alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Melibatkan Generasi Muda untuk Lestarikan Wayang

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Kolaborasi dan dukungan generasi muda adalah hal penting agar seni pementasan wayang kulit mampu lestari dan tetap digemari. Hal tersebut diungkapkan Dalang Ki Bayu Aji Nugraha dari Sanggar Seni Bajran Gupita Yogyakarta seperti dikutip dari ANTARA di Jakarta.

“Wayang tidak akan mati, karena usianya hingga sekarang sudah 3.000 tahun lebih, sejak zaman nenek moyang, animisme dinamisme. Wayang masih bergerak ikuti perkembangan zaman, dengan kolaborasi lintas disiplin ilmu harus terus dicoba agar kehadirannya tetap ada,” katanya.

Dalang berusia 29 tahun tersebut mengatakan bicara soal kolaborasi dan anak muda,  ketertarikan dapat dibentuk dengan melibatkan mereka langsung ke proses berkesenian, dan tidak membatasi kreativitas mereka.

Mobile_AP_Rectangle 2

Generasi muda, lanjut Ki Bayu, akan terus semangat mengeksplorasi, bertukar pikiran, dan mengembangkan bakat serta gaya seninya.

Ki Bayu mengatakan, di Sanggar Seni Bajran Gupita Yogyakarta didominasi kehadiran anak-anak muda, mulai dari mereka yang mendalami ilmu pendalangan, musik tradisional, hingga sinden.
Kehadiran para senior pun turut mendampingi mereka guna memberikan dasar-dasar ilmu dan pengalaman, sehingga para anak muda di sanggar mampu berkreasi sesuai dengan zaman.

“Saya bilang semangat mereka luar biasa karena mereka juga tidak berhenti berkarya. Mereka tidak hanya sekadar mengembangkan, tapi juga melakukan kolaborasi lintas ilmu seni, saling bertukar pengalaman dan berikan sajian baru,” jelasnya.

“Itu strategi jitu bagi anak muda untuk tertarik, tanya dan belajar. Dari situlah, sanggar menganggap misi kami telah berhasil,” imbuhnya.

Ki Bayu memulai perjalanannya sebagai dalang sejak tahun 2008 atau ketika duduk di bangku SMA. Dia mengikuti jejak sang kakek, dalang kenamaan di Yogyakarta, Ki Basirun Hadisumarta.

“Ini tidak sengaja, karena saya belajar dalang berbeda dengan teman-teman yang memang belajar sejak kecil, sementara saya memulainya dari SMA. Saya mencoba masuk ke seni dalang dan masih belajar hingga saat ini dari 2008,” kenangnya.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Kolaborasi dan dukungan generasi muda adalah hal penting agar seni pementasan wayang kulit mampu lestari dan tetap digemari. Hal tersebut diungkapkan Dalang Ki Bayu Aji Nugraha dari Sanggar Seni Bajran Gupita Yogyakarta seperti dikutip dari ANTARA di Jakarta.

“Wayang tidak akan mati, karena usianya hingga sekarang sudah 3.000 tahun lebih, sejak zaman nenek moyang, animisme dinamisme. Wayang masih bergerak ikuti perkembangan zaman, dengan kolaborasi lintas disiplin ilmu harus terus dicoba agar kehadirannya tetap ada,” katanya.

Dalang berusia 29 tahun tersebut mengatakan bicara soal kolaborasi dan anak muda,  ketertarikan dapat dibentuk dengan melibatkan mereka langsung ke proses berkesenian, dan tidak membatasi kreativitas mereka.

Generasi muda, lanjut Ki Bayu, akan terus semangat mengeksplorasi, bertukar pikiran, dan mengembangkan bakat serta gaya seninya.

Ki Bayu mengatakan, di Sanggar Seni Bajran Gupita Yogyakarta didominasi kehadiran anak-anak muda, mulai dari mereka yang mendalami ilmu pendalangan, musik tradisional, hingga sinden.
Kehadiran para senior pun turut mendampingi mereka guna memberikan dasar-dasar ilmu dan pengalaman, sehingga para anak muda di sanggar mampu berkreasi sesuai dengan zaman.

“Saya bilang semangat mereka luar biasa karena mereka juga tidak berhenti berkarya. Mereka tidak hanya sekadar mengembangkan, tapi juga melakukan kolaborasi lintas ilmu seni, saling bertukar pengalaman dan berikan sajian baru,” jelasnya.

“Itu strategi jitu bagi anak muda untuk tertarik, tanya dan belajar. Dari situlah, sanggar menganggap misi kami telah berhasil,” imbuhnya.

Ki Bayu memulai perjalanannya sebagai dalang sejak tahun 2008 atau ketika duduk di bangku SMA. Dia mengikuti jejak sang kakek, dalang kenamaan di Yogyakarta, Ki Basirun Hadisumarta.

“Ini tidak sengaja, karena saya belajar dalang berbeda dengan teman-teman yang memang belajar sejak kecil, sementara saya memulainya dari SMA. Saya mencoba masuk ke seni dalang dan masih belajar hingga saat ini dari 2008,” kenangnya.

RADARJEMBER.ID – Kolaborasi dan dukungan generasi muda adalah hal penting agar seni pementasan wayang kulit mampu lestari dan tetap digemari. Hal tersebut diungkapkan Dalang Ki Bayu Aji Nugraha dari Sanggar Seni Bajran Gupita Yogyakarta seperti dikutip dari ANTARA di Jakarta.

“Wayang tidak akan mati, karena usianya hingga sekarang sudah 3.000 tahun lebih, sejak zaman nenek moyang, animisme dinamisme. Wayang masih bergerak ikuti perkembangan zaman, dengan kolaborasi lintas disiplin ilmu harus terus dicoba agar kehadirannya tetap ada,” katanya.

Dalang berusia 29 tahun tersebut mengatakan bicara soal kolaborasi dan anak muda,  ketertarikan dapat dibentuk dengan melibatkan mereka langsung ke proses berkesenian, dan tidak membatasi kreativitas mereka.

Generasi muda, lanjut Ki Bayu, akan terus semangat mengeksplorasi, bertukar pikiran, dan mengembangkan bakat serta gaya seninya.

Ki Bayu mengatakan, di Sanggar Seni Bajran Gupita Yogyakarta didominasi kehadiran anak-anak muda, mulai dari mereka yang mendalami ilmu pendalangan, musik tradisional, hingga sinden.
Kehadiran para senior pun turut mendampingi mereka guna memberikan dasar-dasar ilmu dan pengalaman, sehingga para anak muda di sanggar mampu berkreasi sesuai dengan zaman.

“Saya bilang semangat mereka luar biasa karena mereka juga tidak berhenti berkarya. Mereka tidak hanya sekadar mengembangkan, tapi juga melakukan kolaborasi lintas ilmu seni, saling bertukar pengalaman dan berikan sajian baru,” jelasnya.

“Itu strategi jitu bagi anak muda untuk tertarik, tanya dan belajar. Dari situlah, sanggar menganggap misi kami telah berhasil,” imbuhnya.

Ki Bayu memulai perjalanannya sebagai dalang sejak tahun 2008 atau ketika duduk di bangku SMA. Dia mengikuti jejak sang kakek, dalang kenamaan di Yogyakarta, Ki Basirun Hadisumarta.

“Ini tidak sengaja, karena saya belajar dalang berbeda dengan teman-teman yang memang belajar sejak kecil, sementara saya memulainya dari SMA. Saya mencoba masuk ke seni dalang dan masih belajar hingga saat ini dari 2008,” kenangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/