kompleks. Pasalnya, anak-anak zaman sekarang sudah diserbu dengan digitalisasi. “Dengan adanya festival ini mereka paham akan jati diri dan warisan leluhur mereka,” tandasnya. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/