alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Kreasi Wayang Berbahan Talang Air

Membuat karya seni wayang bukanlah hal yang mudah, butuh keterampilan dan ketelatenan dalam membuatnya. Mulai dari menggambar hingga memotong bagian pinggir sehingga membentuk tokoh berkarakter dalam pewayangan. Lantas, bagaimana membuat wayang kulit dari limbah bangunan seperti karet bekas talang air? Inilah yang dilakukan Lasiono, warga Umbulsari.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID  – Mengenakan sarung, baju muslim, dan peci warna hitam, Lasiono tampak tidak banyak bicara saat ada masyarakat datang untuk melihat-melihat wayang kulit di Pasar Santri, April lalu. Berbagai karakter wayang kulit ada. Mulai dari Gatotkaca, Arjuna, hingga Semar pun ada.

BACA JUGA : Andika Raju, Penyiar Muslim Radio Komunitas Kristiani

Banyak orang tidak menyangka bahwa wayang buatan Lasiono tersebut tidak berbahan kulit sapi yang biasanya dipakai untuk membuat wayang kulit. “Ini bukan berbahan dasar dari kulit sapi. Tapi talang air,” ucapnya. Talang air yang dimaksud bukan talang PVC, melainkan karpet atau karet talang air. Bahan bakunya juga mudah ditemukan di toko bangunan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lasiono, pembuat wayang asal Umbulsari itu, mengatakan, membuat wayang membutuhkan penjiwaan dan ketelatenan. Menurutnya, tidak semua pelukis bisa membuatnya. Dia harus memahami karakter tokoh wayang yang mau dibuat terlebih dahulu.

Seorang pembuat wayang harus mencintai wayang, harus mengerti cerita wayang, harus mengerti anatomi wayang. “Kalau hanya asal membuat wayang, hasilnya kurang simetris, harus suka total lahir batin,” terang Lasiono kepada Jawa Pos Radar Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID  – Mengenakan sarung, baju muslim, dan peci warna hitam, Lasiono tampak tidak banyak bicara saat ada masyarakat datang untuk melihat-melihat wayang kulit di Pasar Santri, April lalu. Berbagai karakter wayang kulit ada. Mulai dari Gatotkaca, Arjuna, hingga Semar pun ada.

BACA JUGA : Andika Raju, Penyiar Muslim Radio Komunitas Kristiani

Banyak orang tidak menyangka bahwa wayang buatan Lasiono tersebut tidak berbahan kulit sapi yang biasanya dipakai untuk membuat wayang kulit. “Ini bukan berbahan dasar dari kulit sapi. Tapi talang air,” ucapnya. Talang air yang dimaksud bukan talang PVC, melainkan karpet atau karet talang air. Bahan bakunya juga mudah ditemukan di toko bangunan.

Lasiono, pembuat wayang asal Umbulsari itu, mengatakan, membuat wayang membutuhkan penjiwaan dan ketelatenan. Menurutnya, tidak semua pelukis bisa membuatnya. Dia harus memahami karakter tokoh wayang yang mau dibuat terlebih dahulu.

Seorang pembuat wayang harus mencintai wayang, harus mengerti cerita wayang, harus mengerti anatomi wayang. “Kalau hanya asal membuat wayang, hasilnya kurang simetris, harus suka total lahir batin,” terang Lasiono kepada Jawa Pos Radar Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID  – Mengenakan sarung, baju muslim, dan peci warna hitam, Lasiono tampak tidak banyak bicara saat ada masyarakat datang untuk melihat-melihat wayang kulit di Pasar Santri, April lalu. Berbagai karakter wayang kulit ada. Mulai dari Gatotkaca, Arjuna, hingga Semar pun ada.

BACA JUGA : Andika Raju, Penyiar Muslim Radio Komunitas Kristiani

Banyak orang tidak menyangka bahwa wayang buatan Lasiono tersebut tidak berbahan kulit sapi yang biasanya dipakai untuk membuat wayang kulit. “Ini bukan berbahan dasar dari kulit sapi. Tapi talang air,” ucapnya. Talang air yang dimaksud bukan talang PVC, melainkan karpet atau karet talang air. Bahan bakunya juga mudah ditemukan di toko bangunan.

Lasiono, pembuat wayang asal Umbulsari itu, mengatakan, membuat wayang membutuhkan penjiwaan dan ketelatenan. Menurutnya, tidak semua pelukis bisa membuatnya. Dia harus memahami karakter tokoh wayang yang mau dibuat terlebih dahulu.

Seorang pembuat wayang harus mencintai wayang, harus mengerti cerita wayang, harus mengerti anatomi wayang. “Kalau hanya asal membuat wayang, hasilnya kurang simetris, harus suka total lahir batin,” terang Lasiono kepada Jawa Pos Radar Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/