30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Pandhalungan dalam Tarian

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seni tari tradisional di Indonesia memiliki beragam jenis. Hampir setiap daerah pasti memiliki tari tradisional yang khas. Biasanya, gerakan dan makna yang terkandung di dalamnya menggambarkan keadaan atau karakter daerah tersebut. Berikut dengan pakem-pakem beserta gerakan dasar yang bisa dikenali dengan mudah saat ditampilkan dalam pertunjukkan.

BACA JUGA : Dianggap Tak Sesuai Pandang Perlu UU Haji Direvisi

Seiring berjalannya waktu, tari tradisional terus berkembang. Tanpa mengesampingkan esensi atau ciri dari tari daerah, tari tradisional kreasi hadir. Sebagai bentuk luapan ekspresi kreativitas seorang ataupun kelompok seniman. Dengan keterampilan yang dimiliki, bisa berinovasi menciptakan tari tradisional, baik dengan koreografi yang dibuat sendiri maupun kolaborasi dari berbagai gerakan dasar tari yang sudah ada.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tari Mojasari salah satunya. Sebuah tari kreasi tradisional yang menggambarkan karakter Jember yang khas dengan budaya pandhalungan. Yeni Insani Putri, seniman asal Jember yang menciptakan tari kreasi itu, menjelaskan, penamaan Mojasari adalah gabungan dari tiga suku. “M” yang berarti Madura, “O” yang diambil dari kata Osing, dan “Ja” berarti Jawa. Sedangkan, “sari” bermakna gadis Jember. Dia menciptakan tari kreasi saat didapuk menjadi seniman dalam Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), beberapa waktu lalu, di SMPN 1 Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seni tari tradisional di Indonesia memiliki beragam jenis. Hampir setiap daerah pasti memiliki tari tradisional yang khas. Biasanya, gerakan dan makna yang terkandung di dalamnya menggambarkan keadaan atau karakter daerah tersebut. Berikut dengan pakem-pakem beserta gerakan dasar yang bisa dikenali dengan mudah saat ditampilkan dalam pertunjukkan.

BACA JUGA : Dianggap Tak Sesuai Pandang Perlu UU Haji Direvisi

Seiring berjalannya waktu, tari tradisional terus berkembang. Tanpa mengesampingkan esensi atau ciri dari tari daerah, tari tradisional kreasi hadir. Sebagai bentuk luapan ekspresi kreativitas seorang ataupun kelompok seniman. Dengan keterampilan yang dimiliki, bisa berinovasi menciptakan tari tradisional, baik dengan koreografi yang dibuat sendiri maupun kolaborasi dari berbagai gerakan dasar tari yang sudah ada.

Tari Mojasari salah satunya. Sebuah tari kreasi tradisional yang menggambarkan karakter Jember yang khas dengan budaya pandhalungan. Yeni Insani Putri, seniman asal Jember yang menciptakan tari kreasi itu, menjelaskan, penamaan Mojasari adalah gabungan dari tiga suku. “M” yang berarti Madura, “O” yang diambil dari kata Osing, dan “Ja” berarti Jawa. Sedangkan, “sari” bermakna gadis Jember. Dia menciptakan tari kreasi saat didapuk menjadi seniman dalam Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), beberapa waktu lalu, di SMPN 1 Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seni tari tradisional di Indonesia memiliki beragam jenis. Hampir setiap daerah pasti memiliki tari tradisional yang khas. Biasanya, gerakan dan makna yang terkandung di dalamnya menggambarkan keadaan atau karakter daerah tersebut. Berikut dengan pakem-pakem beserta gerakan dasar yang bisa dikenali dengan mudah saat ditampilkan dalam pertunjukkan.

BACA JUGA : Dianggap Tak Sesuai Pandang Perlu UU Haji Direvisi

Seiring berjalannya waktu, tari tradisional terus berkembang. Tanpa mengesampingkan esensi atau ciri dari tari daerah, tari tradisional kreasi hadir. Sebagai bentuk luapan ekspresi kreativitas seorang ataupun kelompok seniman. Dengan keterampilan yang dimiliki, bisa berinovasi menciptakan tari tradisional, baik dengan koreografi yang dibuat sendiri maupun kolaborasi dari berbagai gerakan dasar tari yang sudah ada.

Tari Mojasari salah satunya. Sebuah tari kreasi tradisional yang menggambarkan karakter Jember yang khas dengan budaya pandhalungan. Yeni Insani Putri, seniman asal Jember yang menciptakan tari kreasi itu, menjelaskan, penamaan Mojasari adalah gabungan dari tiga suku. “M” yang berarti Madura, “O” yang diambil dari kata Osing, dan “Ja” berarti Jawa. Sedangkan, “sari” bermakna gadis Jember. Dia menciptakan tari kreasi saat didapuk menjadi seniman dalam Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), beberapa waktu lalu, di SMPN 1 Jember.

BERITA TERKINI

Atlet Bridge Jember Gacor di Kejurnas

Eksepsi Kades Klatakan Ditolak

Ancaman Resesi Jelang Akhir Tahun

Wajib Dibaca

/