alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Kesenian Jember yang Terus Dilestarikan

Mobile_AP_Rectangle 1

KAMAL, Radar Jember – Kesenian ta-butaan yang berada di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, cukup eksis hingga saat ini. Dulu, Ki Samba menjadi orang yang melestarikannya dan sekarang masih cukup banyak, seperti dilakukan Taufiq di desa setempat.

Ta-butaan terbuat dari bahan dasar kayu atau bambu. Ornamennya khas dengan busana seperti manusia. Sejak dulu kesenian ini banyak digemari orang, termasuk diundang saat ada acara nikahan maupun khitanan. Juga acara selamatan desa maupun kegiatan kenegaraan. Serta kerap memeriahkan hari-hari besar seperti peringatan kemerdekaan.

Taufiq kini menjadi penerus yang melestarikan budaya tersebut. “Kesenian ta-butaan bukan sekadar cerita dan kesenian. Melainkan menjadi suatu ritual yang selalu rutin dilakukan pada saat acara resik desa setiap tahunnya. Biasanya setelah panen raya kedua,” jelasnya, kemarin (2/3).

- Advertisement -

KAMAL, Radar Jember – Kesenian ta-butaan yang berada di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, cukup eksis hingga saat ini. Dulu, Ki Samba menjadi orang yang melestarikannya dan sekarang masih cukup banyak, seperti dilakukan Taufiq di desa setempat.

Ta-butaan terbuat dari bahan dasar kayu atau bambu. Ornamennya khas dengan busana seperti manusia. Sejak dulu kesenian ini banyak digemari orang, termasuk diundang saat ada acara nikahan maupun khitanan. Juga acara selamatan desa maupun kegiatan kenegaraan. Serta kerap memeriahkan hari-hari besar seperti peringatan kemerdekaan.

Taufiq kini menjadi penerus yang melestarikan budaya tersebut. “Kesenian ta-butaan bukan sekadar cerita dan kesenian. Melainkan menjadi suatu ritual yang selalu rutin dilakukan pada saat acara resik desa setiap tahunnya. Biasanya setelah panen raya kedua,” jelasnya, kemarin (2/3).

KAMAL, Radar Jember – Kesenian ta-butaan yang berada di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, cukup eksis hingga saat ini. Dulu, Ki Samba menjadi orang yang melestarikannya dan sekarang masih cukup banyak, seperti dilakukan Taufiq di desa setempat.

Ta-butaan terbuat dari bahan dasar kayu atau bambu. Ornamennya khas dengan busana seperti manusia. Sejak dulu kesenian ini banyak digemari orang, termasuk diundang saat ada acara nikahan maupun khitanan. Juga acara selamatan desa maupun kegiatan kenegaraan. Serta kerap memeriahkan hari-hari besar seperti peringatan kemerdekaan.

Taufiq kini menjadi penerus yang melestarikan budaya tersebut. “Kesenian ta-butaan bukan sekadar cerita dan kesenian. Melainkan menjadi suatu ritual yang selalu rutin dilakukan pada saat acara resik desa setiap tahunnya. Biasanya setelah panen raya kedua,” jelasnya, kemarin (2/3).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/