alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Kafe Jadi Sasaran Corat-coret

Seni Mural Media Spandek Galvalum

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID Menggambar atau melukis di atas media dinding kerap dilakukan oleh seniman mural. Namun, tidak bagi Shinta Yuliana Dewi. Pelukis muda itu berani tampil beda. Dia justru membuat mural di atas spandek galvalum sebuah kafe di Jalan Brantas, Kelurahan/Sumbersari Jember, bukan di tembok.

Meski tergolong baru menekuni seni mural, tapi hasil coretan tangan sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka (UT) itu tidaklah mengecewakan. Bahkan di kafe tersebut, ia berhasil merampungkan mural bergambar kartun dan diselesaikan dalam kurun waktu dua pekan. “Aku mulai mengenal mural enam tahun lalu. Waktu itu kelas 12 SMK. Awalnya hanya coba-coba menggambar, lantas jadi kecanduan,” ujar Shinta.

Anak ketiga dari pasangan Satrio dan Farida ini mengaku belajar seni mural secara autodidak. Berkat ketelatenan dan keuletan yang dimiliki gadis penggemar warna hitam itu, bakat terpendam tersebut sedikit demi sedikit kini mulai menampakkan hasil. “Sebagai pemula, tentu tidak gampang untuk menggambar. Karena harus bisa menentukan skala gambar agar bisa menghasilkan gambar sempurna,” imbuh Shinta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terpisah, Siska Ledya Ningsih, kakak kandung Shinta, tidak mengira bila sang adik memiliki talenta dalam hal melukis mural. Diakuinya, sang adik memulai karir sebagai seniman lukis dari kesukaan dia menggambar sketsa wajah menggunakan pensil. “Saya melihat sendiri lukisan mural adik di kafe tempat dia bekerja. Sebagai kakak, tentu saya memberikan dorongan agar dia terus berlatih,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID Menggambar atau melukis di atas media dinding kerap dilakukan oleh seniman mural. Namun, tidak bagi Shinta Yuliana Dewi. Pelukis muda itu berani tampil beda. Dia justru membuat mural di atas spandek galvalum sebuah kafe di Jalan Brantas, Kelurahan/Sumbersari Jember, bukan di tembok.

Meski tergolong baru menekuni seni mural, tapi hasil coretan tangan sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka (UT) itu tidaklah mengecewakan. Bahkan di kafe tersebut, ia berhasil merampungkan mural bergambar kartun dan diselesaikan dalam kurun waktu dua pekan. “Aku mulai mengenal mural enam tahun lalu. Waktu itu kelas 12 SMK. Awalnya hanya coba-coba menggambar, lantas jadi kecanduan,” ujar Shinta.

Anak ketiga dari pasangan Satrio dan Farida ini mengaku belajar seni mural secara autodidak. Berkat ketelatenan dan keuletan yang dimiliki gadis penggemar warna hitam itu, bakat terpendam tersebut sedikit demi sedikit kini mulai menampakkan hasil. “Sebagai pemula, tentu tidak gampang untuk menggambar. Karena harus bisa menentukan skala gambar agar bisa menghasilkan gambar sempurna,” imbuh Shinta.

Terpisah, Siska Ledya Ningsih, kakak kandung Shinta, tidak mengira bila sang adik memiliki talenta dalam hal melukis mural. Diakuinya, sang adik memulai karir sebagai seniman lukis dari kesukaan dia menggambar sketsa wajah menggunakan pensil. “Saya melihat sendiri lukisan mural adik di kafe tempat dia bekerja. Sebagai kakak, tentu saya memberikan dorongan agar dia terus berlatih,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Menggambar atau melukis di atas media dinding kerap dilakukan oleh seniman mural. Namun, tidak bagi Shinta Yuliana Dewi. Pelukis muda itu berani tampil beda. Dia justru membuat mural di atas spandek galvalum sebuah kafe di Jalan Brantas, Kelurahan/Sumbersari Jember, bukan di tembok.

Meski tergolong baru menekuni seni mural, tapi hasil coretan tangan sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka (UT) itu tidaklah mengecewakan. Bahkan di kafe tersebut, ia berhasil merampungkan mural bergambar kartun dan diselesaikan dalam kurun waktu dua pekan. “Aku mulai mengenal mural enam tahun lalu. Waktu itu kelas 12 SMK. Awalnya hanya coba-coba menggambar, lantas jadi kecanduan,” ujar Shinta.

Anak ketiga dari pasangan Satrio dan Farida ini mengaku belajar seni mural secara autodidak. Berkat ketelatenan dan keuletan yang dimiliki gadis penggemar warna hitam itu, bakat terpendam tersebut sedikit demi sedikit kini mulai menampakkan hasil. “Sebagai pemula, tentu tidak gampang untuk menggambar. Karena harus bisa menentukan skala gambar agar bisa menghasilkan gambar sempurna,” imbuh Shinta.

Terpisah, Siska Ledya Ningsih, kakak kandung Shinta, tidak mengira bila sang adik memiliki talenta dalam hal melukis mural. Diakuinya, sang adik memulai karir sebagai seniman lukis dari kesukaan dia menggambar sketsa wajah menggunakan pensil. “Saya melihat sendiri lukisan mural adik di kafe tempat dia bekerja. Sebagai kakak, tentu saya memberikan dorongan agar dia terus berlatih,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/