alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Dihantui Wabah, JFC Tunda Karnaval

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga detik ini, belum ada kejelasan kapan pandemi Covid-19 bakal berakhir. Bahkan, kasus penularannya di Jember semakin meningkat. Terbukti, lonjakan angka orang terpapar virus itu terus bertambah.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi Jember Fashion Carnaval (JFC) menunda perhelatan karnaval fesyen berkelas internasional. Rencana semula, JFC akan menggelar acara tahunan itu, baik offline terbatas maupun virtual pada awal Agustus ini. “JFC tidak mungkin memaksakan diri untuk tampil di saat pandemi berlangsung. Semula dijadwalkan tanggal 6-8 Agustus. Namun, mengingat situasi tidak memungkinkan karena Covid-19, maka acara karnaval ditunda dan direncanakan bulan Oktober mendatang,” ungkap Budi Setiawan, Presiden JFC.

Alumnus Institut Teknologi Indonesia (ITI) Serpong, Tangerang, itu menegaskan, walau JFC membatalkan agenda karnaval tersebut, tapi untuk mengobati kekecewaan, di bulan Agustus nanti JFC bakal menggelar virtual artifact exhibition untuk memeriahkan HUT ke-76 RI. Dan acara ini pertama kali diadakan di dunia.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, acara ini bakal menarik karena tidak semua orang mengenal artefak. Karena itu, JFC mencoba mengenalkan benda purbakala ini, terutama untuk generasi muda. “Sesuai tema HUT RI tahun ini, yakni Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, maka diharapkan bisa menumbuhkan kecintaan orang kepada artefak,” kata Iwan, sapaannya.

Bapak tiga anak ini memaparkan, 76 artefak akan diikutsertakan dalam ajang tersebut. Acara bergengsi itu mengundang 50 orang pengamat dari penjuru Nusantara. Mereka antara lain pengamat budaya, sejarah, pendidikan, dan seni. Iwan meminta kepada warga Jember cukup melihat acara itu dari rumah agar tidak menimbulkan kerumunan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga detik ini, belum ada kejelasan kapan pandemi Covid-19 bakal berakhir. Bahkan, kasus penularannya di Jember semakin meningkat. Terbukti, lonjakan angka orang terpapar virus itu terus bertambah.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi Jember Fashion Carnaval (JFC) menunda perhelatan karnaval fesyen berkelas internasional. Rencana semula, JFC akan menggelar acara tahunan itu, baik offline terbatas maupun virtual pada awal Agustus ini. “JFC tidak mungkin memaksakan diri untuk tampil di saat pandemi berlangsung. Semula dijadwalkan tanggal 6-8 Agustus. Namun, mengingat situasi tidak memungkinkan karena Covid-19, maka acara karnaval ditunda dan direncanakan bulan Oktober mendatang,” ungkap Budi Setiawan, Presiden JFC.

Alumnus Institut Teknologi Indonesia (ITI) Serpong, Tangerang, itu menegaskan, walau JFC membatalkan agenda karnaval tersebut, tapi untuk mengobati kekecewaan, di bulan Agustus nanti JFC bakal menggelar virtual artifact exhibition untuk memeriahkan HUT ke-76 RI. Dan acara ini pertama kali diadakan di dunia.

Menurut dia, acara ini bakal menarik karena tidak semua orang mengenal artefak. Karena itu, JFC mencoba mengenalkan benda purbakala ini, terutama untuk generasi muda. “Sesuai tema HUT RI tahun ini, yakni Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, maka diharapkan bisa menumbuhkan kecintaan orang kepada artefak,” kata Iwan, sapaannya.

Bapak tiga anak ini memaparkan, 76 artefak akan diikutsertakan dalam ajang tersebut. Acara bergengsi itu mengundang 50 orang pengamat dari penjuru Nusantara. Mereka antara lain pengamat budaya, sejarah, pendidikan, dan seni. Iwan meminta kepada warga Jember cukup melihat acara itu dari rumah agar tidak menimbulkan kerumunan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga detik ini, belum ada kejelasan kapan pandemi Covid-19 bakal berakhir. Bahkan, kasus penularannya di Jember semakin meningkat. Terbukti, lonjakan angka orang terpapar virus itu terus bertambah.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi Jember Fashion Carnaval (JFC) menunda perhelatan karnaval fesyen berkelas internasional. Rencana semula, JFC akan menggelar acara tahunan itu, baik offline terbatas maupun virtual pada awal Agustus ini. “JFC tidak mungkin memaksakan diri untuk tampil di saat pandemi berlangsung. Semula dijadwalkan tanggal 6-8 Agustus. Namun, mengingat situasi tidak memungkinkan karena Covid-19, maka acara karnaval ditunda dan direncanakan bulan Oktober mendatang,” ungkap Budi Setiawan, Presiden JFC.

Alumnus Institut Teknologi Indonesia (ITI) Serpong, Tangerang, itu menegaskan, walau JFC membatalkan agenda karnaval tersebut, tapi untuk mengobati kekecewaan, di bulan Agustus nanti JFC bakal menggelar virtual artifact exhibition untuk memeriahkan HUT ke-76 RI. Dan acara ini pertama kali diadakan di dunia.

Menurut dia, acara ini bakal menarik karena tidak semua orang mengenal artefak. Karena itu, JFC mencoba mengenalkan benda purbakala ini, terutama untuk generasi muda. “Sesuai tema HUT RI tahun ini, yakni Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, maka diharapkan bisa menumbuhkan kecintaan orang kepada artefak,” kata Iwan, sapaannya.

Bapak tiga anak ini memaparkan, 76 artefak akan diikutsertakan dalam ajang tersebut. Acara bergengsi itu mengundang 50 orang pengamat dari penjuru Nusantara. Mereka antara lain pengamat budaya, sejarah, pendidikan, dan seni. Iwan meminta kepada warga Jember cukup melihat acara itu dari rumah agar tidak menimbulkan kerumunan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/