alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Lambang Kurnia Pratama, Dalang Muda Jember

Bakat dan pilihannya menjadi seorang dalang muda harus diacungi jempol. Tama mulai dekat dengan wayang sejak usianya masih belia hingga memutuskan untuk mendalang ketika baru duduk di bangku SMP. Keinginan besarnya adalah menularkan virus suka wayang kepada generasi muda lainnya untuk menjaga kelestariannya.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usianya masih cukup muda. Tapi, pria asal Jember ini sudah banyak menginspirasi orang. Dia dengan luwes memainkan wayang dari balik layar. Namanya Lambang Kurnia Pratama, pemuda berusia 22 tahun yang sudah menyandang gelar sebagai seorang dalang.

BACA JUGA : Jasad Eril Putra Ridwan Kamil Ditemukan Meninggal Dunia

Menjadi seorang dalang muda, mungkin kedengarannya menimbulkan pertanyaan di benak banyak orang. Sebab, rata-rata dalang yang sering ditemui adalah mereka yang sudah berusia. Bahkan, seni pertunjukan wayang saja banyak dikategorikan sebagai hiburan bagi kaum sepuh. Namun, tidak bagi Tama, panggilan akrab Lambang Kurnia Pratama.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mulai melakoni dalang dalam pertunjukan wayang tepat pada usianya yang masih 12 tahun. Saat itu dia duduk di bangku kelas satu SMP. Baginya, wayang sudah mendarah daging dalam dirinya sejak usia tiga tahun. Kala itu, kakeknya memiliki satu tokoh wayang Wisanggeni dan sering dibuat mainan olehnya. “Dari situ bibit-bibit saya suka wayang,” ujar Tama.

Tak hanya itu, Tama semakin mengenal wayang karena pergelaran ini sering dipertontonkan di tempat tinggalnya, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan. Semakin kenal dan antusiaslah dia dengan kesenian khas Jawa itu. Seiring berjalannya waktu, dia mulai belajar untuk mendalang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usianya masih cukup muda. Tapi, pria asal Jember ini sudah banyak menginspirasi orang. Dia dengan luwes memainkan wayang dari balik layar. Namanya Lambang Kurnia Pratama, pemuda berusia 22 tahun yang sudah menyandang gelar sebagai seorang dalang.

BACA JUGA : Jasad Eril Putra Ridwan Kamil Ditemukan Meninggal Dunia

Menjadi seorang dalang muda, mungkin kedengarannya menimbulkan pertanyaan di benak banyak orang. Sebab, rata-rata dalang yang sering ditemui adalah mereka yang sudah berusia. Bahkan, seni pertunjukan wayang saja banyak dikategorikan sebagai hiburan bagi kaum sepuh. Namun, tidak bagi Tama, panggilan akrab Lambang Kurnia Pratama.

Dia mulai melakoni dalang dalam pertunjukan wayang tepat pada usianya yang masih 12 tahun. Saat itu dia duduk di bangku kelas satu SMP. Baginya, wayang sudah mendarah daging dalam dirinya sejak usia tiga tahun. Kala itu, kakeknya memiliki satu tokoh wayang Wisanggeni dan sering dibuat mainan olehnya. “Dari situ bibit-bibit saya suka wayang,” ujar Tama.

Tak hanya itu, Tama semakin mengenal wayang karena pergelaran ini sering dipertontonkan di tempat tinggalnya, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan. Semakin kenal dan antusiaslah dia dengan kesenian khas Jawa itu. Seiring berjalannya waktu, dia mulai belajar untuk mendalang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usianya masih cukup muda. Tapi, pria asal Jember ini sudah banyak menginspirasi orang. Dia dengan luwes memainkan wayang dari balik layar. Namanya Lambang Kurnia Pratama, pemuda berusia 22 tahun yang sudah menyandang gelar sebagai seorang dalang.

BACA JUGA : Jasad Eril Putra Ridwan Kamil Ditemukan Meninggal Dunia

Menjadi seorang dalang muda, mungkin kedengarannya menimbulkan pertanyaan di benak banyak orang. Sebab, rata-rata dalang yang sering ditemui adalah mereka yang sudah berusia. Bahkan, seni pertunjukan wayang saja banyak dikategorikan sebagai hiburan bagi kaum sepuh. Namun, tidak bagi Tama, panggilan akrab Lambang Kurnia Pratama.

Dia mulai melakoni dalang dalam pertunjukan wayang tepat pada usianya yang masih 12 tahun. Saat itu dia duduk di bangku kelas satu SMP. Baginya, wayang sudah mendarah daging dalam dirinya sejak usia tiga tahun. Kala itu, kakeknya memiliki satu tokoh wayang Wisanggeni dan sering dibuat mainan olehnya. “Dari situ bibit-bibit saya suka wayang,” ujar Tama.

Tak hanya itu, Tama semakin mengenal wayang karena pergelaran ini sering dipertontonkan di tempat tinggalnya, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan. Semakin kenal dan antusiaslah dia dengan kesenian khas Jawa itu. Seiring berjalannya waktu, dia mulai belajar untuk mendalang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/