alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Mengenal Rayya, Komikus Cilik Asal Andongsari

Bakatnya sudah terlihat sejak umur tiga tahun. Rayya Sri Sadana Salahuddin Al-Ayyubi, komikus cilik kelahiran Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, berhasil meraih juara favorit di lomba berskala nasional. Karyanya sudah dikenal hingga mancanegara.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Figur seorang komikus kerap kali melekat pada orang dewasa. Namun di Jember, lahir komikus cilik yang karyanya sudah dikenal hingga mancanegara. Rayya Sri Sadana Salahuddin Al-Ayyubi, bocah kelahiran 14 September 2010 tergolong anak yang berbakat. Pasalnya, setiap ia selesai membaca buku selalu ia tuangkan dalam bentuk ilustrasi hingga komik strip.

BACA JUGA : Ratu Elizabeth II Tetap Bekerja meski Alami Masalah Kesehatan

Sejak kecil, siswa kelas enam MI Muhammadiyah 1 Watukebo, Ambulu, itu sudah gemar membaca. Karena kerap kali sang ayah selalu menemaninya dengan membacakan buku maupun dongeng. “Dulu bapak sering membacakan buku, hingga aku umur tiga tahun sudah mulai coret-coret apa yang dibacakan bapak. Namun, ada yang berbentuk dan tidak,” ungkap Rayya, panggilan akrabnya, kepada Jawa Pos Radar Jember saat ditemui di rumahnya, Dusun Watukebo, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketertarikan Rayya pada dunia komik merupakan arahan dari sang ayah, Gunawan Tri Pamungkas. Dia melihat ada potensi pada diri anaknya yang mengarah ke pembuatan komik. Dia mengaku, ketika Rayya masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) bakat menggambarnya mulai terlihat, dan hasilnya saling terhubung antara gambar satu dengan gambar lain.

Ia juga mengaku bahwa Rayya sudah mulai membuat komik strip ketika masih duduk di bangku TK. “Awalnya saya melihat ke arah komik, karena Rayya menggambarnya satu kertas, tapi memiliki kelanjutan. Oleh karena itu, saya arahkan ke komik strip,” ungkapnya.

Sebagai orang tua, Gunawan Tri Pamungkas dan Ani Rosyidah sangat mendukung potensi yang dimiliki anak pertamanya tersebut. Mereka selalu menjadi teman diskusi bagi Rayya agar karyanya semakin berkembang.

Kemampuan Rayya menarasikan sebuah cerita semakin hari semakin terasah. Tak hanya dari buku bacaan atau cerita anak-anak, melainkan juga buku bacaan yang dinilai berat bagi anak seusianya. Seperti cerita tentang ilmuwan, teori evolusi, hingga politik.

Bocah 11 tahun ini aktif dalam berbagai perlombaan komik yang digelar secara nasional hingga internasional. November lalu, ia mengikuti lomba berskala nasional dan berhasil meraih juara favorit. “Saya juga pernah ikut forum internasional yang diikuti 48 negara dengan 1.290 peserta, dan masuk dalam 50 besar dengan kategori peserta terkecil dan termuda,” terang Rayya sambil menunjukkan karya yang dilombakan.

Tidak hanya itu, lanjut Gunawan, Rayya pernah melakukan pameran tunggal di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2019 dan mendapat apresiasi yang luar biasa.” Saat itu Rayya berusia 9 tahun dan pameran tersebut sebagai hadiah ulang tahunnya,” jelasnya.

Sampai saat ini, Rayya masih terus berkarya dengan media gambar yang mungkin sangat jarang digunakan orang lain. Seperti menggambar melalui media batu, buah kering, dan helm bekas. Ke depannya, setelah lulus dari sekolah dasar, Rayya akan fokus membuat novelnya sendiri. “Tokohnya nanti akan saya ambil dari tokoh yang ada di Jember,” ulas Rayya. (c2)

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Figur seorang komikus kerap kali melekat pada orang dewasa. Namun di Jember, lahir komikus cilik yang karyanya sudah dikenal hingga mancanegara. Rayya Sri Sadana Salahuddin Al-Ayyubi, bocah kelahiran 14 September 2010 tergolong anak yang berbakat. Pasalnya, setiap ia selesai membaca buku selalu ia tuangkan dalam bentuk ilustrasi hingga komik strip.

BACA JUGA : Ratu Elizabeth II Tetap Bekerja meski Alami Masalah Kesehatan

Sejak kecil, siswa kelas enam MI Muhammadiyah 1 Watukebo, Ambulu, itu sudah gemar membaca. Karena kerap kali sang ayah selalu menemaninya dengan membacakan buku maupun dongeng. “Dulu bapak sering membacakan buku, hingga aku umur tiga tahun sudah mulai coret-coret apa yang dibacakan bapak. Namun, ada yang berbentuk dan tidak,” ungkap Rayya, panggilan akrabnya, kepada Jawa Pos Radar Jember saat ditemui di rumahnya, Dusun Watukebo, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu.

Ketertarikan Rayya pada dunia komik merupakan arahan dari sang ayah, Gunawan Tri Pamungkas. Dia melihat ada potensi pada diri anaknya yang mengarah ke pembuatan komik. Dia mengaku, ketika Rayya masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) bakat menggambarnya mulai terlihat, dan hasilnya saling terhubung antara gambar satu dengan gambar lain.

Ia juga mengaku bahwa Rayya sudah mulai membuat komik strip ketika masih duduk di bangku TK. “Awalnya saya melihat ke arah komik, karena Rayya menggambarnya satu kertas, tapi memiliki kelanjutan. Oleh karena itu, saya arahkan ke komik strip,” ungkapnya.

Sebagai orang tua, Gunawan Tri Pamungkas dan Ani Rosyidah sangat mendukung potensi yang dimiliki anak pertamanya tersebut. Mereka selalu menjadi teman diskusi bagi Rayya agar karyanya semakin berkembang.

Kemampuan Rayya menarasikan sebuah cerita semakin hari semakin terasah. Tak hanya dari buku bacaan atau cerita anak-anak, melainkan juga buku bacaan yang dinilai berat bagi anak seusianya. Seperti cerita tentang ilmuwan, teori evolusi, hingga politik.

Bocah 11 tahun ini aktif dalam berbagai perlombaan komik yang digelar secara nasional hingga internasional. November lalu, ia mengikuti lomba berskala nasional dan berhasil meraih juara favorit. “Saya juga pernah ikut forum internasional yang diikuti 48 negara dengan 1.290 peserta, dan masuk dalam 50 besar dengan kategori peserta terkecil dan termuda,” terang Rayya sambil menunjukkan karya yang dilombakan.

Tidak hanya itu, lanjut Gunawan, Rayya pernah melakukan pameran tunggal di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2019 dan mendapat apresiasi yang luar biasa.” Saat itu Rayya berusia 9 tahun dan pameran tersebut sebagai hadiah ulang tahunnya,” jelasnya.

Sampai saat ini, Rayya masih terus berkarya dengan media gambar yang mungkin sangat jarang digunakan orang lain. Seperti menggambar melalui media batu, buah kering, dan helm bekas. Ke depannya, setelah lulus dari sekolah dasar, Rayya akan fokus membuat novelnya sendiri. “Tokohnya nanti akan saya ambil dari tokoh yang ada di Jember,” ulas Rayya. (c2)

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Figur seorang komikus kerap kali melekat pada orang dewasa. Namun di Jember, lahir komikus cilik yang karyanya sudah dikenal hingga mancanegara. Rayya Sri Sadana Salahuddin Al-Ayyubi, bocah kelahiran 14 September 2010 tergolong anak yang berbakat. Pasalnya, setiap ia selesai membaca buku selalu ia tuangkan dalam bentuk ilustrasi hingga komik strip.

BACA JUGA : Ratu Elizabeth II Tetap Bekerja meski Alami Masalah Kesehatan

Sejak kecil, siswa kelas enam MI Muhammadiyah 1 Watukebo, Ambulu, itu sudah gemar membaca. Karena kerap kali sang ayah selalu menemaninya dengan membacakan buku maupun dongeng. “Dulu bapak sering membacakan buku, hingga aku umur tiga tahun sudah mulai coret-coret apa yang dibacakan bapak. Namun, ada yang berbentuk dan tidak,” ungkap Rayya, panggilan akrabnya, kepada Jawa Pos Radar Jember saat ditemui di rumahnya, Dusun Watukebo, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu.

Ketertarikan Rayya pada dunia komik merupakan arahan dari sang ayah, Gunawan Tri Pamungkas. Dia melihat ada potensi pada diri anaknya yang mengarah ke pembuatan komik. Dia mengaku, ketika Rayya masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) bakat menggambarnya mulai terlihat, dan hasilnya saling terhubung antara gambar satu dengan gambar lain.

Ia juga mengaku bahwa Rayya sudah mulai membuat komik strip ketika masih duduk di bangku TK. “Awalnya saya melihat ke arah komik, karena Rayya menggambarnya satu kertas, tapi memiliki kelanjutan. Oleh karena itu, saya arahkan ke komik strip,” ungkapnya.

Sebagai orang tua, Gunawan Tri Pamungkas dan Ani Rosyidah sangat mendukung potensi yang dimiliki anak pertamanya tersebut. Mereka selalu menjadi teman diskusi bagi Rayya agar karyanya semakin berkembang.

Kemampuan Rayya menarasikan sebuah cerita semakin hari semakin terasah. Tak hanya dari buku bacaan atau cerita anak-anak, melainkan juga buku bacaan yang dinilai berat bagi anak seusianya. Seperti cerita tentang ilmuwan, teori evolusi, hingga politik.

Bocah 11 tahun ini aktif dalam berbagai perlombaan komik yang digelar secara nasional hingga internasional. November lalu, ia mengikuti lomba berskala nasional dan berhasil meraih juara favorit. “Saya juga pernah ikut forum internasional yang diikuti 48 negara dengan 1.290 peserta, dan masuk dalam 50 besar dengan kategori peserta terkecil dan termuda,” terang Rayya sambil menunjukkan karya yang dilombakan.

Tidak hanya itu, lanjut Gunawan, Rayya pernah melakukan pameran tunggal di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2019 dan mendapat apresiasi yang luar biasa.” Saat itu Rayya berusia 9 tahun dan pameran tersebut sebagai hadiah ulang tahunnya,” jelasnya.

Sampai saat ini, Rayya masih terus berkarya dengan media gambar yang mungkin sangat jarang digunakan orang lain. Seperti menggambar melalui media batu, buah kering, dan helm bekas. Ke depannya, setelah lulus dari sekolah dasar, Rayya akan fokus membuat novelnya sendiri. “Tokohnya nanti akan saya ambil dari tokoh yang ada di Jember,” ulas Rayya. (c2)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Menekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Rintis Komunitas Seni Tradisional

Persebo Maksimalkan Pemain yang Ada

/